Ketika saya masih berada dlm kandungan Ibu, ayah saya ditangkap 
dengan tuduhan PKI, karena Ibu tidak mampu dan tidak punya 
pekerjaan, maka ia berusaha untuk melakukan abortus, tetapi rupanya 
tidak berhasil 100%. Saya lahir tidak dengan tubuh seutuhnya, saya 
dilahirkan dalam keadaan cacad. Saya hanya memiliki sebuah kaki 
saja. Rupanya kehadiran saya dari awal mula di dunia ini tidak 
diharapkan dan juga tidak di inginkan. Dunia ini diciptakan hanya 
untuk orang sehat dan kaya saja. Tidak ada tempat bagi kami orang 
miskin, apalagi bagi kami orang cacad, sakit dan miskin..

Tiga tahun kemudian Ibu saya bunuh diri, karena mempunyai anak cacad 
itu; bagi Ibu ini merupakan aib dan beban tugas yang terlalu berat. 
Saya diambil ke panti asuhan.

Bagi teman-teman saya yang sehat dan yang manis, mereka menemukan 
rumah tempat tinggal baru, dirumah orang tua angkat mereka, tetapi 
tidak ada tempat bagi seorang anak cacad dirumah mereka, maklum 
mereka tidak mau mengambil anak cacad, sebagai anak angkat mereka. 
Anak cacad hanya akan mengingatkan kepada hal-hal yang jelek dan 
buruk.

Saya baru bisa jalan dalam usia 5 th, tetapi saya tidak pernah bisa 
lari, sehingga anak-anak kawan sebaya saya tidak mau mengajak saya 
turut bermain. Terlinang air mata saya keluar, ketika saya melihat 
kawan-kawan sebaya saya, mereka bisa bermain dengan orang tua mereka 
sambil tertawa riang dan ceria, tetapi saya hanya bisa melihat 
mereka dari jauh sebab tidak ada tempat bagi anak cacad dilingkungan 
anak-anak sehat.

Apakah Anda bisa membayangkan bagaimana perasaan seorang anak yang 
tidak pernah mendapatkan belaian kasih sayang? Kami juga manusia 
yang memiliki rasa haus dan lapar akan kasih sayang, tetapi tidak 
ada yang mau memberikannya kepada kami, jangankan kasih sayang, 
sapaan hangat pun tidak pernah kami dapatkan.

Apakah salah apabila saya menangis, karena saya merasa rindu ingin 
mendapatkan belaian kasih dari seorang Ibu atau seorang ayah yang 
tidak pernah saya dapatkan ataupun rasakan. Hati ini rasanya sangat 
pedih sekali, melihat anak-anak lain di belai dengan mesranya oleh 
Ibu atau Ayah mereka.

Saya yakin para pembaca masih bisa mengenang rasa belaian kasih 
sayang dari Ibu atau Ayah kandung Anda? Walaupun pada saat ini Anda 
telah dewasa, tetapi saya yakin Anda masih mendambakannya, masih 
ingin merasakannya sekali lagi, belaian kasih sayang dari Ibu dan 
Ayah kita!

Tetapi bagaimana perasaan seorang anak yang tidak pernah 
merasakannya sama sekali apa artinya belaian kasih tsb, yang hanya 
bisa melihat dari jauh saja, betapa indahnya, betapa bahagianya 
mereka yang bisa mendapatkan dan merasakan belaian kasih sayang dari 
seorang Ibu.

Saya juga sangat ingin sekali masuk sekolah, saya juga ingin turut 
bisa belajar seperti anak-anak lain, tetapi menurut ketua panti 
asuhan, percuma saja saya sekolah, karena toh dikemudian hari saya 
tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan. Maklumlah panti asuhan dimana 
saya tinggal bukannya panti asuhan dari pemerintah. Sebab pada saat 
ini di sekolahan tidak ada tempat bagi anak miskin maupun anak 
cacad. Sekolahan pada saat ini hanya untuk anak orang kaya dan hanya 
untuk anak yang sehat saja.

Permainan sepak bola hanya bisa saya ikuti sebagai penonton saja, 
walaupun rasanya ingin sekali saya bisa turut merasakan, bagaimana 
rasanya menendang bola itu, tetapi keinginan ini hanya impian yang 
tidak akan pernah bisa terwujudkan, karena tidak ada tempat bagi 
orang cacad dilapangan olah raga.

Hati saya merasa nyeri dan merasa seperti di iris-iris kalau saya 
melihat anak-anak lain naik sepeda atau main sepatu roda, karena 
untuk anak pincang tidak ada tempat dan kesempatan untuk bisa 
melakukan semuanya ini.

Ketika saya dewasa, ingin saya mempunyai penghasilan sendiri, tetapi 
tidak ada tempat dilapangan kerja untuk orang cacad, jangankan untuk 
orang cacad yang tidak berpendidikan seperti saya untuk orang 
sehatpun sudah tidak ada lowongan kerja lagi.

Sejak saya lahir sampai dewasa, tidak pernah saya bisa merasakan 
rasa kasih maupun belaian sayang dari seseorang. Perkataan kasih 
bagi saya adalah suatu hal yang abstrak yang tidak pernah mungkin 
bisa saya dapatkan maupun rasakan. Tidak ada tempat untuk kasih 
dalam dunia anak cacad.

Sebagai seorang cacad yang tidak berpendidikan, hanya ada satu jalan 
untuk kami ialah menjadi seorang pengemis, saya merasa malu untuk 
minta-minta, apakah tidak cukup aib dan cemohan yang telah saya 
terima selama hidup ini? Saya tidak mau mengalami cemohan terus-
menerus, maka dari itulah daripada saya dihina lebih baik saya 
mencari makanan di tong sampah, tetapi pada saat krismon ini; hampir 
tidak ada sisa makanan yang dibuang, sehingga sering sekali saya 
tidak bisa makan seharian penuh.

Karena dorongan rasa lapar yang tak terhingga, maka akhirnya saya 
memaksakan diri untuk memakan makanan yang telah busuk dan bau pun, 
akhirnya saya makan juga hal ini mengakibatkan saya jatuh sakit. 
Saya jatuh pingsan dan ketika saya bangun terdengar sayup-sayup 
suara irama musik dan lagu yang indah sekali disatu tempat yang 
terang....

Dan dalam keadaan sadar dan tidak sadar seakan-akan masih terdengar 
sayup-sayup suara lembut yang berkata: "Ketika Aku datang kedunia 
pun tidak ada tempat bagi-Ku, tetapi di rumah Bapa-Ku ada banyak 
tempat tinggal."

We all have different loads to bear,
Some heavy and some light;
But those who give their lives to Christ
Can trust He'll make things right.

Resentment comes from looking at others;
contentment comes from looking to God.

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org


Kirim email ke