terimakasih bung nizami.

ada ukhti disini yang perlu membaca posting anda kali ini
dan meresapkannya dalam-dalam di hati.



At 05:32 PM 12/26/2007 -0800, you wrote:



>Assalamu'alaikum wr wb,
>
>
>Sering kita marah-marah padahal
>Nabi sangat melarang hal ini. Adakalanya kita berdalih dengan alasan kita
>melakukannya karena agama. Padahal Allah mengutamakan kebaikan akhlak, 
>bukan kekasaran:
>
>“Maka disebabkan rahmat dari
>Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu
>bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari
>sekelilingmu.” [Ali ‘Imran:159]
>
>Memang ada beberapa kondisi yang
>mewajibkan kita marah bahkan berperang mengangkat senjata terhadap orang-orang
>yang sangat zhalim tapi itu ada persyaratan khusus yang biasanya dibahas dalam
>bab lain khususnya yang berkaitan dengan jihad. Di sini kita akan mempelajari
>tentang marah.
>
>Abdullah bin Umar r.a.
>mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Orang Islam itu adalah orang yang
>orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya; dan orang yang
>berhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh
>Allah." [HR
>Bukhari]
>
>Seorang mukmin bukanlah
>pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk. (HR. Bukhari dan Al 
>Hakim)
>
>Dari hadits di atas jelaslah seorang
>yang pemarah bukanlah orang Islam dan juga bukan orang beriman karena
>orang-orang takut mendekat dan kena marah olehnya.
>
>Abu Musa r.a. berkata, "Mereka
>(para sahabat) bertanya, Wahai Rasulullah, Islam manakah yang lebih utama?'
>Beliau menjawab, 'Orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan
>tangannya. "'[HR Bukhari]
>
>Ketika marah, kita harus bisa
>menahan diri.
>
>Rasulullah Shallallaahu 'alaihi
>wa Sallam bersabda: "Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat,
>tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah." 
>Muttafaq Alaihi.
>
>Orang yang suka marah/zhalim pada
>orang lain niscaya akan merasa kegelapan pada hari kiamat. Ketika
>listrik mati di malam hari dan gelap tak ada alat penerang kita tidak suka hal
>itu. Nah
>kegelapan hari kiamat jauh lebih buruk dari hal itu dan lebih lama:
>
>Dari Jabir Radliyallaahu 'anhu bahwa
>Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Jauhilah kedholiman 
>karena
>kedholiman ialah kegelapan pada hari kiamat, dan jauhilah kikir karena ia 
>telah
>membinasakan orang sebelummu." Riwayat Muslim.
>
>Ketika seseorang minta nasehat, Nabi
>menjawab “Jangan marah” berulangkali:
>
>Dari Abu Hurairah Radliyallaahu
>'anhu bahwa ada seseorang berkata: Wahai Rasulullah, berilah aku nasehat.
>Beliau bersabda: "Jangan marah." Lalu orang itu mengulangi beberapa
>kali, dan beliau bersabda: "Jangan marah." Riwayat Bukhari.
>
>Orang yang paling baik akhlaknya
>yang dekat dengan Nabi. Bukan orang yang pemarah:
>
>Paling dekat dengan aku kedudukannya
>pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu
>ialah yang paling baik terhadap keluarganya. (HR. Ar-Ridha)
>
>Orang yang marah karena diingatkan
>untuk takwa kepada Allah berdosa besar:
>
>Cukup berdosa orang yang jika
>diingatkan agar bertaqwa kepada Allah, dia marah. (HR. Ath-Thabrani)
>
>Salah satu penyebab yang paling
>banyak membuat orang masuk neraka adalah mulut yang suka marah. Meski dia 
>rajin
>sholat, puasa, zakat dan haji tapi jika suka marah tetap masuk neraka:
>
>Rasulullah Saw ditanya tentang
>sebab-sebab paling banyak yang memasukkan manusia ke surga. Beliau menjawab,
>"Ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang baik." Beliau ditanya lagi,
>"Apa penyebab banyaknya manusia masuk neraka?" Rasulullah Saw
>menjawab, "Mulut dan kemaluan." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)
>
>Kebanyakan dosa anak Adam karena
>lidahnya. (HR.
>Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
>
>Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih
>mengetahui." Beliau bersabda, "Menyebut-nyebut sesuatu tentang
>saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai."(HR. Muslim)
>
>Sulaiman bin Shurad ra., ia berkata:
>Dua orang pemuda saling mencaci di hadapan Rasulullah saw. lalu mulailah mata
>salah seorang dari mereka memerah dan urat lehernya membesar. Rasulullah saw.
>bersabda: Sesungguhnya aku tahu suatu kalimat yang apabila diucapkan, maka 
>akan
>hilanglah kemarahan yang didapati yaitu "Aku berlindung kepada Allah dari
>godaan setan yang terkutuk". Lelaki itu berkata: Apakah engkau menyangka
>aku orang gila?. (Shahih Muslim No.4725)
>
>Sering orang marah kepada
>pembantunya / bawahannya karena dia merasa lebih tinggi sementara 
>pembantunya /
>bawahannya lebih rendah dan selalu takut kepadanya. Padahal menurut Anas
>seorang pembantu Nabi, selama 10 tahun dia bekerja dengan Nabi, tak pernah
>sekalipun Nabi memarahinya meski dia ada salah.
>
>Seorang sahabat berkata kepada
>Rasulullah Saw, "Pelayan (pembantu rumah tangga) saya berbuat keburukan
>dan kezaliman." Nabi Saw menjawab, "Kamu harus memaafkannya setiap
>hari tujuh puluh kali." (HR. Al-Baihaqi)
>
>Biasanya orang marah terhadap
>pembantu / bawahan karena pekerjaan “kurang/tidak beres”. Padahal Nabi
>memerintahkan untuk memberi pekerjaan hanya sesuai kemampuan mereka dan jika
>perlu kita harus membantu mereka jika mereka kesulitan. Allah memberi ganjaran
>pahala untuk itu:
>
>Apa yang kamu ringankan dari
>pekerjaan pembantumu bagimu pahala di neraca timbanganmu. (HR. Ibnu Hibban)
>
>Bagi seorang budak jaminan
>pangan dan sandangnya. Dia tidak boleh dipaksa melakukan pekerjaan yang tidak
>mampu dilakukannya. (HR. Muslim)
>
>Pelayan-pelayanmu
>adalah saudara-saudaramu. Allah menjadikan mereka bernaung di
>bawah kekuasaanmu. Barangsiapa saudaranya yang berada di bawah naungan
>kekuasaannya hendaklah mereka diberi makan serupa dengan yang dia makan dan
>diberi pakaian serupa dengan yang dia pakai. Janganlah membebani mereka dengan
>pekerjaan yang tidak dapat mereka tunaikan. Jika kamu memaksakan suatu
>pekerjaan hendaklah kamu ikut membantu mereka. (HR. Bukhari)
>
>Allah melarang kita untuk banyak
>bicara. Apalagi banyak marah. Karena akan menyebabkan kita masuk neraka:
>
>Sesungguhnya Allah melarang kamu
>banyak omong, yang diomongkan, dan menyia-nyiakan harta serta banyak 
>bertanya. (HR. Asysyihaab)
>
>Barangsiapa banyak bicara maka
>banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula 
>dosanya, dan
>barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya. (HR.
>Ath-Thabrani)
>
>Jika marah, diamlah. Kebanyakan
>penyebab retaknya rumah tangga / keluarga adalah ketika suami/istri marah,
>mereka tidak diam. Justru melontarkan perkataan yang menyakitkan hati
>pasangannya. Padahal dengan diam pun pasangan kita tahu kita sedang marah 
>tanpa
>membuat dia sakit hati karena perkataan kita:
>
>Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah
>diam. (HR. Ahmad)
>
>Jika kita marah, maka pahala
>kita akan diberikan kepada orang yang kita marahi. Jika pahala kita habis, 
>maka
>dosa orang yang kita marahi dipindahkan Allah ke kita. Inilah orang yang
>muflis/bangkrut di akhirat. Dia mengira akan masuk surga karena rajin
>beribadah, tapi dia juga rajin menzhalimi/memarahi orang lain hingga akhirnya
>masuk neraka:
>
>Apabila ada orang yang
>mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu
>mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya
>untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami)
>
>Tahukah kamu siapa orang yang
>bangkrut? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih
>mengetahui." Nabi Saw lalu berkata, " Sesungguhnya orang yang
>bangkrut dari umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa
>amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan
>menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu. Di akhirat
>orang-orang yang disakitinya menuntut dan mengambil pahalanya sebagai 
>tebusan. Bila
>pahalanya habis sebelum selesai ganti rugi atas dosa-dosanya maka dosa
>orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan
>ke api neraka." (HR. Muslim)
>
>Jika kita berbuat salah kepada
>Allah, begitu kita tobat dan minta ampun kepada Allah, niscaya Allah 
>memaafkan.
>Tetapi jika kita berbuat salah terhadap manusia, misalnya memarahinya, dosa
>kita tidak akan diampuni kecuali orang yang kita meminta maaf kepada orang 
>yang
>kita zhalimi.
>
>Ada satu kisah seorang ayah
>menyuruh anaknya yang pemarah untuk memaku beberapa paku ke pagar. Meski
>paku-paku itu dicabut, namun lubang bekas paku itu tetap ada. Begitulah jika
>kita memarahi orang. Meski kita sudah minta maaf, namun bekas luka di hati 
>orang
>yang kita marahi akan tetap ada.
>
>Kita harus yakin bahwa Allah
>Maha Melihat dan Maha Mendengar. Sehingga Allah mengetahui jika kita sedang
>menzhalimi seseorang. Kita juga harus yakin bahwa segala ucapan dan tindakan
>kita selalu dicatat oleh dua malaikat, yaitu Roqib dan ‘Atid dan akan 
>dihitung
>di hari Kiamat nanti. Oleh sebab itu hindarilah segala ucapan dan perbuatan
>yang buruk.
>
>Jangan mencaci/menghina orang
>lain dengan sebutan yang anda sendiri tidak suka:
>
>“Hai orang-orang yang beriman,
>janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh 
>jadi
>yang ditertawakan itu lebih baik. Dan jangan pula sekumpulan perempuan
>merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan
>janganlah suka mencela dirimu sendiri (maksudnya saudaramu) dan jangan
>memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan...” [Al Hujuraat:11]
>
>Tips agar
>tidak marah:
>
>·
>Baca ta’awudz (a’udzubillahi minasy syaithoonir rojiim)
>sebab setan membisikkan manusia untuk berbuat dosa termasuk marah. 
>Berlindunglah
>terhadap Allah.
>
>·
>Bersabarlah. Tahan kemarahan anda
>
>·
>Diamlah
>
>·
>Jika anda berdiri, duduklah.
>
>·
>Jika masih marah, berwudlu-lah
>
>·
>Jika terpaksa bicara, beritahu cara yang benar. Misalnya:
>Kalau melakukan ini caranya begini sambil memperagakannya. Jangan 
>panjang-panjang
>cukup 2x. Kalau kesalahan masih terulang, ulangi lagi nasehat tersebut. 
>Hindari
>menggelari orang dengan sebutan yang anda sendiri tidak suka seperti 
>bodoh, dan
>sebagainya.
>
>Wa'alaikum salam wr wb
>
>===
>Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS
>Cara berlangganan:
>REG SI kirim ke 3252
>Tarif Rp.1000 ,- + PPN
>content akan dikirim tiap hari
>
>Untuk berhenti ketik:
>UNREG SI kirim ke 3252
>
>Sementara ini hanya bisa diakses provider selular Telkomsel
>
>Dapatkan tulisan-tulisan tentang Islam di:
><http://www.media-islam.or.id>http://www.media-islam.or.id
>
>__________________________________________________________
>Be a better friend, newshound, and
>know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. 
><http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ>http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
> 
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke