http://www.tni-au.mil.id/headline.asp?aid=1152
*DISLITBANGAU MENYAMBUT KEMANDIRIAN PERSENJATAAN TNI *
*
* Embargo senjata yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya kepada *
TNI* beberapa waktu lalu mengakibatkan menurunnya kekuatan dan kemampuan TNI
sehingga kesiapan operasi pun mengalami hambatan. Yang sangat terpukul
dengan adanya embargo dirasakan oleh TNI Angkatan Udara. Kekuatan, kemampuan
dan kesiapan operasi TNI AU sebelumnya mencapai 85% tetapi dengan
diterapkannya embargo oleh negara produsen alutsista langsung merosot tajam
sampai sekitar 40%.
Kemerosotan kesiapan operasi TNI yang begitu tajam akibat embargo
disebabkan pemenuhan kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AU,
khususnya pesawat terbang sebesar 90 % masih menggantungkan dari negara
asing. Ketergantungan alutsista ini dikarenakan keterbatasan industri
strategi pertahanan dalam negeri, terutama belum optimalnya pemanfaatan
lembaga penelitian dan pengembangan (litbang), baik yang ada di tubuh TNI
maupun di industri pertahanan nasional dan perguruan tinggi.
Lembaga Litbang bidang persenjataan pertahanan di Indonesia dapat
dikatakan telah maju sejajar dengan negara asing produsen senjata yang
digunakan TNI. Kemampuan yang dimiliki sudah dapat menciptakan persenjataan
yang dibutuhkan TNI, baik persenjataan darat, laut, maupun udara. Hanya
sayangnya, kemampuan masing-masing lembaga litbang tersebut belum
terintegrasi dengan baik sehingga pemanfaatannya belum optimal.
Sebagai upaya menyambut kemandirian pengadaan persenjataan TNI, Dinas
Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbangau) menyelenggarakan
Forum Komunikasi Lembaga Litbang yang diikuti Balitbang Dephan,
Dislitbangad, Dislitbangal, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI), Riset dan Teknologi (Ristek), Institut
Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi "10 November" Surabaya (ITS).
Forum Komunikasi Litbang memiliki tujuan untuk mencapai terciptanya
kesamaan visi dan persepsi dalam pengembangan peralatan pertahanan, serta
meningkatkan jalinan kerjasama yang sinergis antar lembaga litbang jajaran
Dephan dengan industri strategis pertahanan nasional dan perguruan tinggi.
Sedangkan sasarannya menciptakan inovasi-inovasi agar dapat meningkatkan
kemampuan dan keandalan produk litbang serta memberdayakan industri
pertahanan nasional untuk menghilangkan ketergantungan alutsista TNI
terhadap produk luar negeri. Kegiatan Forum litbang yang digagas
Dislitbangau ini untuk menjawab komitmen pemerintah yang berupaya untuk
memberdayakan industri pertahanan nasional guna menuju proses kemandirian
bangsa dalam pengadaan persenjataan TNI, sehingga mengurangi pemborosan
penggunaan uang negara.
Dislitbangau sebagai lembaga yang bertanggung jawab pada bidang
penelitian dan pengembangan material alutsista dilingkungan TNI AU dalam
upaya meningkatkan kemampuannya telah banyak melakukan kerjasama dengan
pihak lain, diantaranya dengan PT DI dalam produksi dan perawatan sistem
senjata, PT Pindad dan CV Makmur pembuatan bom tajam dan praktis, Lapan
pembuatan propelant roket serta dengan ITB dan UGM pengembangan teknologi
kedirgantaraan. Kerjasama ditujukan untuk dapat menghasilkan produk yang
diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan dan meningkatkan kesiapan
operasional alutsista Angkatan Udara khususnya, dan mitra kerja pada
umumnya. Produk yang telah dihasilkan dari kerjasama diantaranya Bomb (jenis
BT-250, P-50 dan P-100), Roket, Pengolahan limbah hidrasin, alat uji
keretakan, simulator Real Time untuk gerak dinamik dan kontrol pesawat F-16,
baterry charger tenaga surya, helm dan parachute personel, pengolahan air
lapangan, metal fatique monitoring dan masih banyak produk lainnya.
Memperhatikan produk-produk yang telah dihasilkan Dislitbangau tidak
kalah bila dibandingkan dengan negara asing, sehingga mampu mengantarkan
kemandirian pengadaan alutsista TNI. Kini sudah saatnya memanfaatkan
industri pertahanan nasional dan lebih mengoptimalkan lembaga litbang.
Dengan kemandirian pengadaan persenjataan dari produk dalam negeri akan
menstabilkan kesiapan operasional serta memantapkan kekuatan dan kemampuan
TNI.
[Non-text portions of this message have been removed]