bener banget, MUI kudu di denger lah, wong MUI itu produk orde baru Yang Dipertuan Soeharto..., apalagi sekarang masih banyak produk orde baru yang masih eksis dan didengerin omongannya sama rakyat indonesia. yah..salah satunya MUI.
jadi si Gus dur nih ada2 aja..., ngapain sih pake toleransi sgala.., wong toleransi, demokrasi dan persamaan hak setiap manusia itu kan produk orang kafir, justru dengan Gus dur mempraktekkan toleransi, demokrasi dan persamaan hak setiap manusia sama aja memangkas rambu-rambu moral yang selama ini dijaga oleh MUI. makanya rambu-rambu moralitas MUI harus tetap ditegakkan, supaya umat tetap didalam koridor rambu2 moralitas nya MUI. yang berbeda dengan MUI justru harus di bablas habis..., ahmadiyah atau siapapun yang berbeda.. yang berbeda harus dibablas..., tegakkan rambu2 moralitas. stop toleransi, demokrasi dan persamaan hak setiap manusia karena cuman produk orang kafir dan merusak moralitas umat. salam kebablasan... ----- Original Message ---- From: Rulita Damayanti <[EMAIL PROTECTED]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Thursday, December 13, 2007 1:19:48 PM Subject: [ppiindia] Kata Gus Dur: Presiden nurut sama MUI Kalau para ulama secara kolektif bermusyawarah untuk memunculkan fatwa demi kepentingan umat terus ndak diikuti, lah khan percuma institusi ini didirikan! Terus mau diapain negeri ini, kalau rambu-rambu moral dipangkas! Berikut pernyataan gus dur dalam kemasan berita dari gusdur.net, semoga kita tidak ketularan virus "kebablasan toleransi" . Salam RDM Membebaskan Diri dari Menghukumi Orang Jakarta, gusdur.net (http://www.gusdur. net) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengatakan menjaga kemerdekaan dari segala bentuk penjajahan adalah sangat penting. Bahkan dia mengingatkan, bahwa orang mudah sekali menjadi penjajah orang lain tanpa disadari.. Demikian Gus Dur dalam Halal bi Halal Lintas Iman; Menuju Indonesia Tanpa Kekerasan, di Aula Universitas Paramadina Mulya, Jumat (9/11/07) malam. Penjajahan yang dimaksud Gus Dur bisa terjadi dalam ranah apa saja. Misalnya keluarga. Saya ini termasuk generasi yang sial. Waktu anak-anak dijajah orang tua. Habis itu dijajah anak. Kapan saya bisa jadi penjajah? seloroh Gus Dur mengutip kata-kata pamannya, KH. Yusuf Hasyim. Dia mengaku merasa bahagia dapat hadir dalam acara itu karena bisa berada di tengah-tengah orang-orang yang seperjeuangan. Dengan orang dan teman-teman yang menjaga kemerdekaan dari penjajahan dalam segala bentuknya, tutur Gus Dur disambut gemuruh tepuk tangan. Dalam kesempatan itu, Gus Dur menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang tersesat karena Fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI) dijadikan acuan dalam keputusan negara. Dia menerima hasil keputusan MUI yang menganggap bahwa ada (aliran) yang tersesat, tegasnya. Padahal MUI, menurut Gus Dur, juga tersesat karena tidak mau mempelajari persoalan lebih dulu sebelum memutuskan pendapat. Ini kan kesesatan yang paling besar. Perbedaan dalam berbagai hal termasuk aliran dan agama, kata mantan Presiden RI ini, sebaiknya diterima karena itu bukan sesuatu masalah. Jika sudah bisa menerima perbedaan maka akan lebih terbuka dalam berdialog, bahkan kata Gus Dur, lahir lelucon seperti yang dilontarkan seorang kyai, bhiksu, dan pendeta. Pendeta mengatakan; Kami dekat sekali dengan Tuhan. Jadi kami memangil Tuhan Anak, Tuhan Bapak. Si bhiksu menimpali; Kami juga dekat. Bukan manggil Bapak, tapi Om. Lha bagaimana dengan Anda, pak kyai? Pak Kyai menjawab; Boro-boro deket, manggil-nya aja mesti pake menara, urai Gus Dur diiringi tawa seisi ruangan. Dalam hal perbedaan aliran, Gus Dur juga mengkritik penyesatan MUI Tasikmalaya terhadap aliran Wahidiyah. Padahal Gus Dur pernah diajak ke tempat pendiri Wahidiyah KH Abdul Majid tiga kali oleh kakeknya, KH Bisri Syansuri, salah satu ahli fikih di Nahdlatul Ulama. Kyai Bisri sendiri tidak pernah memberikan komentar apa-apa, termasuk soal sesat tidaknya aliran tersebut, ungkap Gus Dur. Karena itulah Gus Dur mengikuti sikap itu. Sikap membebaskan diri dari menghukumi orang. Menurut Gus Dur, Tuhan lah yang menciptakan ke-bhineka-an, salah satunya adalah dengan adanya Firman Allah Saw lakum dinukum wa liya din (bagimu agamamu dan bagiku agamaku). Tiap orang berhak memiliki keyakinan sendiri, pungkasnya. ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Sent from Yahoo! Mail - a smarter inbox http://uk.mail. yahoo.com ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo..com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

