Teori Evolusi Buntu, Tokoh Ateis Dunia Taubat
Selasa, 18 Desember 2007
Tokoh ateis dunia Anthony Flew berubah keyakinan. Selain mengimani
keberadaan Tuhan. Ia mengatakan, teori evolusi gagal menjelaskan asal usul
kehidupan
Hidayatullah. com--Awal bulan Desember 2007 menyaksikan gelombang serangan
baru terhadap dogmatisme teori evolusi di Inggris. Diselenggarakan di sejumlah
kampus universitas di negeri pangeran Charles, serangkaian konferensi yang
mengungkap keruntuhan teori evolusi menghadirkan para pembicara dari kelompok
Harun Yahya, Turki.
Topik seputar ketidakabsahan teori evolusi menjadi bahasan dalam konferensi
yang diselenggarakan di Nottingham University , Imperial College London, dan
King's College London. Kegiatan lain seperti pameran fosil turut meramaikan
rangkaian konferensi yang berlangsung dari 24 November hingga 6 Desember 2007
itu.
Pukulan telak tokoh ateis
There Is a God: How the World's Most Notorious Atheist Changed His Mind (Ada
Tuhan: Bagaimana Ateis Tersohor Sejagat Berubah Pandangannya) boleh dikata
termasuk karya terpenting dunia yang terbit akhir Oktober 2007 lalu. Buku ini
mengisahkan perjalanan hidup sang penulis, tokoh ateis kukuh terkemuka di
dunia, Anthony Flew, yang telah meninggalkan ateisme dan berganti mengimani
Tuhan.
Anthony Flew bukanlah cendekiawan biasa. Selain pernah menyandang gelar
profesor filsafat di sejumlah universitas terkenal di Inggris dan luar Inggris,
dia adalah perintis ateisme modern.
Theology and Falsification (Teologi dan Pembuktian Salah) adalah karya paling
terkenalnya dan menjadi terbitan paling luas dicetak ulang dalam rentang 50
tahun terakhir. Di kancah debat tentang Tuhan, dia dikenal sebagai dedengkot
ateis rujukan kelas dunia.
Einstein dan teori evolusi
Di samping pandangan Einstein, alasan utama lain yang menyebabkan kepindahan
keyakinan Anthony Flew adalah ketidakmampuan teori evolusi, yang menolak
penciptaan dan Pencipta, dalam menjelaskan asal usul kehidupan. Dalam wawancara
yang diterbitkan situs www.tothesource. org, 30 Oktober 2007, Anthony Flew
menjawab sebagaimana berikut saat ditanya tentang kepindahannya dari ateisme
menuju iman kepada Tuhan:
Ada dua hal khususnya yang menentukan. Pertama adalah kecenderungan menguat
dalam berpendapat sama dengan pemahaman Einstein dan ilmuwan terkemuka lainnya
bahwa pasti terdapat suatu Kecerdasan di balik kerumitan yang saling terpadukan
dari jagat raya materi ini.
Kedua adalah pemahaman pribadi saya bahwa kerumitan yang saling terpadukan
dari kehidupan itu sendiri yang jauh lebih rumit dibandingkan jagat raya
materi hanya dapat dijelaskan dengan istilah Sumber Cerdas.
Saya percaya bahwa asal usul kehidupan dan perkembangbiakan tidak dapat
begitu saja dijelaskan dari sudut pandang biologis kendatipun banyak upaya
untuk melakukan hal tersebut. Dengan setiap berlalunya tahun, semakin bertambah
yang ditemukan tentang keberlimpahan dan kecerdasan fitri dari makhluk hidup,
tampak semakin kurang mungkin bahwa sup kimiawi mampu layaknya sihir
memunculkan kode genetis.
Perbedaan antara hidup dan tak-hidup, menjadi jelas bagi saya, adalah
bersifat keberadaan dan bukan kimiawi. Penegasan terbaik tentang perbedaan
mendasar ini adalah upaya menggelikan Richard Dawkin dalam [bukunya] The God
Delusion (Khayalan Tuhan) untuk berpendapat bahwa asal usul kehidupan dapat
disebabkan oleh kebetulan mujur. Jika itu penjelasan terbaik yang Anda punya,
maka permainan telah usai... [...] ....Bukti itu sendirilah yang mengarahkan
saya pada kesimpulan ini.
Demikianlah, teori evolusi telah diakui oleh mantan tokoh ateis terbesar
dunia Anthony Flew sebagai tidak lagi memadai untuk menjelaskan asal usul
kehidupan. Sebaliknya, ini berarti ilmu pengetahuan modern semakin membuktikan
dengan jelas bahwa makhluk hidup diciptakan sengaja oleh Pencipta, dan bukan
melalui peristiwa alamiah belaka tanpa ada penciptaan sengaja, sebagaimana
dipaparkan teori evolusi.[cr/ hid/www.hidayatullah. com]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]