Warta Berita - Radio Nederland, 17 Desember 2007

ANCAMAN ABU BAKAR BA'ASYIR REGENERASI SIKLUS KEKERASAN JAMAAH ISLAMIYAH

Ahad lalu, Ustad Abu Bakar Ba'asyir mengunjungi tiga terpidana mati,
pelaku serangan bom Bali I yang sekarang mendekam di penjara
Nusakambangan. Berbagai media memberitakan mereka saling cium dan
berpelukan akrab. Padahal di sidang pengadilan mereka membantah punya
hubungan kelembagaan. Berikut penjelasan pengamat Islam, Noor Huda
Ismail, peneliti pada Sekurindo di Jakarta, mengenai makna kunjungan
tersebut:

Noor Huda Ismail [NHI]: Pertama, untuk memahami fenomena ini kita
harus mengerti konsep dalam Islam disebut silaturokhmi. Yaitu menjaga
tali persaudaraan. Itulah yang dilakukan oleh Ustad Abu Bakar Ba'asyir
kepada tiga orang muridnya itu. Silaturokhmi itu menggabungkan dua
rasa kasih.

Nah, di sini ada seorang tua, yang mengunjungi orang yang lebih muda.
Dan mereka akan menerima konsep itu. Menjalin hubungan baik. Tetapi,
di balik itu ada hal simbolis sekali yang terjadi di sini. Di dalam
beberapa kasus terdahulu, kan mereka selalu mengatakan tidak saling
mengenal, dengan cukup intens. Tapi kalau berdasarkan tayangan di
Metro TV, kita bisa melihat hubungan mereka sangat erat sekali.
Berpelukan. Saling cium.

Mereka pertama kali bertemu dengan Ustad Abu Bakar Ba'asyir ketika di
Malaysia. Di sebuah pesantren, namanya, Lukmanul Hakim, dalam
pengajian-pengajian. Jadi, itu pertama yang ia lakukan.

Kedua, memang di dalam beberapa pengakuan di pengadilan Ustad Abu
selalu mengaku bahwa JI (Jemaah Islamiyah, red.) itu tidak ada. Dan
dia tidak pernah menggantikan Ustad Abdullah Sungkar. Tapi kunjungan
itu, saya pikir, mengkonfirmasikan bahwa pada tahap-tahap tertentu,
Ustad Abu itu pernah punya peran penting dalam organisasi ini. Gitu lho.

Kalau secara faktual, di dalam pengadilan kan tidak terbukti bahwa
organisasi itu ada. Karena memang bukti hukum di Indonesia itu kan,
seperti hukum Belanda, hitam di atas putih. Dan itu tidak bisa
dibuktikan, kalau memang tidak ada hitam di atas putih. Dilegalkan.
Jadi tidak ada.

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Jadi, dengan kunjungan ini kita
tidak bisa menyimpulkan bahwa organisasi Jemaah Islamiyah itu memang
benar ada?

NHI: Memang Jemaah Islamiyah itu betul-betul ada. Memang sudah ada.
Kalau itu tidak hanya dari kunjungan ini saja. Tapi dari berbagai
macam testimonial yang dilakukan oleh para anggota, mulai dari sidang
pertama Bom Bali I, sampai kemudian pada terakhir penangkapan Abu
Dujana. Abu Dujana juga mengatakan bahwa Ji itu memang ada.

RNW: Tapi bukan sebagai organisasi teror sebagaimana diberitakan dalam
berbagai media?

Jawaban menarik Noor Huda Ismail dapat anda ikuti dalam situs web
kami: www.ranesi.nl



mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke