Kalau kita sering lihat kebawah, akan anda temui banyak " Ayah " 
dan " Ibu " di negara ini, Belon lagi kalau anda jalan2 ke pasar2 
yang ada di pinggiran kota, bagaimana sedih muka para pedagang yang 
kebetulan hari itu dagangannya tidak bisa habis terjual, Kadang2 
mereka terpaksa keliling ke kompleks perumahan yang ada 
disekitarnya, setelah pasarnya tutup dengan harapan agar dagangannya 
bisa habis terjual. 

Ada yang terpaksa jual diri, demi kehidupan keluarganya ( Ingat 
lagu " Kupu2 malam " nya Titiek puspa ). 

Indonesia, dengan mayoritas Muslim apakah " Ayah " dan " Ibu ", 
masih bisa merasakan Ukhwa Islamiah ?? yang mereka tahu adalah saat 
ini sekelompok Muslim hanya memperjuangkan masalah perda2 yang 
benafaskan Aurat, sibuk menutup rumah ibadah orang, sedangkan 
mereka2 tidak memerlukan itu. Yang mereka tahu adalah bagaimana 
menyekolahkan anak2nya agar dikemudian hari Cucu mereka tidak perlu 
lagi Gigit Jari melihat Tas Sekolah yang baru.

Wahai para Muslim pejuang syariah, seharusnya anda malu sama 
kelompok Tzu Chi, dimana Pak. Habib sampai senyum lebar dan bahagia 
karena dapat sumbangan Madrasah silakan lihat sendiri dan nilai 
sendiri Siapa yang lebih memiliki sifat " Ukhwa " 

Peresmian Gedung Sekolah Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman

http://www.tzuchi.or.id/images/Foto%20parung%202/parung1.html 

Masih banyak lagi kegiatan mereka di Indonesia ini, silakan lihat 
sendiri di http://www.tzuchi.or.id/berita.html 

Inilah baru namanya Rahmatan Lil Alamin yang sebenarnya bagi Bangsa 
ini.

--- In [email protected], "agussyafii" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tangisan Pilu
> 
> Mendengarkan tangisan itu membuat hati saya terasa pilu. Sang anak
> menangis sambil memegang tas sementara ayahnya membujuknya."Dek,
> duitnya tidak cukup kalo buat beli buku, baju dan tas. Apakah adek 
mau
> beli buku dan tas tapi nggak pake baju?" Kata Sang ayah.
> 
> Anak itu terbujuk dan melepas tas itu, tak lama kemudian ayahnya
> menggendong. Ditengah keramaian pengunjung Plaza Ciledug tak terasa
> air mata menetes, melihat peristiwa itu. Ternyata masih ada seorang
> ayah yang tak mampu membelikan tas sekolah untuk anaknya yang 
tercinta.
> 
> Wassalam,
> agussyafii
> 
> ============================================================
> Pengaruh terbaik dari orang baik menjadikan diri kita yang terbaik
> silahkan kirimkan komentar di http://agussyafii.blogspot.com atau 
sms
> di 0888 176 48 72
> ============================================================
>


Kirim email ke