Sinopsis "Sebuah Penantian"

From: Latifah Iriany
E-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sebagai tambahan informasi :

Bahwa Program Berjudul "Sebuah Penantian" yang akan tayang di RCTI 15 Desember 
2007 (Entah di stasiun TV lain ada apa nggak saya kurang tahu) itu adalah 
Program FTV dalam rangka Natal 2007.

Adapun sinopsis cerita dari FTV - "Sebuah Penantian" adalah sbb :

FTV NATAL 
"Sebuah Penantian"

Pemain :
. Restu Sinaga
. Nana Mirdad
. Rudi Salam
. Mario Lawalatta
. Christine Djogja
. Tessadesrada Ryza

Penata Grafis & Animasi : Triya Sudira M., Iwa Sukmawansyah, Yudha Wiyasa
Penata Artistik : Bowo
Penata Kamera : Slamet Waluyo
Ide Cerita : Sylvia T Pontoh
Penulis Skenario : Gweneal Eleazar
Casting Manager : Linda Wibisono
Penata Musik : Ilustranada
Penata Suara : Roland XP
Editor : Ricardo
Supervisi Editor : Danny AW
Pimpinan Produksi : Ika Muliana & Dipta Erlangga
Supervisi Produksi : Gammy & James Quek
Produser Pelaksana : Robert Ronny
Produser Kreatif : Sylvia T. Pontoh
Eksekutif Produser : William Conard, Charles Jonan, Dedy Abdurachman
Co-Produser : Sutanto Hartono, Stephen K. Sulistyo, Artine S. Utomo
Produser : Hary Tanoesoedibjo
Sutradara : Ron Widodo

Sinopsis Global

Aku tidak pernah tertidur
tak pernah lalai,
Tangan-Ku slalu menopang dirimu
Percaya pada-Ku, datang pada-Ku..
Ku selalu setia

EVAN kecil masih ingat ketika pertamakali, papanya-
WIMAR meninggalkan keluarganya dan memutuskan menikah
dengan janda muda. Selang beberapa tahun kemudian,
saat usaha Wimar bangkrut ia memutuskan kembali ke
RANTI (mama) dan anak-anaknya. Ranti merasa kalau
doanya telah dijawab , suaminya kembali padanya. 

Ranti setia mendampingi Wimar sampai ia berhasil lagi
dalam pekerjaannya. Wimar memang sudah bangkit dari
keterpurukan tapi dengan mudah, ia meninggalkan
keluarganya lagi. Wimar minta cerai dari Ranti. Tapi
Ranti yang anti perceraian dan percaya menikah sekali
untuk selamanya menolak untuk diceraikan. Hal itu
tidak membuat Wimar ragu untuk melakukan pernikahan
bawah tangan dengan istri ketiganya. Sudah 2 x, Wimar
meninggalkan keluarganya, sudah tertutup pula pintu
maaf Evan untuk Wimar!! Mulai saat itu, Evan mengambil
alih untuk meneruskan kewajiban Wimar untuk menjaga
dan memenuhi kehidupan keluarganya. Ia ingin
membuktikan tanpa keberadaan seorang PAPA, hidup
mereka akan jauh lebih baik!!

Dan hal ini memang terbukti!!!!!! 15 tahun kemudian...

EVAN (30) berhasil menjadi seorang pengacara muda
yang sukses . Ia juga berhasil menyekolahkan kedua
adiknya ELGA (25) dan ELSA (22) sampai tamat. EVAN
juga memenuhi kebutuhan RANTI yang sukses dengan 
usaha cateringnya. Pokoknya Evan berjuang sendiri
dari bawah, dan ini semua ia raih tanpa kehadiran 
Wimar. Sudah 15 tahun lamanya pula, mereka tidak
pernah mendengar kabar Wimar. Tapi Ranti tidak pernah
berubah untuk terus setia mendoakan suaminya agar satu
hari nanti, Wimar akan pulang dan mereka akan
berkumpul bersama lagi. 

Tidak lama lagi, Elga dan tunangannya, Robi akan
menikah. Semua persiapan menjelang pernikahan sudah
siap. Hanya saja Elga merasa ada yang kurang. Ia
mempunyai keinginan yaitu saat menikah nanti, Wimar
akan mengantarkan Elga sampai depan mimbar. Hal ini
ditentang keras oleh Evan! Mereka tidak butuh Wimar!
Evan sendiri yang akan mengantarkan Elga menghadap
mempelai pria. Elga tetap saja kekeh mencari Wimar
dan hal ini didukung penuh oleh Ranti dan Elsa.

Singkat cerita, akhirnya Elga berhasil menemukan Wimar
dengan kondisi sangat memprihatinkan. Sendirian
tinggal di kawasan kumuh, berbaring dengan kondisi
setengah lumpuh (stroke). Tidak ada yang bisa
dilakukan Wimar selain menangis sepanjang harinya.
Waktu Elga datang, Wimar tidak bisa mengenalinya.
Tidak ingin melihat Wimar terus menderita, akhirnya
Elga membawa Wimar pulang ke rumah. 

Evan marah besar waktu tahu Wimar akan tinggal di
rumahnya. Apalagi Ranti memutuskan akan merawatnya.
Bagi Evan, kesalahan Wimar sangatlah besar,
sampai-sampai seatap dengan Wimar saja ia tidak sudi.
Evan meninggalkan rumah untuk menghindari pertemuannya
dengan Wimar. Hal ini membuat Wimar makin bertambah
sedih.

Dengan penuh cinta, Ranti merawat Wimar, memandikan,
menyuapi dan menuntunnya berjalan. Sehari dalam 24 jam
tidak akan cukup bagi Ranti untuk mengasihi Wimar.
Tidak ada sedikit pun tatapan kebencian yang tersirat
dalam pandangan Ranti. Wimar makin merasa bersalah, ia
sadar kalau dahulu ia telah melepas sesuatu yang
paling berharga dalam hidupnya. Ranti yakin kalau
suatu saat nanti Evan pasti bisa memaafkannya. Sejak
itu, Wimar mulai berdoa, minta ampun pada Tuhan dan
berdoa untuk Evan. 

Pernikahan Elga dan Robi tinggal 3 hari lagi. Di lain
pihak, Elga senang kalau Wimar telah kembali tapi di
sisi lain ia sedih karena Evan mengancam tidak akan
datang kalau Wimar ada di sana. Sama dengan Ranti,
Elga juga yakin kalau kakak yang ia cintai pasti akan
membuang egonya dan mendengar hati kecilnya. 

Semenjak keluar dari rumah, Evan tinggal sendirian. Ia
merasa kehilangan Ranti, Elga dan Elsa. Keluarga yang
sangat ia cintai. Selain disibukan oleh kasus-kasus,
ia kebanyakan menyendiri di rumah sewaan. Evan jadi
ingat dengan kata-kata Ranti sebelum ia pergi dari
rumah "Papamu memang telah berbuat kesalahan, ia telah
meninggalkan kita semua tapi Tuhan mendengar doa mama,
Tuhan telah mengembalikan papa ke sisi kita. Kalau
sekarang kamu tidak bisa memaafkan kesalahan papa lalu
apa bedanya kamu sama papa??" kata-kata Ranti terus
terngiang-ngiang di kepala Evan beberapa hari ini. Ia
jadi mengingat kejadian di masa lalunya..

.. Dimana Evan remaja terus berdiri di depan pintu, 
menunggu kepulangan papanya. Setiap malam, tak lupa
Evan berdoa supaya papa mau pulang. Tetapi Tuhan belum
memulangkan papa. Sejak saat itu, Evan berhenti
mendoakan papanya supaya pulang. Bahkan lebih bagus
kalau papanya tidak perlu pulang. Karena setiap Wimar
pulang pasti akan memberikan luka lagi. Evan menangis
mengingat kejadian itu, ia berubah jadi keras hati
bukan karena Wimar tidak pernah pulang tapi karena ia
malu mengakui kalau ia sebenarnya sudah memaafkan
Wimar sejak lama. 

Pernikahan Elga berlangsung. Wimar dengan terseok-seok
mengantarkan Elga sampai depan mimbar. Semua tamu
memandang haru akan ketulusan keluarga ini. Saat
penghormatan kepada orang tua, Elga memeluk Ranti dan
Wimar dengan penuh haru. Saat itu, Evan datang dan
ikut melakukan penghormatan kepada orang tua. Evan
bersimpuh di kaki Ranti dan Wimar, minta ampun akan
semua kesalahannya dan mengakui kalau ia sangat
menyayangi Wimar sebagai papa yang sangat ia kagumi. 
Mereka pun kembali berkumpul bersama lagi.

Salam damai,

Latifah

mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke