Ekornya bukan pindah Mbak Lis, tapi menumpul. Mangkanya ada tulang ekor.
Lha kalau penis dan vagina, monyet yang berekor juga punya....:))




  ----- Original Message ----- 
  From: Listy 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, December 05, 2007 8:43 AM
  Subject: RE: [ppiindia] Re: Laskar Pelangi: Darwinian or Religius?


  Mba Lina, apa kabare..?? :-)

  Dulu, anakku pernah menjelaskan ke aku, ttg teori darwin, yang katanya,
  asal mula manusia, adalah, tadinya jalan sedikit terbungkuk-bungkuk,
  lama-kelamaan jalan menjadi tegap-gagah-perkasa, kemudian, di tubuhnya
  banyak tumbuh bulu di mana-mana, lama-kelamaan, bulu pun rontok, dan
  kulit menjadi bersih, hanya ada bulu di bagian-bagian tertentu.. ada
  lagi, yang tadinya memiliki ekor di bagian belakang.. lama-kelamaan,
  ekor berpindah tempat ke bagian depan.. [?????]

  Kira-kira apa ya benar teori ini mba Lina..? kalo memang benar, artinya,
  kita-kita, eh, maksudnya mba Lina dan aku, karena tak punya ekor, bukan
  yg termasuk dalam teori darwin versi anakku..??

  Wassalam,

  _____ 

  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
  Behalf Of Lina Dahlan
  Sent: Tuesday, December 04, 2007 2:58 PM
  To: [email protected]
  Subject: [ppiindia] Re: Laskar Pelangi: Darwinian or Religius?

  Kalau memang betul Laskar Pelangi sekelas novel pop Lupus karya 
  Hilman, trus kenapa dibilang mengerikan ya mas?

  Ini emang bukan teori saya (taelah). Kalau saya punya teori sendiri 
  apa gak jadi parahnya, apa teori saya bisa dikatakan sebagai fact?

  Kalo emang kita mo menghargai pendapat orang semuanya, mengapa kita 
  tidak juga menghargai pendapat Lintang yang mengatakan oportunis 
  bagi yang tidak memilih (alias milih aman?)? Mengapa ini 
  dianggap "memaksakan pendapat"?. Memangnya siapa yang lagi kampanye 
  untuk mendapatkan pengikut bhw pendapatnyalah yang benar?

  Kalo saya sih berpendapat,"kalo menjadi oportunis adalah sebuah 
  pilihan, mengapa tidak dihargai juga?. Dikasih dua pilihan: A atau 
  B. Lalu kita memilih "atau"...ha..ha..

  Saya juga berpendapat untuk bisa mencari titik temu antara Darwinian 
  (konteks ilmu) dan Religius, yang saya yakin ada titik temunya. 
  Tapi, kalau akhirnya harus memilih yang hanya antara Darwinian 
  (manusia asalnya lutung) dengan Religius (manusia asalnya dari nabi 
  Adam), ya saya milih Religius lah.

  Kembali ke soal novel ini, saya tak memasalahkan ada dimana kelasnya 
  or levelnya namun ketika saya mengikuti session ini di acara Kick 
  Andy, saya hormat kepada novel ini karena bisa memotivasi orang 
  menjadi lebih baik. Bravo utk Andrea Hirata. Emang dia penampilannya 
  putih sih dan gayanya yang merendah gitu (kayak org gak pede)- itu 
  dmungkin yg dibilang pucat. Itu sekilas dari pandangan di acara Kick 
  Andy. Lepas dari itu, gak tau!

  wassalam,

  --- In [email protected] <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com> ,
  dhoni handhoko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > Kebetulan saya hadir di acara bedah trilogi Laskar Pelangi di 
  Potluck Cafe
  > di Bandung.
  > 
  > Mengerikan! Ketika Prof.Dr.Sapardi Djoko Darmono yang dimintakan-
  > pendapatnya mengatakan "Laskar Pelangi itu satu kelas dengan novel 
  pop
  > Lupus karya Hilman"
  > 
  > Saya lihat Andrea Hirata pucat, Mas (Tomi, atau siapa gitu) 
  produsernya
  > hampir kena serangan jantung.
  > 
  > Saya tergelak-gelak di bangku depan stage, cappucino dingin yang 
  saya
  > pegang, saya tegak habis dan saya pulang sebelum acara usai.
  > 
  > * * *
  > 
  > Menjadi Religius, Darwinian, dan (kalau tidak itu) anda adalah 
  Oportunis,
  > bukan seorang Kartunis, Sanguinis, Marhaenis, dll.
  > 
  > Itulah tepatnya "teori memaksakan pendapat", parahnya ini bukan 
  teori
  > anda sendiri, anda meng'quote' dialog dari novel, yang jelas 
  produk "sastra"
  > itu tokohnya dan jalan ceritanya adalah "Fict" bukan "Fact".
  > 
  > 
  > ----- Original Message ----
  > From: Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]>
  > To: [email protected] <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com> 
  > Sent: Tuesday, December 4, 2007 12:11:37 PM
  > Subject: [ppiindia] Laskar Pelangi: Darwinian or Religius?
  > 
  > Masih dalam pelajaran biologi, terjadi perdebatan sengit di antara 
  > kami tentang teori yang memaksakan pendapat bahwa manusia berasal 
  > dari nenek moyang semacam lutung, kami terperangah oleh 
  argumentasi 
  > Lintang:
  > 
  > "Persoalannya adalah apakah Anda seorang religius, Darwinian, atau 
  > sekedar seorang oportunis? Pilihan yang tidak memilih adalah 
  > oportunis! Yaitu mereka yang berubah-ubah sikapnya sesuai situasi 
  > mana yang akan lebih menguntungkan mereka. Lalu pilihan itu 
  > seharusnya menentukan prilaku dalam menghargai hidup ini. Jika 
  Anda 
  > seorang Darwinian, silakan berprilaku seolah tak ada tuntutan 
  > akhirat, karena bagi Anda kitab suci yang memaktub bahwa manusia 
  > berasal dari Nabi Adam adalah dusta. Tapi jika Anda seorang 
  religius 
  > maka Anda tahu bahwa teori evolusi itu palsu, dan ketika Anda tak 
  > kunjung mempersiapkan diri untuk dihisab nanti dalam hidup setelah 
  > mati, maka dalam hal ini Anda tak lebih dari seorang sekuler 
  > oportunis yang akan dibakar di dasar neraka!"
  > 
  > Itulah Lintang dengan pandangannya. Pikirannya memang telah sangat 
  > jauh meninggalkan kami. Dan dengarlah itu, bicaranya lebih pintar 
  > dari bicara seluruh menteri penerangan yang pernah dimiliki di 
  > republik ini.
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  __________________________________________________________
  _______________
  > Be a better friend, newshound, and 
  > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. 
  http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
  <http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ> 
  > 
  > 
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >

  [Non-text portions of this message have been removed]



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.13/1169 - Release Date: 03/12/2007 
22:56


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke