Kisah pemaksaan untuk jadi nasabah Bank Muammalat
----- Original Message ----- From: subagyo sh To: Media Jatim ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; antara ; KAU antiutang ; Ari-Sby-Pagi ; BaliPost ; bdm ; Teddy Beritajatim ; Elsam ; Fajar ; Komnas HAM ; sinar harapan ; HukumOnline ; Imparsial ; Seputar Indonesia ; Peduli Indonesia ; Bisnis Indonesia ; Walhi Jatim ; Kompas Jatim ; Jawapos ; [EMAIL PROTECTED] ; KedaulatanRakyat ; Kompas ; [EMAIL PROTECTED] ; Duta Masyarakat ; Suara Merdeka ; [EMAIL PROTECTED] ; ghufron OfficeBox ; Bali Pos ; radarsurabaya ; Delta FM Radio ; Pikiran Rakyat ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; lbh sby ; Agus SCTV ; SindoJatim ; Radio Sonora ; Aliansi Jurnalis Independen Surabaya ; Surabaya Sore ; SurabayaPagi ; SurabayaPost ; Surya ; [EMAIL PROTECTED] ; tempo ; tempokoran ; TempoMajalah ; VHR Sent: Saturday, December 15, 2007 8:22 PM Subject: [media-jatim] Fasisme merebak di kampus Ada kabar begini: - Aksi sekitar 50 mahasiswa Universitas Islam Darul Ulum Lamongan (Unisda) yang lalu berbuah skorsing 2 semester kepada koordinator aksi bernama Ari Hidayat yang mengadu kepada kami untuk meminta dukungan. Aksi tersebut menolak M o U Unisda dengan Bank Muamalat yang berbuah 'kewajiban' bagi setiap civitas akademika untuk memunyai ATM Muamalat. Mereka tidak setuju sebab banyak latar belakang mahasiswa dan dosen yang 'tak mampu' mengisi rekening. Selain itu, ada kesan 'bisnis' yang mengorbankan dunia akademik. Masak manusia kok dipaksa buka rekening dan bikin ATM, di Bank Syariat lagi. Ini fasisme kapitalisme (dibungkus syariah) masuk kampus. Seperti skorsing kepada mahasiswa ITS dalam kasus blethok Lapindo itu. - Ada edaran dari Universitas Airlangga Surabaya yang meminta para PKL yang berada di trotoar luar pagar Unair untuk hengkang, tapi tak ada solusi yang bagus. Kampus mestinya membina masyarakat, bukan membinasakan masyarakat. Tapi rekan-rekan, termasuk mahasiswa, lagi bernegosiasi, mengusahakan cara yang lebih baik untuk tidak menggusur pada PKL begitu saja. Repot juga. Kita maunya tertib, bersih dan rapi, tapi mestinya ada cara untuk membuat 'keruwetan' menjadi keindahan. Misalnya, pengaturan artistik para PKL yang mestinya potensial untuk 'diwisatakan' menjadi pusat-pusat kuliner masyarakat, dengan tidak menganggu jalan lalu lintas. Tolong dong yang punya ide bagus bisa dibahas bersama untuk diusulkan kepada 'para penguasa' dengan persetujuan para PKL itu. Para mahasiswa mulai banyak yang berjaring, ngrasani praktik otoritarianisme akibat bisnis akademik yang semakin meresahkan. (Ada bisnis militer, ada bisnis akademik). Di Unair, banyak dosen yang 'lama' dirindukan para mahasiswa sebab rupanya mengajar di kampus berubah menjadi pekerjaan sampingan, yang utama di luar. Ya, ngompreng boleh saja asal tidak lupa tugas utamanya untuk mendidik. Pendapat dapat disampaikan di Sekretariat komunitas di Rumah Pucang Jl. Pucang Anom Timur II / 21 Surabaya atau melalui alamat email ini dan [EMAIL PROTECTED] Salam! Subagyo, LHKI Surabaya, Aliansi Pembela Rakyat (APR). [EMAIL PROTECTED], 081615461567. ------------------------------------------------------------------------------ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.17.2/1184 - Release Date: 14/12/2007 11:29 [Non-text portions of this message have been removed]

