Salam kebablasan juga, he...he.. Kalau Gustavo Guiterez terkenal dengan theologi pembebasan-nya (liberation theology), nah yang ini lain, yang punya gus dur ini namanya THEOLOGI PEMBABLASAN.
Ya memang benar, MUI produk orde baru, tapi itu khan institusinya, brainware nya lama-lama khan sadar juga! Beberapa fatwa MUI beberapa saat yang lalu malah banyak berseberangan dengan pemerintah. Ya semoga saja bisa menjadi lembaga yang independent, tidak dikotori kepentingan-kepentingan politik. Karena dalam struktur kepengurusannya sekarang ada beberapa politikus disitu, seperti slamet effendi yusuf (DPR/Golkar). Oh iya koq pakai nama freedom of mind, semoga namanya tidak mempengaruhi untuk bersikap kebablasan juga! Thanks freedom of mind Freedom Of Mind wrote: > bener banget, > MUI kudu di denger lah, wong MUI itu produk orde baru Yang Dipertuan > Soeharto..., apalagi sekarang masih banyak produk orde baru yang masih eksis > dan didengerin omongannya sama rakyat indonesia. yah..salah satunya MUI. > jadi si Gus dur nih ada2 aja..., ngapain sih pake toleransi sgala.., wong > toleransi, demokrasi dan persamaan hak setiap manusia itu kan produk orang > kafir, justru dengan Gus dur mempraktekkan toleransi, demokrasi dan persamaan > hak setiap manusia sama aja memangkas rambu-rambu moral yang selama ini > dijaga oleh MUI. > makanya rambu-rambu moralitas MUI harus tetap ditegakkan, supaya umat tetap > didalam koridor rambu2 moralitas nya MUI. > yang berbeda dengan MUI justru harus di bablas habis..., ahmadiyah atau > siapapun yang berbeda.. > yang berbeda harus dibablas..., tegakkan rambu2 moralitas. > stop toleransi, demokrasi dan persamaan hak setiap manusia karena cuman > produk orang kafir dan merusak moralitas umat. > salam kebablasan... > ----- Original Message ---- > From: Rulita Damayanti <[EMAIL PROTECTED]> > To: "[email protected]" <[email protected]> > Sent: Thursday, December 13, 2007 1:19:48 PM > Subject: [ppiindia] Kata Gus Dur: Presiden nurut sama MUI > Kalau para ulama secara kolektif bermusyawarah untuk memunculkan fatwa demi > kepentingan umat terus ndak diikuti, lah khan percuma institusi ini > didirikan! Terus mau diapain negeri ini, kalau rambu-rambu moral dipangkas! > Berikut pernyataan gus dur dalam kemasan berita dari gusdur..net, semoga kita > tidak ketularan virus "kebablasan toleransi" . > Salam > RDM > Membebaskan Diri dari Menghukumi Orang > > Jakarta, gusdur.net (http://www.gusdur. net) > KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengatakan menjaga kemerdekaan dari segala > bentuk penjajahan adalah sangat penting. Bahkan dia mengingatkan, bahwa orang > mudah sekali menjadi penjajah orang lain tanpa disadari.. > Demikian Gus Dur dalam Halal bi Halal Lintas Iman; Menuju Indonesia Tanpa > Kekerasan, di Aula Universitas Paramadina Mulya, Jumat (9/11/07) malam. > Penjajahan yang dimaksud Gus Dur bisa terjadi dalam ranah apa saja. Misalnya > keluarga. > “Saya ini termasuk generasi yang sial. Waktu anak-anak dijajah orang tua. > Habis itu dijajah anak. Kapan saya bisa jadi penjajah?” seloroh Gus Dur > mengutip kata-kata pamannya, KH. Yusuf Hasyim. > Dia mengaku merasa bahagia dapat hadir dalam acara itu karena bisa berada di > tengah-tengah orang-orang yang seperjeuangan. “Dengan orang dan teman-teman > yang menjaga kemerdekaan dari penjajahan dalam segala bentuknya,” tutur Gus > Dur disambut gemuruh tepuk tangan. > Dalam kesempatan itu, Gus Dur menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono > sedang tersesat karena Fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI) dijadikan acuan > dalam keputusan negara. “Dia menerima hasil keputusan MUI yang menganggap > bahwa ada (aliran) yang tersesat,” tegasnya. > Padahal MUI, menurut Gus Dur, juga tersesat karena tidak mau mempelajari > persoalan lebih dulu sebelum memutuskan pendapat. “Ini ‘ kan kesesatan yang > paling besar.” > Perbedaan dalam berbagai hal termasuk aliran dan agama, kata mantan Presiden > RI ini, sebaiknya diterima karena itu bukan sesuatu masalah. > Jika sudah bisa menerima perbedaan maka akan lebih terbuka dalam berdialog, > bahkan kata Gus Dur, lahir lelucon seperti yang dilontarkan seorang kyai, > bhiksu, dan pendeta. > “Pendeta mengatakan; Kami dekat sekali dengan Tuhan. Jadi kami memangil Tuhan > Anak, Tuhan Bapak. Si bhiksu menimpali; Kami juga dekat. Bukan manggil Bapak, > tapi Om. Lha bagaimana dengan Anda, pak kyai? Pak Kyai menjawab; Boro-boro > deket, manggil-nya aja mesti pake menara,” urai Gus Dur diiringi tawa seisi > ruangan. > Dalam hal perbedaan aliran, Gus Dur juga mengkritik penyesatan MUI > Tasikmalaya terhadap aliran Wahidiyah. > Padahal Gus Dur pernah diajak ke tempat pendiri Wahidiyah KH Abdul Majid tiga > kali oleh kakeknya, KH Bisri Syansuri, salah satu ahli fikih di Nahdlatul > Ulama.. > “Kyai Bisri sendiri tidak pernah memberikan komentar apa-apa, termasuk soal > sesat tidaknya aliran tersebut,” ungkap Gus Dur. > Karena itulah Gus Dur mengikuti sikap itu. “Sikap membebaskan diri dari > menghukumi orang.” > Menurut Gus Dur, Tuhan lah yang menciptakan ke-bhineka-an, salah satunya > adalah dengan adanya Firman Allah Saw ‘lakum dinukum wa liya din’ (bagimu > agamamu dan bagiku agamaku). > “Tiap orang berhak memiliki keyakinan sendiri,” pungkasnya. > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > Sent from Yahoo! Mail - a smarter inbox http://uk.mail. yahoo.com > > ____________________________________________________________________________________ > Be a better friend, newshound, and > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. > http://mobile.yahoo..com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ > [Non-text portions of this message have been removed] > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups..yahoo.com/group/ppiindia > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > Individual Email | Traditional > http://docs.yahoo.com/info/terms/ > ___________________________________________________________ Support the World Aids Awareness campaign this month with Yahoo! For Good http://uk.promotions.yahoo..com/forgood/

