http://www.tni-au.mil.id/headline.asp?aid=1133
*KERJASAMA TNI AU DAN AU RUSIA* *Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Herman Prayitno* didampingi *Panglima Angkatan Udara Rusia Colonel General (Letjen) Alexander Zelin*saat memeriksa Pasukan Jajar Kehormatan di Mabesau Cilangkap, Jumat (30/11). Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Herman Prayitno menerima kunjungan resmi Panglima Angkatan Udara Rusia Colonel General (Letjen) Alexander Zelin, di Mabesau Cilangkap, Jumat (30/11). Dalam pertemuan kedua pejabat tersebut membahas tentang kerjasam antara kedua Angkatan Bersenjata khususnya kedua Angkatan Udara yang selama ini telah terjalin dengan baik diharapkan akan lebih harmonis lagi. Hubungan harmonis kedua negara dan Angkatan Udara telah ditandai dengan hubungan politik antara Indonesia dan Rusia berjalan cukup baik, *Rusia*memandang *Indonesia* negara besar di kawasan Asean dan Asia Pasifik serta kepemimpinannya dalam gerakan non blok denga prinsip Non intervensi in dimestic Affairs. Disamping itu pada peristiwa Tsunami akhir 2004, Rusia telah memberika bantuan operasi penyelamatan bencana alam dengan menugaskan ABFR dan rumah sakit lapangan (field hospital). Pada tahun 1960-an Indonesia juga telah mengadakan pengadaan pesawat-pesawat buatan Rusia seperti pesawat Helikopter, Bomber, Fighter maupun angkut, yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang disegani di kawasan Asia Pasifik pada masa itu. Kerjasama yang telah dan sedang berjalan dengan antara TNI AU dengan AU Rusia diantaranya pendidikan bagi penerbang dan mekanik pesawat SU-27 MK dan SU-30 MK , pengadaan peralatan militer serta pertukaran kunjungan seperti kunjungan Kasau, kunungan tim TNI AU ke Pabrik mesin pesawat salyut terkait mesin pesawat AL- 31F, kunjungan kle pabrik Sukhoi, ke pabrik pesawat latih YAK-130, Joint Military Training serta mengunjungi pameran Maks Avia show di Pangkalan Zukovsky. Pada kesempatan tersebut Kasau juga menyampaikan permasalahan yang dihadapai oleh pesawat Sukhoi serta mengharapkan permasalahan-permasalahan dapat ditindaklanjuti ketingkat yang lebih tinggi. [Non-text portions of this message have been removed]

