KOMPAS Senin, 24 Desember 2007 Partai Politik Kekalahan PDI-P karena Partai Tak Sentuh Rakyat
Bandung, Kompas - Kekalahan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada pemilihan umum dan pemilihan presiden tahun 2004 karena kegiatannya kurang menyentuh rakyat. Langkah yang harus dilakukan saat ini adalah meminta maaf dan bekerja untuk rakyat agar memperoleh dukungan sehingga bisa memenangi Pemilu 2009. Otokritik itu disampaikan Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Puan Maharani seusai peringatan Hari Ibu di Bandung, Sabtu (22/12). Puan mengakui, ada semacam kesombongan yang timbul di kalangan kader partai setelah memenangi Pemilu 1999. Kesombongan itu adalah banyaknya kader PDI-P, setelah menjadi anggota DPR, DPRD, atau memegang jabatan lainnya, merasa tak perlu berinteraksi dengan rakyat yang sudah memilihnya. "Kami menyadari, pada waktu sebelumnya kurang menyapa rakyat dan terjun langsung ke bawah. Lalu, juga tak melakukan kegiatan yang menyentuh hati rakyat," katanya. Menurut Puan, pendapat yang sama juga diutarakan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI-P Taufik Kiemas. Kesempatan untuk memperbaiki keadaan pada pemilu legislatif atau pemilihan presiden 2009 sudah diupayakan diraih sejak tahun 2004, melalui konsolidasi dan revitalisasi partai. Tujuannya, memperbaiki aspek yang menyebabkan PDI-P tidak meraih suara maksimal. Hanya dengan bekerja keras dan menyentuh hati rakyat, kata Puan, PDI-P akan mampu meraih suara yang tidak didapatkan pada pemilu sebelumnya. Soal perolehan suara, PDI-P belum menetapkan target. Tetapi, intinya PDI-P mendukung siapa pun kader yang berkualitas untuk maju dalam pemilu. (bay) mediacare http://www.mediacare.biz [Non-text portions of this message have been removed]

