Barangkali cara ini bisa dicoba:




Dear all,

Weekend kemarin saya jalan-jalan ke Gramedia Taman Anggrek, sekedar buat 
refreshing aja dari tengah pekerjaan kantor yang sedang menumpuk.  Maklum deh, 
membaca merupakan tamasya paling asyik buat saya sedari saya masih kanak-kanak.



Lihat-lihat novel terbaru, termasuk Laskar Pelangi-nya Adrea Hirata yang 
dipajang paling depan.  The Secret juga dipajang paling depan.  Sukses banget 
deh dua buku itu. 



Bosen lihat bagian 'Buku Laris', saya coba pindah ke rak 'Buku Baru'.  
Kebanyakan adalah buku-buku manajemen, mulai dari "Menilai Wajar Harga 
Saham"-Andi Porman Tambunan, ada juga "Biang Penasaran"-nya si Kafi Kurnia, dan 
ada buku marketing yang aneh bin ajaib.



Buku itu judulnya "LAUNCHING: For Marketer and Entrepreneur" by Simon Jonatan.  
Sekilas buku itu tampak biasa saja, tapi kok ketika didekati, ada aroma harum 
yang tercium.  Ternyata buku tersebut memang tersedia dalam 2 aroma, yaitu 
greentea dan relaksasi.



Buku ini berisikan sharing tokoh-tokoh dalam dunia marketing Indonesia dan 
menantang hasil riset Detoilette (katanya, 95% produk baru yang di-launching 
mengalami kegagalan). Ternyata, hasil riset itu tidak berlaku di Indonesia. 
Tokoh-tokoh tersebut adalah Dr. Boenyamin Setiawan, Angky Camaro, Alexander 
Agung, Darmadi Durianto, Johnny Dharmawan, Johnny Andrean, Muhammad Warsianto, 
Hasnul Suhaimi, Irwan Hidayat, Harry Sanusi, Barry Lesmana, Willy Sidharta, 
Sudhamek AWS, Pranoto Widjojo, Yoe Kok Lin, dan Simon Jonatan sendiri.

Selain sharing dari tokoh-tokoh tersebut, saya menemukan kerangka kerja 
(framwework) dalam melakukan LAUNCHING sebuah produk atau bisnis. Sangat 
'applicable' di dunia bisnis Indonesia, tidak hanya bagi karyawan yang 
berkecimpung di dunia marketing, tetapi juga bagi kita semua yang ingin menjadi 
wiraswasta dengan membuka usaha kecil-kecilan.  

Buku ini menarik karena esensi LAUNCHING yang dibahas bukan hanya sekedar 
'peluncuran', tetapi MELAHIRKAN. Ya, sang penulis tidak setuju bila LAUNCHING 
hanya diterjemahkan sebagai 'peluncuran'. Mengapa? Karena sama dengan seorang 
wanita yang sedang mempersiapkan diri dan janin yang dikandung selama 9 bulan 
dalam masa kehamilan, begitu pula dengan masa-masa persiapan produk atau bisnis 
yang akan di-launching. Perasaan khawatir, tegang, ketakutan yang dialami 
seorang calon ibu juga dialami oleh seorang yang akan me-launching 
produk/bisnis.

Begitupun dengan resiko sang ibu dalam melahirkan anaknya, hanya ada dua 
pilihan, hidup atau mati; sama dengan marketer atau entrepreneur yang 
me-launching produknya, kalau sukses berarti promosi jabatan di depan mata, 
atau pemecatan karena telah menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

Sekali lagi kekhawatiran sang ibu dalam membesarkan anak yang telah dilahirkan, 
begitu juga perjalanan sang marketer/entrepreneur dalam mebesarkan 
produk/bisnisnya.

Buku yang ditulis oleh Simon Jonatan dengan judul 'Launching For Enterpreneur 
And Marketer' ini adalah buku pertama di Indonesia tentang 'launching', juga 
buku pertama menggunakan secara khusus wanita hamil sebagai MC dan SPG dalam 
launching, serta buku pertama yang membanjiri pembeli dan pembacanya dengan 
berbagai hadiah dari sponsor, buku pertama yang diberi aroma khusus dan juga 
buku pertama yang diperlakukan sebagai produk, yang konsep marketingnya 
dilakukan dengan ATL (above the line) dan BTL (below the line).

Ya, pembeli dibanjiri dengan berbagai hdiah langsung. Saya sudah punya satu, 
dan hadiah saya adalah hand body lotion dari Tje Fuk. Lumayanlah. Tadinya saya 
berharap akan mendapatkan Yaris versi USB 1 Gb sebagai hadiah, tapi ya 
sudahlah.  Bagaimana dengan Anda, dapat hadiah apa?





Regards,

-yane-



mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke