Hahaha, 

Kacian yang spanduknya diturunin...
modalnya cuma spanduk, beraninya cuma gantungin spanduk, ditunggu2 tidak ada 
yang nongol.

Mau baca lagi tulisan spanduknya: "Selamat Datang Agen Imperealis, dan Zionis, 
Boemipoetra"  Kata terakhir menjelaskan kalimat di depannya. Senjata makan tuan 
Hahaha... 

Ayoo bikin lagi jurnal boemipoetramu itu, kirim lagi ke TUK, nyampe di sini 
langsung kubuang ke kakus hahahaha..

Hahahaha...


Saut Situmorang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: HAHAHA...

o jadi "boemipoetra" marah pada Rumah Dunia ya karena
mengundang Goenawan Mohamad! hebat "kabar angin" GM
ini!

semoga Rumah Dunia punya kejujuran menjelaskan
"kemarahan" "boemipoetra" itu: kerna mereka undang GM
ato ada alasan lain.

dan kenapa ya spanduk manis "boemipoetra" itu musti
diturunkan Firman Venayaksa padahal gola gong sudah
oke?!

HAHAHA...



--- Mohamad Guntur Romli  wrote:

> Salam,
> 
> Berikut saya kirimkan makalah Goenawan Mohamad untuk
> pertemuan di Rumah
> Dunia, Selasa 27 November 2007, pukul 14.00.
> Kebetulan saya yang menyertai
> Mas Goen.
> 
> Kami berangkat dari TUK pukul 11.00 melalui jalan
> tol yang padat dan di
> beberapa titik macet total. Bubun, supir Mas Goen
> yang sudah bertugas selama
> 13 tahun sangat lihai mencari ruas jalan yang
> kosong. Kami tidak terlambat.
> Pukul 12.30 WIB kami sudah sampai di jalan masuk
> menuju Komplek Hegar Alam
> Rumah Dunia. Mas Goen mengira acara pertemuan akan
> dimulai pukul 13.00. Di
> dekat rel kereta api, kami berhenti, Mas Goen
> terlihat sibuk mencari-cari
> waktu acara di sebuah pesan pendek yang dikirim Gola
> Gong, ternyata acara
> akan dimulai pukul 14.00.
> 
> Di pinggir kanan jalan, terpampang sebuah spanduk
> dengan tulisan "Selamat
> Datang Agen Imperialis, dan Zionis, Boemipoetra"
> Saya tersenyum membaca
> tulisan di spanduk itu. Karena acara masih cukup
> lama dimulai, kami mencari
> rumah makan untuk santap siang yang lokasinya tak
> jauh dari tempat tadi.
> 
> Pukul 13.45 kami bergerak menuju Rumah Dunia
> kembali, spanduk tadi sudah
> tidak ada lagi di tempatnya. Entah kemana. Akhirnya
> saya tahu dari
> saudara-saudara di Rumah Dunia, spanduk itu dicopot
> oleh Saudara Firman
> Presiden Rumah Dunia. Di tengah perjalanan Mas Goen
> juga cerita bahwa Wowok,
> Saut dan orang-orang Boemipoetra marah pada Rumah
> Dunia karena mengundang
> Goenawan Mohamad. Padahal yang saya dengar dari
> saudara-saudara di Rumah
> Dunia, siapa pun bebas datang ke sana. Pekan
> sebelumnya Taufiq Ismail telah
> mengisi pertemuan di Rumah Dunia.
> 
> Saudara-saudara di Rumah Dunia menyambut kami dengan
> hangat. Terima kasih
> untuk  Gola Gong, Firman, Aji, Tyas,  penasehat, dan
> relawan Rumah Dunia
> yang berjumlah puluhan, dan para peserta pertemuan
> yang saya hitung
> jumlahnya mendekati 100 orang.
> 
> Dalam pertemuan itu Mas Goen lebih banyak cerita
> pengalamannya ketika
> membangun TEMPO, hingga pembredelan tahun 1994 yang
> akhirnya TEMPO terbit
> kembali di tahun 1998. Untuk reportase acara
> tersebut, biarlah reporter
> Rumah Dunia yang memberitakannya.
> 
> Mas Goen sudah menyiapkan makalah untuk pertemuan
> tersebut. Anda bisa baca
> di:
> 
>
http://www.utankayu.org/in/index.cfm?action=detail&cat=news&id=29
> 
> Salam
> 
> Guntur
> 
> 
> 
> 
> 


Saut Situmorang
   
  During times of universal deceit,
Telling the truth becomes a revolutionary act
- George Orwell




      
____________________________________________________________________________________
Be a better sports nut!  Let your teams follow you 
with Yahoo Mobile. Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/sports;_ylt=At9_qDKvtAbMuh1G1SQtBI7ntAcJ


 
Yahoo! Groups Links






Mohamad Guntur Romli
http://guntur.name/
       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke