untuk yg ngerti teknologi, ini sama saja dengan pameran ketololan 
SBY...

cape dehhh...


--- In [email protected], Satrio Arismunandar 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> From: [EMAIL PROTECTED] 
> 
> Subject: Sains : Berbahan Dasar Air, Dipamerkan dalam Konferensi PBB
>  
>  Berbahan Dasar Air, Dipamerkan dalam Konferensi PBB
> 
> NGANJUK- Tak banyak yang tahu, penemu bahan bakar blue energy yang 
sedang dikampanyekan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) 
ternyata berasal dari Nganjuk. Dia adalah Joko Suprapto, warga Desa 
Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso. 
> 
> Kemarin, tim uji coba kendaraan berbahan bakar tersebut 
mengunjunginya. Mereka dipimpin staf khusus Presiden SBY, Heru 
Lelono. Rombongan itu dalam perjalanan dari Cikeas, Bogor menuju Nusa 
Dua, Bali , tempat digelarnya United Nation Framework Conference on 
Climate Change (UNFCCC) 2007. 
> 
> "Luar biasa. Ini mobil Mazda Six punya Patwal Mabes (Polri) yang 
bisa berkecepatan 240 kilometer per jam ini kami coba lari 180 
kilometer per jam tanpa ada persoalan. Jadi, moga-moga apa yang kita 
uji coba ini benar-benar bermanfaat. Insya Allah," ujar Heru begitu 
turun dari Ford Ranger B 9648 TJ. 
> 
> Untuk diketahui, pertemuan kemarin berlangsung di salah satu hotel 
di Nganjuk. Rombongan Heru tiba sekitar pukul 09.00. Mereka 
mengendarai lima unit kendaraan untuk menguji bahan bakar berbahan 
dasar air tersebut. Yakni, dua pikap double cabin Ford Ranger, satu 
sedan Mazda 6, satu bus, dan satu truk pengangkut blue energy. 
> 
> Sebelumnya, rombongan dilepas oleh Presiden SBY, Minggu lalu, dari 
kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor . Rencananya, blue energy itu 
juga akan dipamerkan kepada dunia dalam UNCFCCC atau Konferensi 
Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali . 
> 
> "Kita ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa kita bukan 
bangsa kere yang terombang-ambing harga minyak dunia. Bangsa 
Indonesia bisa menemukan (bahan bakar, Red) sendiri," tandas Heru 
bangga.
> 
> Kepada puluhan wartawan yang sejak pagi menunggu kedatangan 
rombongan, Heru mengungkapkan bahwa bahan bakar hasil penelitian 
belasan tahun Joko itu sangat irit. "Sekitar satu lima belas (1 liter 
dibanding 15 kilometer, Red). Tadi kami mencatat, untuk menempuh 
374,5 kilometer, hanya butuh 25 liter," tutur staf khusus Presiden 
bidang otonomi daerah itu. 
> 
> Selain hemat dan mampu meningkatkan performa kendaraan, lanjut 
Heru, keunggulan bahan bakar tersebut adalah rendahnya emisi karbon 
yang dihasilkan. Ini sesuai dengan pesan UNFCCC yang digelar 3-14 
Desember mendatang. 
> 
> "Sudah dicoba sendiri oleh Bapak Presiden. Beliau kemarin sempat 
duduk di belakang knalpot bus ini sambil menciumi asapnya. Paspampres 
(pasukan pengamanan presiden) sempat kerepotan takut Presiden 
karacunan, tapi tidak. Coba saja," tantangnya. 
> 
> Penasaran, Wakil Bupati Nganjuk Djaelani Ishaq yang kemarin ikut 
menyambut kedatangan rombongan langsung mencoba mencium asap dari 
moncong knalpot bus. "Sama sekali tidak ada baunya," kata Djaelani 
setelah berkali-kali setelah mengisap asap tersebut. 
> 
> Ditemani Joko, Heru kemarin juga mengungkapkan bahwa untuk memakai 
blue energy, mesin tidak perlu dimodifikasi. "Sama sekali tidak perlu 
ada modifikasi apa-apa. Ini kami bawa mobil berlainan tahun, semua 
bisa pakai," tandasnya. 
> 
> Bahkan, lanjut Heru, ada yang sebelumnya menggunakan solar dan di 
tengah jalan langsung diganti 100 persen dengan blue energy. 
"Mobilnya malah semakin tidak ada getaran," lanjutnya bangga.
> 
> Sementara itu, Joko Suprapto yang selama ini terkesan misterius 
soal kedekatannya dengan SBY, kemarin mulai blak-blakan. Terutama 
soal aktivitasnya sebagai peneliti dan penemu blue energy. Dia bahkan 
sempat sedikit membeber teknologi yang mulai ditelitinya sejak 2001. 
> 
> "Intinya adalah pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 min. 
Ada katalis dan proses-proses sampai menjadi bahan bakar dengan 
rangkaian karbon tertentu," terang peneliti yang mengaku banyak 
mengambil ide dari Alquran itu. 
> 
> Untuk mesin dengan bahan bakar premium, solar, premix, hingga 
avtur, Joko mengaku telah menyiapkan bahan bakar pengganti sesuai 
dengan mesinnya. "Tinggal mengatur jumlah rangkaian karbonnya. Mau 
untuk mesin bensin, solar, sampai avtur ya sudah ada," kata ayah enam 
anak itu. 
> 
> Yang menarik, bahan dasar air yang digunakan adalah air laut. 
"Kalau air tanah bisa menyedot ribuan atau jutaan meter kubik. 
Kasihan masyarakat, paling bagus nanti bahannya air laut," terang 
pria yang selalu menyembunyikan identitasnya, termasuk almamater 
tempatnya meraih gelar insinyur, itu. (jie)  
> 
>  
> Satrio Arismunandar 
> Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
> Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026,  Fax: 79184558, 79184627
>  
> http://satrioarismunandar6.blogspot.com
> http://satrioarismunandar.multiply.com  
>  
> "If you know how to die, you know how to live..."
> 
> .
> 
> 

Kirim email ke