yup...dalam hal ini saya setuju banget sama bu rulita.., gus dur emang 
kebablasan, kebablasan toleransi maksudnya...., toleransi harus milih lah..., 
kalo udah toleransi untuk semua kalangan yah..namanya toleransi kebablasan.., 
jadi jangan toleransi sama smua..harus dipilih mo toleransi sama pihak yang 
mana...., lebih baik sih toleransi sama pihak sendiri yang sama lah..,daripada 
sama pihak yang beda. , kalo toleransi sama pihak yang berbeda namanya bukan 
toleransi tapi kebablasan.

gus dur mungkin keblinger sama toleransi bablas, demokrasi dan persamaan hak 
setiap manusia yang mana produk kafir, jadi dia kebablasan deh....

untung ada MUI, kalo gak ada MUI..bisa2 semua umat pada ikutan kayak gus dur 
dunk yang mempraktekkan toleransi bablas , demokrasi dan persamaan hak setiap 
manusia..., alhamdullilah MUI cepat bertindak. MUI yah seperti tulisan ibu 
dibawah ini walaupun produk orde baru tapi itu kan institusinya..braiwarenya 
lama2 sadar juga.., yah insya alloh ya..bu..cepet sadar...

dan semoga MUI bisa menjadi lembaga yang independent tidak dikotori kepentingan 
politik. insya alloh.

gus dur...gus dur, mesti nya gus dur tuh berguru sama ustad abu bakar baazir, 
biar bisa di brain wash lah dari produk2 pemikiran kafir. mudah2an ke depannya 
gus dur introspeksi diri lah dan mungkin bisa berguru sama ustad abu bakar 
baazir, pasti deh setelah itu gus dur gak kebablasan lagi..., gak ada praktek 
toleransi bablas, demokrasi dan persamaan hak setiap manusia...

yah.smoga gus dur tidak lagi praktek toleransi bablas, demokrasi dan persamaan 
hak setiap manusia..karena hal2 tersebut adalah produk kebablasan.

insya alloh.

salam insya alloh




----- Original Message ----
From: Rulita Damayanti <[EMAIL PROTECTED]>
To: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Thursday, December 13, 2007 4:50:33 PM
Subject: Re: [ppiindia] Kata Gus Dur: Presiden nurut sama MUI

Salam kebablasan juga, he...he.. Kalau Gustavo Guiterez terkenal dengan 
theologi pembebasan-nya (liberation theology), nah yang ini lain, yang punya 
gus dur ini namanya THEOLOGI PEMBABLASAN.

Ya memang benar, MUI produk orde baru, tapi itu khan institusinya, brainware 
nya lama-lama khan sadar juga! Beberapa fatwa MUI beberapa saat yang lalu malah 
banyak berseberangan dengan pemerintah. Ya semoga saja bisa menjadi lembaga 
yang independent, tidak dikotori kepentingan- kepentingan politik. Karena dalam 
struktur kepengurusannya sekarang ada beberapa politikus disitu, seperti slamet 
effendi yusuf (DPR/Golkar) .

Oh iya koq pakai nama freedom of mind, semoga namanya tidak mempengaruhi untuk 
bersikap kebablasan juga! Thanks freedom of mind

Freedom Of Mind wrote: 
> bener banget,
> MUI kudu di denger lah, wong MUI itu produk orde baru Yang Dipertuan 
> Soeharto..., apalagi sekarang masih banyak produk orde baru yang masih eksis 
> dan didengerin omongannya sama rakyat indonesia. yah..salah satunya MUI. 
> jadi si Gus dur nih ada2 aja..., ngapain sih pake toleransi sgala.., wong 
> toleransi, demokrasi dan persamaan hak setiap manusia itu kan produk orang 
> kafir, justru dengan Gus dur mempraktekkan toleransi, demokrasi dan persamaan 
> hak setiap manusia sama aja memangkas rambu-rambu moral yang selama ini 
> dijaga oleh MUI.
> makanya rambu-rambu moralitas MUI harus tetap ditegakkan, supaya umat tetap 
> didalam koridor rambu2 moralitas nya MUI. 
> yang berbeda dengan MUI justru harus di bablas habis..., ahmadiyah atau 
> siapapun yang berbeda..
> yang berbeda harus dibablas..., tegakkan rambu2 moralitas. 
> stop toleransi, demokrasi dan persamaan hak setiap manusia karena cuman 
> produk orang kafir dan merusak moralitas umat.
> salam kebablasan.. .
> ----- Original Message ----
> From: Rulita Damayanti <rulita_dm2000@ yahoo.co. uk>
> To: "[EMAIL PROTECTED] s.com" <[EMAIL PROTECTED] s.com>
> Sent: Thursday, December 13, 2007 1:19:48 PM
> Subject: [ppiindia] Kata Gus Dur: Presiden nurut sama MUI
> Kalau para ulama secara kolektif bermusyawarah untuk memunculkan fatwa demi 
> kepentingan umat terus ndak diikuti, lah khan percuma institusi ini 
> didirikan! Terus mau diapain negeri ini, kalau rambu-rambu moral dipangkas!
> Berikut pernyataan gus dur dalam kemasan berita dari gusdur..net, semoga kita 
> tidak ketularan virus &quot;kebablasan toleransi&quot; .
> Salam 
> RDM
> Membebaskan Diri dari Menghukumi Orang
> 
> Jakarta, gusdur.net (http://www.gusdur. net)
> KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengatakan menjaga kemerdekaan dari segala 
> bentuk penjajahan adalah sangat penting. Bahkan dia mengingatkan, bahwa orang 
> mudah sekali menjadi penjajah orang lain tanpa disadari..
> Demikian Gus Dur dalam Halal bi Halal Lintas Iman; Menuju Indonesia Tanpa 
> Kekerasan, di Aula Universitas Paramadina Mulya, Jumat (9/11/07) malam.
> Penjajahan yang dimaksud Gus Dur bisa terjadi dalam ranah apa saja. Misalnya 
> keluarga.
> “Saya ini termasuk generasi yang sial. Waktu anak-anak dijajah orang tua. 
> Habis itu dijajah anak. Kapan saya bisa jadi penjajah?” seloroh Gus Dur 
> mengutip kata-kata pamannya, KH. Yusuf Hasyim.
> Dia mengaku merasa bahagia dapat hadir dalam acara itu karena bisa berada di 
> tengah-tengah orang-orang yang seperjeuangan. “Dengan orang dan teman-teman 
> yang menjaga kemerdekaan dari penjajahan dalam segala bentuknya,” tutur Gus 
> Dur disambut gemuruh tepuk tangan.
> Dalam kesempatan itu, Gus Dur menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
> sedang tersesat karena Fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI) dijadikan acuan 
> dalam keputusan negara. “Dia menerima hasil keputusan MUI yang menganggap 
> bahwa ada (aliran) yang tersesat,” tegasnya.
> Padahal MUI, menurut Gus Dur, juga tersesat karena tidak mau mempelajari 
> persoalan lebih dulu sebelum memutuskan pendapat. “Ini ‘ kan kesesatan yang 
> paling besar.”
> Perbedaan dalam berbagai hal termasuk aliran dan agama, kata mantan Presiden 
> RI ini, sebaiknya diterima karena itu bukan sesuatu masalah.
> Jika sudah bisa menerima perbedaan maka akan lebih terbuka dalam berdialog, 
> bahkan kata Gus Dur, lahir lelucon seperti yang dilontarkan seorang kyai, 
> bhiksu, dan pendeta.
> “Pendeta mengatakan; Kami dekat sekali dengan Tuhan. Jadi kami memangil Tuhan 
> Anak, Tuhan Bapak. Si bhiksu menimpali; Kami juga dekat. Bukan manggil Bapak, 
> tapi Om. Lha bagaimana dengan Anda, pak kyai? Pak Kyai menjawab; Boro-boro 
> deket, manggil-nya aja mesti pake menara,” urai Gus Dur diiringi tawa seisi 
> ruangan.
> Dalam hal perbedaan aliran, Gus Dur juga mengkritik penyesatan MUI 
> Tasikmalaya terhadap aliran Wahidiyah.
> Padahal Gus Dur pernah diajak ke tempat pendiri Wahidiyah KH Abdul Majid tiga 
> kali oleh kakeknya, KH Bisri Syansuri, salah satu ahli fikih di Nahdlatul 
> Ulama...
> “Kyai Bisri sendiri tidak pernah memberikan komentar apa-apa, termasuk soal 
> sesat tidaknya aliran tersebut,” ungkap Gus Dur.
> Karena itulah Gus Dur mengikuti sikap itu. “Sikap membebaskan diri dari 
> menghukumi orang.”
> Menurut Gus Dur, Tuhan lah yang menciptakan ke-bhineka-an, salah satunya 
> adalah dengan adanya Firman Allah Saw ‘lakum dinukum wa liya din’ (bagimu 
> agamamu dan bagiku agamaku).
> “Tiap orang berhak memiliki keyakinan sendiri,” pungkasnya.
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Sent from Yahoo! Mail - a smarter inbox http://uk.mail. yahoo.com
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Be a better friend, newshound, and 
> know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile. yahoo..com/ 
> ;_ylt=Ahu06i62sR 8HDtDypao8Wcj9tA cJ 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* 
> *********
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups. .yahoo.com/ 
> group/ppiindia
> ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* 
> *********
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Mohon Perhatian:
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://ppi-india. blogspot. com 
> 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@ yahoogroups. com
> 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@ yahoogroups. com
> 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@ yahoogroups. com
> 
> Yahoo! Groups Links
> Individual Email | Traditional
> http://docs. yahoo.com/ info/terms/
> 

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Support the World Aids Awareness campaign this month with Yahoo! For Good 
http://uk.promotion s.yahoo.. com/forgood/





      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke