http://www.antara.co.id/arc/2007/12/11/tekanan-darah-tinggi-berhubungan-dengan-hilang-ingatan/

*Tekanan Darah Tinggi Berhubungan dengan Hilang Ingatan*

Washington (ANTARA News) - Orang tua yang menderita tekanan darah tinggi
lebih mungkin untuk mengalami gangguan berpikir dan belajar yang dapat
mengarah kepada penyakit hilang ingatan, kata beberapa peneliti Senin.

Tekanan darah tinggi berkaitan dengan salah satu dari dua jenis kerusakan
daya ingat ringan, kondisi yang dapat memberi tanda mengenai perkembangan
hilang ingatan, tapi bukan jenis yang berhubungan sangat erat dengan
penyakit Alzheimer, demikian suatu studi yang disiarkan di jurnal Archives
of Neurology.

Orang yang mengalami kerusakan ringan daya ingatan dapat mengalami kesulitan
bahasa, ingatan, masa perhatian atau fungsi mental lain yang cukup penting
untuk menarik perhatian orang lain dan terdeteksi dalam pemeriksaan. Satu
jenis sangat mempengaruhi ingatan, dan jenis lain tidak.

Penurunan itu tak cukup untuk mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan orang
bersangkutan tak memperlihatkan gejala lain hilang ingatan.

Orang tua yang terserang darah tinggi dalam studi itu seringkali memiliki
suatu bentuk penurunan ringan daya ingatan yang dapat menjadi pendahuluan
bagi gangguan pembuluh darah, bentuk kedua paling umum kehilangan daya
ingatan setelah serangan Alzheimer. Gangguan tersebut seringkali berhubungan
dengan strke. Tekanan darah tinggi meningkatkan resiko stroke.

"Kelihatannya tekanan darah tinggi mengarah kepada penurunan daya ingatan
yang sebenarnya bukan penurunan ingatan sesungguhnya, tapi penurunan fungsi
lain daya ingatan", terutama, kemampuan berbahasa dan kemampuan untuk
melaksanakan tugas serupa, kata Dr. Christiane Reitz dari Columbia
University Medical Center di New York, salah seorang peneliti tersebut,
dalam suatu wawancara telefon.

Para peneliti itu menelusuri 918 orang di New York, yang rata-rata berusia
76 tahun dan mengalami penurunan ringan kognitif ketika mereka memasuki
studi dari 1992 hingga 1994.

Mereka diberi ujian fisik dan kognitif ketika mereka memulai studi tersebut,
kemudian diperiksa ulang sekitar setiap 18 bulan. Perkembangan mereka
dipantau selama rata-rata 4,5 tahun. Selama masa itu, 334 di antara mereka
mengalami penurunan daya ingatan.

Mereka yang menderita tekanan darah tinggi memiliki resiko 40 persen lebih
tinggi untuk mengalami penurunan kognitif ringan, dan, terlebih lagi, 70
persen lebih mungkin untuk mengalami bentuk "non-amnestik" --yang tak
melibatkan gangguan ingatan lebih besar.

"Semua temuan ini menunjukkan bahwa pencegahan dan perawatan tekanan darah
tinggi mungkin memiliki dampak penting dalam mengurangi resiko penurunan
daya ingatan," tulis para peneliti itu.

Penelitian terdahulu tak membuat kesimpulan mengenai hubungan antara tekanan
darah tinggi dan penurunan ringan daya ingatan atau gila, kata mereka.

Studi lain yang dipusatkan pada konsekuensi kesehatan dari tekanan darah
tinggi disiarkan di jurnal Archives of Internal Medicine. Para peneliti
tersebut menelusuri sampel perwakilan nasional dari 4.646 orang dewasa.

Sebanyak tiga-perempat orang yang diteliti dan memiliki kondisi seperti
sakit jantung koroner, stroke, diabetes atau penyakit lain yang meningkatkan
resiko komplikasi sakit jantung juga memiliki tekanan darah tinggi, kata
studi tersebut. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke