ya benar itu mbak patricia! Format politik Indonesia di era reformasi ini 
memang sudah kayak preman. Bukan perjuangan ideologis lagi, 
POLITIK SUSU PERAH.. Toh untuk cari kekuasaan demi tebalnya kantong khan demi 
anak cucu juga.

Salam,
RDM

[EMAIL PROTECTED] wrote: 
>             Ass wr wb. 
> Ada Artikel menarik, 
> Artikel dengan judul Cara Gampang Membunuh KPK, 
> silahkan klik aja http://www.Transpar ansi.or.id/ ?pilih=lihatkolo m&id=69. 
> Keraguan masyarakat dengan kapabiltas anggota KPK yang baru memang wajar, 
> mengingat jadi dan tidaknya mereka jadi anggota ada ditangan para wakil 
> rakyat (yg esensinya lebih cenderung berposisi sebagai WAKIL PARPOL). 
> Kepentingan parpol kini khan sudah bias, tidak ideologi centris lagi, serta 
> merta untuk mencari kekuasaanl 
> Yang namanya balas budi itu pasti ada dong, wong dikasih posisi koq nggak 
> kasih balasan yang setimpal. 
> Ironisnya, kalau yang minta posisi itu melamar ke fraksi parpol, wah ini 
> lebih sempurna lagi, bukan saja  political interest, tapi titipan proteksi 
> untuk kader-kader parpol yang pegang jabatan di birokrasi pemerintahan maupun 
> BUMN. Karena bagaimanapun juga, praktik SUSU PERAH tidak akan lenyap dari 
> kebiasaan parpol. 
> Semakin banyak kadernya jadi pejabat, nah produksi susunya semakin melimpah. 
> Nah, ini beratnya KPK sekarang ini kalau ditunjuk DPR yang notabene muatan 
> kepentingan parpolnya yang menonjol. 
> Salam, 
> Patricia 
> Wass wr wb. 
>      



      __________________________________________________________
Sent from Yahoo! Mail - a smarter inbox http://uk.mail.yahoo.com


Kirim email ke