http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0711/29/163839.htm
*Cara Tumbuhan Menyambut Cahaya di Kegelapan* Setiap orang tahu bahwa tumbuh-tumbuhan membutuhkan cahaya untuk hidup. Namun, bagaimana cara tumbuh-tumbuhan merespon cahaya masih menjadi menyimpan teka-teki yang kompleks, bagi para ilmuwan dan pakar biologi sekalipun. Penelitian terbaru sedikit mengungkap enigma ini. Hasil percobaan menunjukkan bukti bahwa tumbuh-tumbuhan telah mempersiapkan diri menyambut hadirnya cahaya meskipun masih berada di kegelapan. Ini terlihat dari kerja molekul-molekul yang merespon cahaya pada Arabidopsis, tumbuhan bunga seukuran rumput yang umum dipakai dalam eksperimen di laboratorium. "(Penelitian ini) telah secara signifikan meningkatkan pemahaman kami tentang bagaimana respon tumbuhan terhadap cahaya diatur dan mungkin bagaimana respon tersebut pertama kali muncul," ujar Michael Mishkind, Direktur Program Yayasan Sains Nasional atau National Science Foundation (NSF). Penelitian yang didanai NSF ini dipublikasikan dalam jurnal Science edisi 23 November 2007. Bekal di kegelapan Dalam percobaan itu, para peneliti menemukan bahwa bibit tumbuhan Arabidopsis tetap memproduksi dan menyimpan sepasang protein yang disebut FHY3 dan FAR1 meski dibiarkan dalam kegelapan. Kedua protein merupakan pembentuk protein lain yang disebut FHY1 dan FHL, komponen-komponen penting dalam mekanisme pemanfaatan cahaya. Menurut salah satu penelitinya, Haiyang Wang, dari Institut Riset Tumbuh-tumbuhan Boyce Thompson di New York, AS, kecenderungan ini mirip seorang pengembara yang mempersiapkan bekal perjalanan di malam hari. Simpanan protein ibarat bensin di dalam tangki mobil yang siap dipakai untuk melakukan perjalanan di pagi hari. Begitu cahaya menyinari tumbuhan, protein pigmen bernama phytochrome A, yang peka terhadap cahaya, akan mengaktifkan dan mengikat protein FHY1 dan FHL. Ikatan antarprotein ini kemudian melebur ke inti sel tumbuh-tumbuhan dan mengatur aktivitas gen-gen yang mengendalikan pertumbuhan. Perubahan ekspresi gen karena proses ini membuat tumbuhan dapat mengatur pertumbuhan hingga menghasilkan bunga. Para peneliti ini juga menemukan bahwa protein FHY3 dan FAR1 mungkin terbentuk dari material yang disebut 'gen pelompat' atau gen yang berpindah dari deret kode genetik sel. Jika terbukti benar, kedua gen berarti menempati peran sangat penting dalam evolusi yang mendorong munculnya tumbuhan berbunga. Sumber: LiveScience.com Penulis: Wah [Non-text portions of this message have been removed]

