Fauzan Al-Anshari: Politisi Indonesia Terjangkit Islamophobia  Kamis, 6 Des 07 
14:29 WIB
    Kirim teman
   
  Kalangan politisi saat ini banyak yang menderita Islamophobia, bahkan lebih 
dari itu mereka bisa dikatakan telah terjangkit paranoid terhadap Islam. 
Indikasi itu tampak jelas, padaupaya untukmenjadikan Pancasila sebagai azas 
tunggal dalam RUU Partai Politik, dan dilarangnya Islam sebagai Azas Partai 
Politik.
   
  "Ini menunjukkan bahwa partai-partai besar yang saat ini eksis menghalangi 
bangkitnya umat Islam dan partai Islam untuk tampil sebagai pemimpin pada 
Pemilu 2009. Mereka telah menutup pintu bagi tampilnya tokoh-tokoh Islam yang 
sekarang ini tergabung dalam partai-partai Islam tampil dengan membawa lebel 
Islam dalam pemilu mendatang, "kata Ketua Panitia Persiapan Kepemimpinan 
Nasional (PPKN) untuk penegakan syariah Fauzan Al-Anshari menanggapi pro kontra 
Azas dalam pengesahan RUU Parpol.
   
  Padahal dalam alam demokrasi, lanjutnya, apabila nantinya partai Islam 
menang, maka otomatis pemimpinnya akan menjadi pemimpin nasional. Dan ini yang 
mereka khawatirkan, sehingga seluruh bangsa Indonesia tahu bahwa partai yang 
mewacanakan kembali ke asas Pancasila adalah partai yang pernah berkuasa dan 
gagal membawa rakyat dan bangsa Indonesia ke pintu sejahtera.
   
  Fauzan menegaskan, bagi umat Islam azas tunggalnya adalah asas Islam, bukan 
asas yang lain. Dan apabila ada umat Islam yang meragukan kebenaran azas Islam, 
apalagi hendak mencoret azas Islam dalam peta perpolitikan di Indonesia itu 
sudah tergolong orang yang musyrik, dan hukumnya murtad, karena Islam sebagai 
satu-satunya jalan kebenaran umat Islam.
   
  "Karena dalam Islam itu banyak aturan yang perlu dijalani, menyangkut 
berbagai macam sistem. Baik sistem kenegaraan, pola makan, pola hidup, pola 
kekeluargaan dan sebagainya, yang tidak bisa ditemui dalam ideologi mana pun, 
"ungkapnya.
   
  Menurutnya, politisi yang sekarang tengah membahas UU Partai Politik itu 
dihinggapi paranoid terhadap Islam. Terlebih-lebih ketika muncul wacana di 
kalangan umat Islam yang akan menampilkan Abubakar Baasyir sebagai presiden 
dari calon independen tahun 2009, mereka sudah kebakaran jenggot. "Ini yang 
harus dilawan, "tukasnya.
   
  Penolakan terhadap kembalinya ke asas tunggal Pancasila sebelumnya juga 
dilontarkan oleh Forum Umat Islam. Hal ini sebagai reaksi dari sikap beberapa 
fraksi partai besar di DPR.(novel)


 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke