http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0712/14/124327.htm
*Bifidobacterium animalis, Bakteri Sahabat Wanita * JAKARTA, KCM - Area pencernaan adalah wilayah kompleks dengan fungsi yang begitu banyak dan berhubungan satu sama lainnya. Sistem pencernaan atau gastrointestin adalah sistem organ dalam yang berfungsi menerima makanan kemudian mencernanya menjadi energi lalu mengeluarkan sisanya. Proses ini menjadikan usus sebagai tempat transit bagi setiap makanan yang masuk. Gangguan pencernaan kerapkali kita alami yang muncul akibat makanan mengalami waktu transit lebih lama dari biasanya. Ini adalah waktu yang dibutuhkan sisa makanan yang dicerna usus untuk dibuang lewat proses buang air besar. Tertundanya waktu transit menimbulkan ketidaknyamanan secara fisik maupun psikologis. Gejalanya seperti perut kembung, badan terasa berat, pusing-pusing maupun rasa nyeri saat buang air besar. Pola makan tak sehat turut berkontribusi terhadap gangguan pencernaan. Konsumsi lemak berlebihan serta makanan rendah serat merupakan salah satu penyebab lamanya makanan berada di usus. Normalnya, rata-rata waktu transit sekitar 24 jam. Waktu lebih banyak dihabiskan ketika sisa asupan berada di dalam usus. Waktu transit bagi setiap individu berbeda tergantung pola makan, umur, jenis kelamin dan lingkungannya. Namun tak hanya itu saja, proses pencernaan makanan hingga pembuangan sisa pencernaan dapat dipengaruhi juga oleh mikroflora yang tumbuh di dalam usus. Waktu transit yang melebihi waktu normal mengakibatkan dampak buruk, baik dalam jangka pendek, seperti konstipasi dan dehidrasi pada sistem pencernaan maupun kanker usus sebagai dampak jangka panjang. Meski sejauh ini penyebab kanker usus besar belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa hal yang diduga kuat berpotensi memunculkan penyakit ganas ini, yaitu cara diet yang salah. Menarik untuk diperhatikan bahwa penyebab kanker pun dapat bermula dari pola makan yang salah yang mengakibatkan terhambatnya sistem pembuangan di dalam usus hingga menimbulkan senyawa karsinogenik dalam tubuh yang berpotensi mengakibatkan kanker. Mikroflora usus dan pembuangan Banyak penelitian membuktikan bahwa mikroflora di dalam usus dapat melancarkan pencernaan. Penelitian-penelitian yang dilakukan biasanya terfokus pada efek produk fermentasi yang mengandung probiotik. Probiotik berfungsi sebagai suplemen makanan yang mengandung bakteri atau jamur yang menguntungkan kesehatan usus. Saat ini probiotik dapat ditemukan dalam berbagai produk, misalnya yogurt. Telah dibuktikan bahwa kultur bakteri probiotik membantu flora susu alamiah untuk mempertahankan daya tahan usus terhadap mikro organisme penyebab penyakit. Penelitian mengenai dampak positif dari mikroflora dalam usus bukan lagi hal baru. Jenis bakteri pun semakin banyak ditemukan oleh para ahli. Demikian pula dengan Bifidobacterium animalis DN-173 010. Melalui satu penelitian yang dilakukan Danone melibatkan 72 orang dewasa, 25-35 tahun selama 14 hari, terbukti bahwa bakteri jenis ini memiliki kelebihan cukup signifikan dibanding jenis lain. Susu fermentasi yang mengandung Bifidobacterium animalis DN-173 010 terbukti dapat mengurangi waktu transit dalam tubuh manusia sebanyak 21-50% dibanding susu fermentasi dengan kandungan bakteri lain. Dari riset itu terungkap, meski Bifidobacterium animalis yang terdapat pada produk susu fermentasi telah melalui proses pemanasan, namun bakteri tetap dapat hidup bahkan berkembang sesuai fungsinya. Untuk membuktikan kelebihan Bifidobacterium animalis DN-173 010, dilakukan pula penelitian yang melibatkan 36 wanita sehat (umur 27 tahun) yang diberikan susu fermentasi dengan kandungan bakteri Bifidobacterium animalis DN-173 010, selama 10 hari dan hasilnya bakteri ini mampu memperpendek waktu transit secara signifkan. Dari beberapa riset itu bisa diambil kesimpulan bahwa Bifidobacterium animalis tak hanya menghindarkan kita dari gangguan pencernaan. Namun bakteri ini ternyata efektif pula untuk menurunkan risiko munculnya kanker terutama pada wanita. Oleh karena itu, mulailah mengembangkan pola hidup sehat dengan cara menyeimbangkan mikroflora bakteri baik dalam usus dengan mengkonsumi probiotik untuk menjaga ketahanan tubuh agar tidak mudah sakit. Penulis: ac/* [Non-text portions of this message have been removed]

