Kita sekarang ini hidup di era modern, demikian kita2 ini sering2 mendengar 
dalam banyak percakapan se-hari2. Apalagi bila kita sempat dihadapkan oleh 
suatu masalah pelik dan membutuhkan solusinya , maka  dengan prasarana era 
modern ini kita bisa menghindari dan memperbaiki apa2 yang salah. Juga era 
modern memberikan kepada kita suatu kehidupan yang lebih santai dalam semua 
aspek kehidupan.
   
  Sejak bangun tidur bahkan dalam masa tidurpun dimana kita ada dalam keadaan 
in-efektifitas kita masih bisa hidup dengan nyaman. Hari udara panas ya kita 
pakai air-condtioning, musim dingin yang tinggal kita set up pengaturan 
otomatis jam berapa heater on dan jam berapa mau off.
   
  Kita melangkah ke kamar mandi. Nyetel kenyamanan air menurut suhu yang kita 
kehendaki, mandi dengan air bersih dan segerlah kita dijadikannya.
   
  Bangun tidur, untuk memicu tenaga menghadapi hari kerja , bangun2 kita click 
saja coffee maker. Ambil roti dari fridge. Nongkrong di meja  dan makan sarapan 
pagi sambil baca koran ,bisa juga lihat tayangan TV selain bisa melihat ramalan 
cuaca juga bisa mengikuti news update.
   
  Siap untuk berangkat kerja, tekan tombol untuk membuka pintu garasi secara 
otomatis. Masuk mobil, sambil dengar CD atau dengar radio. Kalau hari panas ya 
pakai aircon mobil, kedinginan ya pasang heater.
  Kalau tidak langsung ke kantor, yang tentunya sudah kita tahu jalannya, tapi 
apabila anda perlu ke tempat lain, pasang/pakai  saja GPS nanti tanpa banyak 
kesukaran anda akan sampai di tujuan.
   
  Masuk dan sampai di kantor ya per-tama2 nyalakan kompu. Lihat apa2 yang perlu 
dikerjakan, lihat inbox. Baca2 surat2, angkat tilpon. Transfer duit melalui 
komputer.
   
  Rupanya inilah contoh ..to name a few , seperti diatas ini menunjukan bahwa 
era modern ini rupanya kita semua take it for granted. Tapi dari mana 
kenyamanan yang kita..take it for granted itu 
  datangnya. Siapa yang invent segala macam tetek bengek ini yang membuat hidup 
kita tambah nyaman.
  Belum lagi apabila kita sampai jatuh sakit(amit2), misal-e masuk RS dan perlu 
operasi? Darimana asalnya alat2 canggih itu? Darimana asalnya segala macam 
obat2an yang saat ini dipakai dan telah menunjukan ke-efektifan-nya dalam 
menyembuhkan segala penyakit?
   
  Kita hidup di era modern, tapi era modern itu sebagian dari mana datangnya, 
darimana datangnya ke-relax-an ini bisa di wujutkan?
  Tidak lain...ya karena ...budaya Barat. Sekali lagi ini adalah hasil dari 
tehnologi dalam segala aspek perbaikan kehidupan warga ...manusia...ini 
semuanya datang dan di prakarsai oleh orang...orang Barat. Tentu saja 
berbarengan dengan kemajuan2 yang membuat hidup kita lebih nyaman, kebudayaan 
Barat juga meng-invent...to name a few..senjata2 pemusnah massal.
  Inilah semua akibat "talenta", sesuatu yang sudah inherent melekat pada 
kemanusiaan. Manusia bisa memnciptakan sesuatu yang berguna tapi juga bisa 
menciptakan yang akan merugikan dirinya sendiri.
   
  Tapi persoalannya sampai kepada apakah kita2 ini yang menulis dan 
membicarakan kemajuan warga manusia itu kita tidak lantas ter-gugah dan lebih 
mendalami...dari mana datangnya semua kemajuan yang menguntungkan manusia dalam 
banyak aspeknya? 
   
  Jadinya, alhasil dari semua yang kita alami se-hari2, semua kenyamanan yang 
kita take it for granted, perlu diakui secara jujur bahwa ini 
adalah...hasil...budaya...budaya orang Barat, simple as that!
   
  Belum lagi apabila kita melanjutkan dalam aspek sosialnya, misalnya segala 
macam doktrin2, semua code2 hukum modern...ya semuanya berasal dari negara 
Barat.
  Negara2 diluar negara Barat, dalam aspek sosio politisnya tidak kenal adanya 
doktrin demokrasi...yang ada adalah tiraninya seorang raja atau kaisar atau 
seorang diktator. The word of the king is: law. Abad ke 12 orang2 barat sudah 
mulai dengan ilham filsafat demokrasi yang dicanangkan dalam Magna Charta.
   
  Apakah kita2 ini yang mengingatkan bahwa budaya Barat telah membikin kita2 
bisa hidup nyaman terus di cap sebagai ...me-agung2-kan budaya  orang Barat? 
  Kita tidak perlu men-jiplak seluruhnya budaya barat, kita bisa mengambil apa 
yang perlu sambil kita memegang teguh budaya kita yang kita anggap baik. 
Apriori menuduh orang apabila orang itu bicara soal kebaikan budaya barat 
adalah orang yang rendah diri, inferiority complexnya sangat pekat. Bukankah 
begitu? 
   
  Harry Adinegara

       
---------------------------------
Make the switch to the world's best email. Get the new Yahoo!7 Mail now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke