11/12/07 16:50
Peter Carey Tulis Sejarah Pangeran Diponegoro

London (ANTARA News) - Sejarawan terkemuka Inggris Peter Carey menilai
Pangeran Diponegoro merupakan sosok pahlawan nasional Indonesia yang unik.

Ia adalah penganut kebatinan seperti kebanyakan orang Jawa waktu itu,
tapi sekaligus juga seorang muslim yang saleh. Sejarah juga
mencatatnya sebagai seorang pemimpin perang sabil yang gigih melawan
Belanda pada 1825-1830.

Sosok unik Pangeran Diponegoro itulah yang membuat Peter Carey
menulisnya dalam sebuah buku berjudul "The Power of Prophecy Prince
Dipanagara and The End of An Old Older in Java 1785-1855," yang
diterbitkan KITLV Press, Leiden, Belanda.

Buku biografi Pangeran Diponegoro itu akan diluncurkan Carey pada
tanggal 19 Desember mendatang.

"Selain memiliki pribadi unik, Pangeran Diponegoro (1785-1855) dikenal
sebagai ahli strategi yang ulung dalam sejarah Indonesia," ujar Peter
Carey dalam ceramahnya dihadapan anggota Perhimpunan Indonesia-Inggris
(Anglo Indonesia Society) bertempat di ruang Crutacala KBRI London,
Senin malam.

Dalam ceramahnya yang berjudul "Prince Dipanagara, Islam and the
Challenge of the West," Peter Carey menilai meskipun nama Pangeran
Diponegoro sangat terkenal di Indonesia, namun hingga kini belum ada
studi mengenai sejarah hidup secara menyeluruh pangeran yang dilahir
di Kraton Yogyakarta 11 November 1785, dengan nama kecil Bandoro Raden
Mas Ontowiryo.

Pengajar sejarah di Trinity Collage Oxford kepada ANTARA News mengakui
bahwa ia merasa memiliki hubungan batin dengan Pangeran Diponegoro,
saat pertama berkunjung ke Yogyakarta pada 1971. Saat mengenali sosok
Diponegoro, ia langsung tertarik untuk menulis sejarah putra sulung
Raden Ayu Mangkorowati (putri Bupati Pacitan) selir dari Sri Sultan
Hamengku Buwono III (HB III).

Peter Carey yang pernah melakukan penelitihan Babad Diponegoro versi
Keraton Surakarta mengambarkan Pangeran Diponegoro menyiapkan dirinya
menjadi pemimpin perang di Jawa dan menyebut dirinya sebagai Ratu Adil.

Sebelumnya Peter Carey yang memiliki istri wanita Indonesia Lina Carey
juga menulis buku yang berjudul "The British in Java, 1811-1816: A
Javanese Account", terbitan Oxford, 1992, buku tentang Timor Timur
"East Timor at the Crossroads: The Forging of a Nation" (London, 1995).

Peter Carey juga pernah melakukan penelitian masalah pendudukan
Indonesia di Timor Timur (1975-1999).

Bahkan ia juga pernah menulis buku yang berjudul "Asal Usul Perang
Jawa", "Pemberontakan Sepoy & Lukisan Raden Saleh" (2004). Carey
melihat adanya hubungan yang erat antara Raden Saleh dengan sang
pangeran yang dilukisnya ketika Pangeran Diponegoro ditangkap di Magelang.

www.antara.co.id



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke