Bapak hakim yang mulia.

 

Ternyata juga bapak hakim senang menafsirkan. Pernyataan Pak Hakim yang
mulia dalam kalimat:  "terlihat sekali kekesalan bapak dkk" jelas-jelas pak
hakim sudah melakukan sebuah penafsiran bebas. Dan saya menghormati tafsir
bebas dari pak Hakim atas tulisan saya. 

 

Soal pertama yang anda ajukan itu pilihan ganda, saya tidak akan menjawab
karena anda sudah menentukan jawaban-jawaban apa yang harus saya pilih.
Sorry mas, lain kali jangan mendikte.

 

Soal kedua, silahkan pahami peta pemikiran Islam khususnya di Indonesia.
Pemikiran Cak Nur tidak segaris dengan pemikiran murid-murid Naquib Al-Attas
di Indonesia yang sekarang sedang bersusah payah meruntuhkan pengaruh
pemikiran Cak Nur . Kebetulan beberapa alumni gontor termasuk keturunan
pendiri gontor ada di garis Al-Attas. Jadi sangat wajar jika ada sikap yang
seakan-akan gontor sendiri juga menolak Cak Nur. Kelompok Malaysia ini lebih
lugas dan ilmiah dalam melakukan kritik terhadap ide-ide cak Nur
dibandingkan beberapa kelompok fundamentalis lainnya yang hanya
mengedepankan sikap merasa paling benar, paling islam dan paling dekat
dengan Allah.

 

Soal ketiga, nampaknya anda sibuk dengan perbedaan. Mencari perbedaan satu
tokoh dengan tokoh lainnya bukan mencari titik temu. Soal Din syamsuddin,
Hasim Muzadi dan Hidayat Nurwahid tidak seirama ya itu kesimpulan dari mana
bung? Secara pemikiran atau politik? Atau pemikiran demi politik?

 

 

Soal keempat,  anda sudah menunjukan keberpihakan anda dimana. Bahkan tanpa
anda tahu dalil kaum fundamentalis pun anda sudah berani melakukan pembelaan
atas sikap mereka. Jadi nampaknya anda pun ada dalam kelompok yang sama
dengan mereka. Justru pertanyaan yang tepat. Apa dasarnya kaum fundamentalis
meminta cak nur untuk bertaubat? Apa dasarnya juga mereka melakukan
intimidasi? Itu yang seharusnya dicari jawabannya. Bukan malah meminta dalil
mengapa cak Nur menolak lalu Utomo dananjaya dan Buya Syafe'I Ma'arif marah
kepada mereka.. persoalan ini kan menjadi wacana umum. Dalam beberapa media
kita bisa lihat polemik ini. Dalam biografi Mas Tom juga diulas. Jadi sudah
menjadi konsumsi publik yang juga bisa dibaca siapapun termasuk orang-orang
yang berbeda tradisi keagamaan.

 

 

Salam,

Asnawi Ihsan

 

 

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of hakim
Sent: Thursday, December 06, 2007 9:20 AM
To: [email protected]
Subject: [ppiindia] Pertanyaan untuk Bapak Asnawi Ihsan

 


Yth. Bapak Asnawi Ihsan

Assalamu'alaikum Wr Wb

Pada minggu lalu bapak pernah memposting perihal adanya kedatangan
sekelompok orang sebut saja "fundis/garis keras" yang berusaha mengajak 
guru bapak, Cak Nur, untuk bertobat ketika masih sakit keras.
Peristiwa tersebut juga dimuat di berbagai mass media.
Dalam postingan tersebut terlihat sekali "kekesalan" bapak dkk atas
perilaku mereka tsb.
Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, yaitu :
1. Apakah "kekesalan" tersebut karena:
a) Cara mereka yang tidak sopan?
b) Bapak dkk tidak "sreg" dengan kelompok tsb?
c) Esensi yang mereka sampaikan membuat bapak dkk tidak "sreg"
d) Atau ketiga-tiga alasan tsb di atas.

2. Di hari-hari peristiwa tersebut, saya pernah membaca di harian Jawa
Pos (maaf lupa tanggalnya) kalau Pimpinan Pondok Pesantren
Gontor, KH. Syukri Zarkasi mengungkapkan "kekecewaan" beliau
akan "kiprah" almarhun Cak Nur yang seringkali dikaitkan dengan
Gontor mengingat Cak Nur adalah salah satu alumnus Gontor tsb
Bagaimana pendapat bapak dkk mengenai hal tsb kalau dikaitkan dengan
point 1 di atas?

3. Sependek pengetahun saya, hanya almarhum Cak Nur saja yang
"kiprah"nya terlihat tidak seirama dengan lulusan Gontor lainnya.
al: Dien Syamsudin, Hazim Muzadi, Hidayat Nurwahid dsb.

4. Meskipun saya tidak tahu dasar dan dalilnya, apa yang disampaikan 
oleh kelompok fundis tersebut bisa jadi ada dasar dan dalilnya.
Nah, kalau dari pihak Bapak sendiri apakah ada dalilnya yang mengatakan
penolakan atas ajakan tsb dan kemudian malah mengekspose ke miliser yang
notabene banyak non muslim? 

Semoga bapak berkenan. Terima kasih.

Salam penasaran

Hakim

Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin 
accept no liability for any loss or damage arising
from the use of this E-Mail or attachments.

[Non-text portions of this message have been removed]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke