Pak Muallim,

Saya terus terang bingung antara judul dan isi kok tidak nyambung ya? Apa 
memang sengaja dibuat begitu? Sekar Kedaton sepertinya bermakna "bunga istana". 
Dan kini jadi merk kosmetik tradisional.

Sekalian mau tanya tentang Adam dan Hawa. Ini sumbernya dari mana ya?

Akhirnya karena kebersamaan Adam dan Hawa berakibat yang kurang baik dan 
melanggar aturan, maka Allah menurunkan mereka berdua secara terpisah, Adam di 
sekitar India (daerah Sri langka sekarang), sementara Hawa ada di Jeddah (Saudi 
Arabia sekarang).





  ----- Original Message ----- 
  From: muhammad muallim 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; QS ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; Remaja Islam ; [email protected] ; Penulis 
  Sent: Tuesday, December 04, 2007 12:39 AM
  Subject: [ppiindia] Looking for Sekar Kedaton


  Looking for Sekar Kedaton
  Oleh : Mochammad Moealliem 

  Benar nggak ya judul yang saya tulis itu? Terserahlah yang penting faham 
maksudnya, sebab fungsi bahasa adalah menjadikan kita faham yang dikehendaki, 
bahkan terkadang diam pun termasuk bahasa. Bila mendung tak berarti hujan, 
tentu diam bukan berarti tak mau.

  Masih ingat anda tentang sejarah manusia? Kelebihan manusia dibanding makhluk 
yang lebih dulu tercipta, didukung kelebihan yang hanya ada dalam diri manusia, 
serta seolah Tuhan memanjakannya lebih dari yang lainnya, hanya manusia yang 
tak berakal saja yang tak bisa merasakannya.

  Kenapa malaikat perlu menghormat pada manusia diawal sejarahnya? Tentu bukan 
hal biasa, apalagi makhluk yang masih bau kencur yang tercipta kemarin sore, ah 
betapa terhormat engkau wahai manusia, namun kenapa kehormatan itu kau lucuti 
tanpa kesadaran yang menjadi tanda keberakalan yang selama ini engkau puja.

  Manusia memang mesteriNya, atau rahasiaNya, bahkan malaikat pun hanya mampu 
menerka bahwa manusia hanyalah penumpah darah sesama, sebagaimana 
makhluk-makhluk bumi sebelumnya, namun ternyata manusia memang begitu beraneka 
warna dan tiap warna punya corak yang berbeda, alur kehidupan manusia tak akan 
pernah sama, walaupun banyak ruang-ruang pertemuan dalam kesamaan dalam kisah 
cerita.

  Satu diantara beberapa hal yang tak akan pernah selesai dan tak pernah akan 
bosan membahasnya adalah cinta, setiap orang punya alur yang berbeda meski tak 
jauh berbeda inti dan garis besarnya, dan seolah sutradara benar-benar hebat 
dengan jutaan lakon yang tak henti bermain drama kehidupan yang membuat para 
pelakunya lupa asal muasalnya.

  Adam pun pernah merasakan hal yang sama, setelah mengalami kegelisahan dalam 
kesendiriannya, Allah menciptakan teman sekaligus tempat bertepinya bahtera, 
ladang tempat menanam buah hati, serta pakaian yang saling melengkapi dan 
menutupi kekurangan masing-masing, yang unik dan dari bentuk serta jenis yang 
sama.

  Tak heran jika orang sedang jatuh cinta akan lupa dengan berbagai pesan 
bahkan peringatan yang berakibat fatal setelahnya. Sejak pertama, manusia 
memang memiliki kecenderungan yang sama, sebagaimana Adam, ketika Allah 
berfirman, nikmatilah surga seisinya bersama kekasihmu, namun jangan kalian 
dekati pohon yang satu ini. Konon katanya sebenarnya Adam masih mampu untuk 
tidak makan buah itu, namun mungkin dia dilema, seperti halnya kita ketika 
dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama punya makna.

  Allah melarangnya, tetapi sang kekasih mengajaknya. Kalau kita dalam kondisi 
seperti itu, mungkin nggak akan dilema, tapi langsung mengikuti ajakan kekasih 
kita, kecuali masih sedikit mampu memarkir keimanannya. Nabi Yusuf saja hampir 
menuruti ajakan zulaikha, andai saja tak tampak burhan Allah dimatanya.

  Dalam analisa penulis, pada awalnya Adam dan Hawa bentuk tubuhnya sama, 
karena terdiri dari nafs (tubuh) yang sama, hanya saja Hawa lebih cepat dalam 
penciptaannya daripada Adam, sebab Hawa tidak tercipta dari nol alias dari 
tanah secara langsung, akan tetapi dengan metode pencangkokan, maka tak heran 
jika tubuh kaum Hawa cenderung empuk walau dagingnya tak seberapa. Dari sini 
pula bahwa Hawa terhitung lebih muda dari Adam, apa yang terjadi jika kita 
punya kekasih yang begitu muda, tentu akan memanjakannya, bahkan apapun 
keinginannya akan kita turuti walau terkadang harus menanggung luka.

  Perubahan secara drastis adalah pasca makan buah terlarang itu, dalam al 
qur'an disebutkan, maka nampaklah aurat mereka berdua. Didukung penjabaran 
beberapa mufasir yang menafsirkan bahwa buah yang dimakan itu kini abadi pada 
anak turunnya, karena Hawa makan lebih dulu maka buah itu sudah sampai dada, 
pada akhirnya payudara kaum Hawa agak berbeda, sementara Adam masih sampai pada 
tenggorokan ketika mereka berdua tersadarkan atas larangan yang telah dibuat 
lupa oleh si iblis yang mejadi musuhnya.

  Dari kejadian itu, pelajaran membuat pakaian berawal dari daun-daun surga, 
serta penegasan kembali bahwa iblis adalah musuh bebuyutan yang akan selalu 
menjadi bayang-bayang selama manusia hidup didunia, dalam alqur'an disebutkan 
bahwa iblis itu suka dengan nuansa telanjang dada, dengan telanjangnya manusia 
para iblis tertawa melecehkan sebagaimana dulu melecehkan Adam dan Hawa kali 
pertama. Tentunya sebagai balas dendam atas vonis yang harus ditanggung akibat 
tak mau sujud pada manusia.

  Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan 
sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan 
dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. 
Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang 
kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan 
syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak 
beriman.QS.7:27

  Akhirnya karena kebersamaan Adam dan Hawa berakibat yang kurang baik dan 
melanggar aturan, maka Allah menurunkan mereka berdua secara terpisah, Adam di 
sekitar India (daerah Sri langka sekarang), sementara Hawa ada di Jeddah (Saudi 
Arabia sekarang).

  Begitulah kehidupan manusia, kemarin baru saja menikmati surga berdua, kini 
harus menangisi beberapa dosa, ditambah perpisahan yang menambah kesedihan 
makin mambara, benar-benar sebuah ujian yang berat, harus berpisah dengan 
kekasih pujaan yang setia.

  Pelajaran berikutnya adalah pelajaran menebus dosa dengan berbagai amal 
ibadah yang harus dikerjakan, dan dengan sementara biarlah kekasih hati sabar 
menanti hingga saatnya tiba, sebab Adam harus menyelesaikan kuliahnya he he he.

  Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima 
taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.QS.2:37

  Pada Akhirnya taubat Adam diterima, disuruhlah Adam pergi ke baitullah 
(makkah), Hawa pun sama, hanya saja jarak yang ditempuh berbeda. Adam dari Sri 
Langka sementara Hawa dari Jeddah. Dari sini penulis punya analisa bahwa lelaki 
diberi kekuatan fisik yang lebih dari kaum Hawa.

  Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah 
yang di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia .QS.3:96

  Maka di bukit Arafah mereka bertemu kembali setelah sama-sama lulus dari 
ujian yang selama ini memaksa mereka harus berpisah, dan kini tempat itu 
dikenang dengan jabal rahmah, bukit kasih sayang.

  Dari kisah ini penulis punya analisa, bahwa manusia akan menemukan kekasihnya 
disuatu tempat, ketika menuju satu tujuan yang sama. Baik tujuan belajar, 
bisnis, ibadah dan berbagai macam tujuan, sebagaimana Adam ketemu Hawa adalah 
sebuah kebetulan, dengan tujuan utama haji. You must looking for your sekar 
kedaton (kamu harus mencari bunga istana mu) Dan hal itu terus berulang dengan 
berbagai versi yang sesuai dengan zamannya, bahkan tujuan pasrah pada seseorang 
pun bisa bertemu dengan pasangannya. Coba saja anda pikir dimana anda bertemu 
dengan kekasih anda, dan dalam tujuan apa?

  Alliem
  Cairo, Senin 03 Desember 2007
  Engkaulah Bunga Istanaku 

  Mochammad Moealliem
  http://www.muallimku.tk or http://www.muallimku.blogspot.com 
  Ingin gabung di komunitas sahabat lintas batas? Klik aja
  http://tech.groups.yahoo.com/group/kang_guru/ 

  [Non-text portions of this message have been removed]



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.13/1167 - Release Date: 03/12/2007 
12:20


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke