Mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Adha 1428 H,
Selamat Hari Natal 2007  dan
Selamat Tahun Baru 2008.


Semoga Tuhan YME memberkati Anda sekeluarga dan
kebahagiaan sepanjang tahun 2008.


Wassalam, yhg.
----------------



http://kompas.com/kompas-cetak/0712/18/Natal/4088400.htm

Selasa, 18 Desember 2007
KEHIDUPAN
Kerukunan di Joyodiningratan

Gereja Kristen Jawa atau GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al Hikmah di Kota
Solo, Jawa Tengah, sejak sekitar 60 tahun lalu berdiri berdampingan. Umat
dari dua tempat ibadah itu pun hidup berdampingan. Bahkan, gereja dan masjid
ini menggunakan alamat yang sama, yakni Jalan Gatot Subroto 222, Kampung
Joyodiningratan, Kratonan, Serengan, Solo.

Mereka membangun harmoni kehidupan dengan saling menghargai. Bagi pihak
gereja, mendengarkan suara azan pada saat khotbah sudah menjadi hal biasa.
Begitu juga bagi jemaah masjid, mendengar paduan suara dari gereja juga
sudah biasa. Jemaah shalat Id yang memenuhi jalan raya, termasuk area depan
gereja, sudah biasa terjadi.

Tak heran, walau pemimpin di gereja maupun pengurus masjid telah
berganti-ganti, kedua tempat ibadah ini tetap eksis hingga sekarang. Ketika
hari raya Idul Fitri jatuh pada hari Minggu, demi menghormati umat yang
mengikuti shalat Id di Masjid Al Hikmah, pihak GKJ meniadakan kebaktian pagi
hari.

"Biasanya setiap Minggu kebaktian dilakukan empat kali. Namun, kalau hari
Minggu itu bertepatan dengan shalat Idul Fitri, maka khusus kebaktian pukul
06.30 kami tiadakan," tutur Pendeta Widiatmo Herdjanto STh, Pendeta Jemaat
GKJ Joyodiningratan yang memimpin gereja tersebut selama 19 tahun.

Jika perayaan Natal berlangsung, biasanya urusan parkir kendaraan dari
jemaat gereja dibantu pemuda masjid. Bahkan, ketika seorang pendeta di GKJ
Joyodiningratan meninggal, pengurus Masjid Al Hikmah menyediakan tempat
parkir di sekitar masjid.


Tugu lilin

Kerukunan umat Masjid Al Hikmah dan GKJ Joyodiningratan disimbolkan dengan
tugu berbentuk lilin yang didirikan persis di antara tembok gereja dan
masjid. Tugu itu dibuat sebagai komitmen pihak masjid dan gereja untuk
selalu menjaga hubungan baik.

Masjid Al Hikmah dibangun tahun 1947 di atas tanah milik Haji Ahmad Zaini.
Adapun gedung GKJ dibangun tahun 1929.

"Almarhum bapak mertua saya punya tanah persis di samping gereja. Ia lalu
menyampaikan izin membangun masjid di tanah itu. Sekarang masjid diwakafkan
untuk umat," ujar Gusti Nur Aida (60) yang tinggal di Joyodiningratan sejak
1967.

Pendeta gereja dari masa ke masa telah biasa memenuhi undangan halal bihalal
yang diadakan warga kampung setempat. Hubungan antarumat juga terjalin cukup
erat. "Kalau Lebaran saya dikirim roti oleh tetangga-tetangga yang
non-Muslim. Gantian saat Natal, saya kirim kue ke tempat mereka," ungkap
Gusti.

Umat masjid dan gereja pernah bahu-membahu membantu korban gempa Yogyakarta
dan Klaten tahun 2006. "Waktu itu masjid sedang membuat acara bakti sosial
untuk korban gempa. Gereja dan tetangga yang non-Muslim ikut memberi
bantuannya," ungkap Ketua Takmir Masjid Al Hikmah M Nasir (45).

Ayah Nasir, Abu Bakar, adalah salah satu yang terlibat dalam kesepakatan
menjaga hubungan harmonis antara gereja dan masjid. "Waktu masjid mau
ditingkat, kami menyampaikan dan minta izin ke pendeta. Begitu juga
sebaliknya, saat gereja mau ditingkat, mereka datang dan minta izin ke
sini," sebut Nasir.

Menurut Nasir, pernah ada usaha provokasi dari pihak luar. Namun, latar
belakang dan sejarah hubungan keduanya yang sudah terjalin baik menjadi
penangkal hasutan tersebut.

"Tugu lilin itu punya makna dalam. Setiap kali melihatnya, kami teringat
bahwa bapak ibu kami dulu telah membangun fondasi hubungan yang baik. Jangan
sampai itu rusak dalam sekejap. Hubungan seperti ini sangat indah," kata
Nasir.

(SONYA HELEN SINOMBOR/ SRI REJEKI) 

Kirim email ke