http://www.antara.co.id/arc/2007/12/21/target-pertumbuhan-ekonomi-tercapai/
*Target Pertumbuhan Ekonomi Tercapai* Jakarta (ANTARA News) - Target pertumbuhan ekonomi pada 2007, sebesar 6,3 persen dipastikan tercapai, karena kinerja beberapa faktor ekonomi lebih baik dari kondisi pada periode sebelumnya. "Dari data-data sementara yang sudah masuk, pertumbuhan ekonomi pada triwulan keempat dipastikan berada di atas 6,3 persen atau sekitar 6,4 persen sehingga target pertumbuhan ekonomi pemerintah dipastikan tercapai," kata Direktur Perencanaan Makro Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Bambang Priyambodo di Jakarta, Jumat. Dia juga menyatakan, bahwa faktor eksternal yang sangat berpengaruh seperti kenaikan harga minyak dunia dan pengaruh krisis kredit perumahan di AS belum berpengaruh terlalu besar karena baru terjadi pada paruh terakhir tahun berjalan. "Stabilitas inflasi lebih baik dari 2006, kondisi neraca pembayaran juga lebih baik, serta rupiah juga terjaga," ujarnya Menurutnya, kurs rupiah hingga pertengahan Desember berada pada kisaran sempit Rp9.000-9.200 dan kisaran besar Rp8.500-9.500 per dolar AS akibat surplus neraca transaksi berjalan dan arus masuk portofolio. "Laju inflasi keseluruhan 2007 diperkirakan 6,1-6,4 persen, sedikit lebih rendah dari 2006 6,6 persen," katanya. Neraca transaksi berjalan triwulan III/2007, katanya, mengalami surplus sebesar 2,9 miliar dolar AS didorong oleh ekspor nonmigas yang lebih besar impor nonmigas. "Neraca transaksi modal dan finansial triwulan III/2007 mengalami defisit hanya 0,7 miliar dolar AS dengan berkurangnya arus investasi langsung (neto), melambatnya investasi portofolio dan masih tingginya defisit investasi lainnya," tuturnya. Sedangkan untuk investasi, jelasnya, rasio investasi terhadap PDB pada 3 triwulan 2007 sebesar 24,1 persen relatif sama dengan periode yang sama tahun sebelumnya 24 persen. "Tetapi impor barang modal dan pertumbuhan kredit investasi berada pada tren meningkat," katanya Impor barang modal pada 10 bulan pertama 2007 naik 20,7 persen, jelasnya, sedangkan kredit investasi pada periode yang sama naik 22,4 persen. "Daya beli masyarakat membaik yang tercermin dari indeks penjualan riil eceran, indeks kepercayaan konsumen, penjualan mobil dan sepeda motor, pertumbuhan kredit konsumsi, dan impor barang konsumsi," ujarnya. (*) [Non-text portions of this message have been removed]

