Komentar ah!

--- In [email protected], Rulita Damayanti 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
[delete]
> 
> Membebaskan Diri dari Menghukumi Orang
>  
> Jakarta, gusdur.net (http://www.gusdur.net)
> 
> KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengatakan menjaga kemerdekaan dari 
segala bentuk penjajahan adalah sangat penting. Bahkan dia 
mengingatkan, bahwa orang mudah sekali menjadi penjajah orang lain 
tanpa disadari.
> 
> Demikian Gus Dur dalam Halal bi Halal Lintas Iman; Menuju 
Indonesia Tanpa Kekerasan, di Aula Universitas Paramadina Mulya, 
Jumat (9/11/07) malam.
> Penjajahan yang dimaksud Gus Dur bisa terjadi dalam ranah apa 
saja. Misalnya keluarga.
> “Saya ini termasuk generasi yang sial. Waktu anak-anak dijajah 
orang tua. Habis itu dijajah anak. Kapan saya bisa jadi penjajah?” 
seloroh Gus Dur mengutip kata-kata pamannya, KH. Yusuf Hasyim.

Lina:
GD saja mengaku bhw dia adalah generasi sial. Wong dari generasi 
sial kok didenger. Isinya kan sesalan dan kesialan melulu. Salah 
satu kesialan yang dia tidak akui adalah menjadi Presiden RI cuma 
sbentar...:-). Makanya siapapun presidennya di negara ini (kecuali 
dirinya sendiri), tentu akan trus digonjang-ganjing. Kesempatan tuk 
jadi Presiden lagi.

> Dia mengaku merasa bahagia dapat hadir dalam acara itu karena bisa 
berada di tengah-tengah orang-orang yang seperjeuangan. “Dengan 
orang dan teman-teman yang menjaga kemerdekaan dari penjajahan dalam 
segala bentuknya,” tutur Gus Dur disambut gemuruh tepuk tangan.
> Dalam kesempatan itu, Gus Dur menilai Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono sedang tersesat karena Fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI) 
dijadikan acuan dalam keputusan negara. “Dia menerima hasil 
keputusan MUI yang menganggap bahwa ada (aliran) yang tersesat,” 
tegasnya.

> Padahal MUI, menurut Gus Dur, juga tersesat karena tidak mau 
mempelajari persoalan lebih dulu sebelum memutuskan pendapat. “Ini 
‘ kan kesesatan yang paling besar.”

Lina: Trus, GD sendiri mau belajar dari mana? para pembisik???

> Perbedaan dalam berbagai hal termasuk aliran dan agama, kata 
mantan Presiden RI ini, sebaiknya diterima karena itu bukan sesuatu 
masalah.

Lina: Buat pribadi sih betul. Buat Negara, kalau hal2 spt ini 
nyatanya membuat resah?

> Jika sudah bisa menerima perbedaan maka akan lebih terbuka dalam 
berdialog, bahkan kata Gus Dur, lahir lelucon seperti yang 
dilontarkan seorang kyai, bhiksu, dan pendeta.
> “Pendeta mengatakan; Kami dekat sekali dengan Tuhan. Jadi kami 
memangil Tuhan Anak, Tuhan Bapak. Si bhiksu menimpali; Kami juga 
dekat. Bukan manggil Bapak, tapi Om. Lha bagaimana dengan Anda, pak 
kyai? Pak Kyai menjawab; Boro-boro deket, manggil-nya aja mesti pake 
menara,” urai Gus Dur diiringi tawa seisi ruangan.
> Dalam hal perbedaan aliran, Gus Dur juga mengkritik penyesatan MUI 
Tasikmalaya terhadap aliran Wahidiyah.
> Padahal Gus Dur pernah diajak ke tempat pendiri Wahidiyah KH Abdul 
Majid tiga kali oleh kakeknya, KH Bisri Syansuri, salah satu ahli 
fikih di Nahdlatul Ulama.
> “Kyai Bisri sendiri tidak pernah memberikan komentar apa-apa, 
termasuk soal sesat tidaknya aliran tersebut,” ungkap Gus Dur.
> Karena itulah Gus Dur mengikuti sikap itu. “Sikap membebaskan 
diri dari menghukumi orang.”

Lina: Nah kakeknya GD memang bijak kalau beliau tidak memberikan 
komentar apa-apa. Tapi kalo GD apa dia juga tidak memberikan 
komentar apa-apa? Bukankah dikenal komentar2 GD itu sangat 
mengundang kontroversi? Dimana GD mengikuti sikap kakeknya? 
Mengatakam MUI sesat apa bukan menghukumi?

Bisa dimaklumi kalo kakek GD demikian bijak, krn gak punya syahwat 
jadi Presiden.
  
> Menurut Gus Dur, Tuhan lah yang menciptakan ke-bhineka-an, salah 
satunya adalah dengan adanya Firman Allah Saw ‘lakum dinukum wa 
liya din’ (bagimu agamamu dan bagiku agamaku).
> “Tiap orang berhak memiliki keyakinan sendiri,” pungkasnya.

Lina: Betul. Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Makanya kalo mau buat 
agama baru, ya pake nama baru aja. Jadi, aman. Selama memakai nama 
Islam, Kristen, or etc..pastinya akan ditambah-tambahkan "sempalan".

Buat saya sih, GD ini cuma mau menarik perhatian dan sebuah 
kesempatan.


> 
> 
>       __________________________________________________________
> Sent from Yahoo! Mail - a smarter inbox http://uk.mail.yahoo.com
>


Kirim email ke