Sudah saya posting dua hari lalu Mbak LD....

salam,

rd


  ----- Original Message ----- 
  From: Lina Dahlan 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, December 19, 2007 1:02 PM
  Subject: [ppiindia] Re: Polemik Amran - Ulil : Membandingkan Keburukan 
Melegalkan Kejahatan


  Saya kok belum baca tanggapan Ulil selanjutnya ya? Saya yang 
  kelewatan dalam mengikuti thread ini di milis ini ato..emang gak ada 
  yang postingin dimilis ini??

  --- In [email protected], "Thesaints Now" <[EMAIL PROTECTED]> 
  wrote:
  >
  > Setelah mengamati Polemik antara Amran - yang kelihatannya 
  mengusung ide> Islam Neo-Konservatif -(HT, JI, Wahabi, IM/PKS cs.) 
  dengan Ulil dari> JIL, ada satu Masalah Penting yang bisa dicermati 
  terutama dari> tulisan-tulisan Amran.

  Lina:
  Saya juga mengamati polemik ini (kecuali jawaban terbarunya Ulil, 
  kalo emang udah ada), tapi saya tidak mendapatkan kesan seperti yang 
  sampeyan maksudkan. Saya tidak melihat Amran mengusung ide Islam Neo-
  Konservatif (HT, JI, Wahabi, IM/PKS cs). Coba tunjukkan kepada saya 
  tulisan Amran yang mana yang menyatakan demikian???

  Saya hanya 'kenal' Amran sedikit. Dia bukan soerang politikus, cuma 
  mantan seorang wartawan?? Jadi, saya kira dia gak punya ambisi apa-
  apa selain ingin menyatakan bahwa Ulil mengusung liberal yang 
  kebablasan. 

  Saya tak kenal Amran maupun Ulil secara pribadi. Saya juga bukan 
  dari kelompok Islam mana, karena saya sendiri gak tau Islam mana 
  saya ini. Jadi, saya hanya memihak kepada suatu pemikiran yang saya 
  anggap benar dan saya gak punya kepentingan apapun. Mungkin sedikit 
  berbeda dengan sampeyan, seorang ahmadi yang tentunya harus 
  mendukung liberisme yang bablas tsb untuk pembenaran keberadaan 
  ahmadiyah.

  ***
  > 
  > Tulisan Amran yang cenderung melegitimasi Persekusi/Penganiayaan 
  atas> Perbedaan Keyakinan oleh kelompok Mayoritas terhadap 
  Minoritas, dikomentari> dan dikritik oleh Mas Ulil.

  Lina: Tunjukkan pula tulisan Amran (postingan I dan II) yang mana 
  yang menyatakan demikian. Kalau sampeyan tak bisa mengajukan disini, 
  saya menganggap sampeyan telah memfitnah Amran disini.

  ***
  > 
  > Dalam tulisannya Ulil menambahkan beberapa informasi Membandingkan 
  Dunia> Timur yang Majo Muslim dengan Dunia Barat yang Majo 
  Kristen/Atheis.
  > 
  > Kemudian Amran membeberkan beberapa kekeliruan Ulil mengenai 
  beberapa> informasi aktual dan kemudian Berkali-Kali membantah Ulil 
  mengenai kebebasan> di Barat dengan mengemukakan beberapa Fakta 
  sejarah adanya Diskriminasi dan> Penganiayaan terhadap Minoritas di 
  Barat karena Masalah Perbedaan Keyakinan.
  > 
  > 
  > Jawaban Ulil cukup melegakan, ia legowo untuk mengakui 
  beberapa "salah> ketik" dan koreksi yang diberikan Amran pada 
  beberapa Informasi seperti masa> jabatan Gubernur yang kebetulan 
  tokoh Mormon. Meskipun demikian kekeliruan> soal fakta seperti itu 
  sebenarnya sama sekali tidak menyentuh TOPIK MENDASAR
  > yang dibicarakan mengenai Kebebasan Agama dan Berkeyakinan.

  Lina:
  Oooh itukah alasan Ulil..."salah ketik"???. Juga Ulil mengakui ada 
  kesalahan dalam menentukan masa jabatan Gubernur??? Ceroboh sekali 
  Ulil! Apa bukan kesalahan yang disengaja? Andai saja yang membaca 
  tulisan Ulil adalah orang awam yang bodoh, apa hal tsb tdk punya 
  pengaruh?? Gak sepantasnya orang sekaliber Ulil "salah ketik" ato 
  gak tau masa jabatan seseorang Gubernur. Apakah iya masa jabatan 
  yang salah tidak mempengaruhi suatu tulisan (sejarah)??? Saya merasa 
  ini kok sangat fatal! Ini bisa menyentuh TOPIK MENDASAR ttg 
  Kebebasan Agama dan Berkeyakinan karena faktanya (menurut Amran) di 
  Barat juga gak bebas2 amat! Tetap ada batasan!

  ***
  > 
  > Kalau kita mengacu pada Nilai-Nilai Universal yang sudah 
  dicantumkan dalam> Piagam PBB maka seharusnya Kebebasan Setiap orang 
  untuk memeluk AGAMA, untuk> Menjalankannya sesuai dengan 
  Keyakinannya harus dijamin dan dilindungi di> setiap negara. Satu-
  satunya ALASAN yang membebaskan Negara dari kewajiban> tsb adalah 
  Jika Ideologi atau Ajaran AGAMA yang dianut merupakan tindakan
  > KRIMINAL/Crime yang dengan mudah dapat diketahui.
  > 
  > Seluruh dunia sudah setuju mengenai hal itu (kecuali sebagian 
  kecil).> Mengapa demikian? Karena Keimanan memang tidak bisa 
  dipaksakan. Just so> simple.
  > 
  > Keimanan seseorang tidak akan mengganggu keimanan yang lain yang 
  berbeda.> Keimanan seseorang tidak akan merugikan orang lain yang 
  berbeda. Keimanan> seseorang tidak akan mengubah Keimanan yang lain.
  > 
  > Keimanan seseorang justru menjadi kejahatan/crime ketika Ia 
  memaksakan> Keimanannya terhadap Orang lain. Jadi Kebebasan beragama 
  sudah menjadi> Kebenaran Universal yang mau tidak mau harus diakui 
  oleh setiap orang kalau> ia tidak ingin menjadi Musuh seluruh DUNIA 
  dan ALAM semesta.
  > 
  > Jika masih ada Kelompok Muslim Majoritas yang melegitimasi 
  Penganiayaan> terhadap Keyakinan Kelompok Minoritas Muslim lain yang 
  berbeda maka Berarti> ia juga MENGIZINKAN jika suatu saat terjadi 
  Penganiayaan terhadap Penduduk> Muslim oleh Umat NON-MUSLIM DUNIA 
  karena Keyakinan yang BERBEDA. Ingat> Muslim masih Menjadi MINORITAS 
  di DUNIA.Ia juga akan MENGIZINKAN> Penganiayaan SUNNI DI IRAN, 
  Pengaiayaan atas SYIAH di SAUDI dan INDONESIA.> Dan hasilnya di Iraq 
  yang kekuatannnya 40:60 Mengizinkan Pertarungan antara> SYIAH-SUNNI 
  hingga siapa yang kuat dan Menang dialah yang berhak memerintah.

  Lina: Setuju!

  ****
  > 
  > Sekarang kita kembali kepad Diskusi Amran - Ulil.
  > 
  > Secara singkat dibawah ini kami mencoba untuk mengikuti pola pikir 
  Ulil dan> Amran.
  > 
  > Ulil mencoba untuk tetap fokus pada PRINSIP DASAR KEADILAN 
  UNIVERSAL yang> seyogyanya juga diperjuangkan oleh kaum Muslimin 
  jika memang mau memberikan> kontribusi bagi PERDAMAIAN DUNIA yang 
  ABADI. Ia memang membuat beberapa> kekeliruan dan sudah dikoreksi. 
  Namun saya masih melihat kekeliruan yang> dibuat Ulil bukanlah 
  sesuatu yang BESAR, hanya pada beberapa data pendukung> kecil yang 
  juga bisa dipahami karena ditulis secara Spontan di milis, bukan
  > untuk suatu tulisan resmi.
  > 
  > Nah Fenomena Tulisan Amran cukup menarik, dan kami perhatikan 
  banyak juga> dari kalangan Neo-Konservatif memiliki pola yang sama.
  > 
  > Pola itu adalah MEMBANDINGKAN KEBURUKAN MELEGALKAN KEJAHATAN.

  Lina: Waduuuh! kok saya tidak melihat pola ini pada tulsian Amran. 
  Saya tidak melihat adanya melegalkan kejahatan. Membandingkan 
  keburukan dengan keburukan bukanlah masalah kalau nantinya untuk 
  perbaikan. Yang masalah adalah membandingkan keburukan dengan 
  kebaikan, karena bagaimanapun itu tidak pada sisi yang sama, jadi 
  gak bakal ktemu.

  ****
  > 
  > Sudah sejak awal dari tulisan "Lembah Carmel"nya Amran, saya 
  melihat ketidak> setujuan Amran dkk. terhadap Perbedaan Pemahaman 
  dengan berlindung pada> TUDUHAN SESAT. Setiap yang berbeda 
  yang "dianggap" "membahayakan" Ide-ide> perjuangan mereka dianggap 
  SESAT bukan hanya berbeda.

  Lina:
  Sayapun tidak melihat hal tsb. Amran hanya ingin menunjukkan hal2 
  spt ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Di negara yang ngaku 
  mbahnya HAM juga melakukan hal2 demikian. Sedangkan Ulil 'berguru' 
  disana lalu Ulillah yang ingin membandingkan kebaikan (Barat) dengan 
  keburukan (Timur). Ini kan Ulil yang gak fair! Faktanya yang Ulil 
  ajukan ternyata salah (Ulil mengakui), tentunya ini menjadi bukti 
  bahwa fakta Ulil bohong dong??

  ****
  > 
  > Menanggapi tulisan Ulil ketika menceritakan kehidupan Di Barat 
  saat ini> yang memberikan Kebebasan Beragama untuk setiap orang dan 
  membandingkannya> dengan Dunia Muslim, langsung dikritik Amran 
  dengan membeberkan sejarah> Gelap Barat memperlakukan Kaum Minoritas 
  Agama yang semua orang juga tahu.
  > 
  > Perbandingan yang dikemukakan Amran sesungguhnya tidak menyentuh 
  masalah> yang paling mendasar. Pengakuan terhadap Kebebasan Manusia 
  untuk Beragama> dan Berkeyakinan.

  Lina: Lah apakah contoh/perbandingan yang diberikan Ulil menyentuh 
  masalah?? Toh Amran hanya mencounter contoh/perbandingan yang 
  diberikan Ulil???

  ****
  > 
  > Amran berusaha menunjukkan Kebobrokan Barat Masa silam (yang sudah 
  jauh> ditinggalkan) untuk membantah Ulil yang sebenarnya sedang 
  membahas TOPIK> UTAMA yang sangat penting sekali.

  Lina: Kalau sampeyan cermat membaca, Amran telah mengatakan bhw apa 
  yang dikatakan Ulil yang normatif bhw "seseorang tak bisa dipaksa 
  memeluk suatu keyakinan dan agama yang tak sesuai dengan kata hati" 
  adalah benar, tapi bukan itu masalahnya pada kasus Moshadeq. [Saya 
  seringkali menemukan suatu alasan benar-normatif- dipakai untuk atau 
  disandingkan dengan suatu tindakan yang salah, pada tulisan2 JIL. 
  Ini juga yang saya maksudkan dgn membandingkan 'yang dianggap baik' 
  disatu pihak dengan 'yang dianggap salah' di pihak lain, gak 
  nyambung!]

  Apakah betul kebobrokan masa silam telah ditinggalkan oleh Barat? 
  Amranpun telah mengakui memang ada perubahan dengan dibuatnya macam-
  macam perundang-undangan. Namun NYATANYA Undang2 ttg Blesphemy 
  itupun hanya berlaku untuk melindungi agama Kristen saja, toh?? 
  Ketika Agama Islam di hinakan, apa kata mereka ? Mereka pakai 
  beralasan Kebebasan Berpendapat. Tapi, ketika Agama Kristen 
  dihinakan, akan dibawa ke pengadilan dgn pasal 'blesphemy'. Itu yang 
  ingin diutarakan oleh Amran.

  Makanya saya yakin, sebaik apapun system (termasuk hukum)..kalo 
  ditangan orang2 bobrok yg gak fair...system itu akan menjadi 
  berpihak. Toh ia hanya benda mati. System menjadi hidup ketika 
  berada ditangan orang2 hidup.

  ****
  > 
  > Pola yang bisa diamati adalah Membela Keburukan di Timur dengan 
  Menunjukkan> Keburukan yang "pernah" dilakukan Barat. Padahal 
  seharusnya Keburukan> tersebut yang sudah jauh ditinggalkan Barat 
  jangan lagi diterapkan di Timur.

  Lina: Bukan keburukan di Timur yang ingin dibela oleh Amran, bukan?

  ***
  > 
  > Mudah - Mudahan Amran tidak bermaksud MELEGALKAN PEMAKSAAN 
  Keagamaan di> Indonesia dengan Membandingkan Keburukan Kelakuan 
  Barat zaman silam.
  > 
  > "Kita BOLEH TINDAS MINORITAS yang berbeda KEYAKINAN karena di 
  BARAT juga> pernah dilakukan PENINDASAN atas NAMA AGAMA."
  > 
  > Apakah itu pesan utama yang ingin disampaikan oleh AMRAN? Mudah-
  mudahan> bukan.........

  Lina: Memang BUKAN!
  Ia hanya ingin supaya kita fair menilai antara Barat dan Timur dalam 
  hal pemaksaan agama. Keburukan telah terjadi dimana-mana. Bukannya 
  di Timur saja, seperti yang selalu ingin dibuktikan oleh Ulil.

  Saya juga berharap, semoga sampeyan tidak menggunakan kesempatan 
  yang "romantis" ini untuk mendapat bela kasihan sehingga orang akan 
  mengatakan yang sesat menjadi tidak sesat (hanya karena kasihan). 
  Ini mengingatkan saya pada Holocaustnya Yahudi.

  wassalam,



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.17.4/1189 - Release Date: 18/12/2007 
21:40


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke