hemm.... rasanya masih ada sekoper bahan buat menunjukkan borok lain asian agri dan grup raja garuda mas.
tunggulah tanggal mainnya. > > Ken has left a new comment on your post "[namche] Seminar Publik: > Menguak Misteri Di Balik ...": > > > Ilmuwan Jangan Menggunakan Kaca Mata Kuda > > > Dalam waktu dekat ini, melalui sebuah seminar publik, para ilmuwan dari > Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Gajahmada (UGM) dan Pusat > Pengkajian dan Penelitian Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas > Indonesia (UI) akan mengumumkan hasil kajian ilmiah atas pemberitaan- > pemberitaan yang dibuat jurnalis Tempo. Kajian ilmiah itu dilakukan atas > pesanan Asian Agri - anak perusahaan Raja Garuda Mas (RGM) milik Sukanto > Tanoto, pengusaha asal Medan. > > > Dalam berbagai iklan berukuran besar yang dipublikasikan oleh Veloxxe > Consulting yang juga disewa oleh Asian Agri untuk menjadi penyelenggara > seminar publik, Asian Agri merasa bahwa pemberitaan Tempo tendensius, > tidak berimbang, tidak cover both sides dan memuat unfairness news dan > oleh karenanya Asian Agri mengadukan permasalahan itu kepada Dewan Pers. > Memang seharusnya demikianlah yang dilakukan oleh perusahaan yang > dirugikan oleh media. > > > Kami ingin bertanya kepada para ilmuwan : Apakah hasil kajian tersebut > merupakan sikap resmi perguruan tinggi, ataukah sikap oknum di perguruan > tinggi tersebut yang telah memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan ini ? > > > Pertanyaan ini penting soalnya kami sungguh prihatin akan nasib lembaga > perguruan tinggi yang terhormat itu, jika hanya digunakan sebagai pemberi > statemen bahwa jurnalis Tempo bersalah karena melanggar Kode Etik > Jurnalistik. Jika ini terjadi, sulit sekali public memahami bahwa sikap > tersebut dependen atau independent. > > > Soalnya, ini masalahnya sesungguhnya bukan di situ. Persoalan besarnya > seperti yang diberitakan berbagai media masa adalah adanya dugaan > penggelapan pajak oleh Asian Agri. Jika dugaan ini benar, pertanyaannya > adalah bagaimana upaya kita menyelamatkan keuangan negara ? Jika tidak > benar, bagaimana Again Agri menangkis tudingan yang kini sedang diperiksa > Dirjen Pajak dan dimonitor oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). > Inilah persoalan bangsa yang harus didiskusikan oleh kita semua, termasuk > oleh para ilmuwan dari Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas > Gajahmada (UGM) dan Pusat Pengkajian dan Penelitian Ilmu Sosial dan Ilmu > Politik Universitas Indonesia (UI). Baik dibayar secara professional, > maupun tidak. > > > Saya kira tidak ada manfaatnya sama sekali para ilmuwan hebat yang > mendedikasikan pengetahuan dan kebijaksanaannya itu dipinjam tangannya > untuk mengeroyok seorang jurnalis yang memiliki idealisme, hati nurani, > dan keprihatinan atas potensial kerugian keuangan Negara yang disebabkan > oleh penggelapan pajak. Kita bias mengharapkan agar ilmuwan tidak > menggunakan kaca mata kuda, namun demikian pilihannya tetap ada di hati > nurani masing-masing ilmuwan itu sendiri. Mau memilih kaca mata > professional atau komersial ?

