assalamu 'alaikum wa rahmatu-lLahi wa barakatuH,
setiap nasehat terutama ditujukan utk diri sendiri, orang2 terdekat dan khalayak umum. Siapa saja berhak mengambil pelajaran dan merenungkannya dlm2, tdk perlu khusus kita menunjuk si anu harus membaca dan merenungkan, si itu .. orang yg menunjuk orang lain sejatinya 4 jarinya sedang menunjuk dirinya sendiri :) sesungguhnya setiap muslim bersaudara....saya heran jika ada muslim malah lebih berempati dg kaum kuffar dan meninggalkan saudara muslimnya. Wassalamu'alaikum, Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 12/27/2007 10:09 AM Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject Re: [ppiindia] Jangan Marah terimakasih bung nizami. ada ukhti disini yang perlu membaca posting anda kali ini dan meresapkannya dalam-dalam di hati. At 05:32 PM 12/26/2007 -0800, you wrote: >Assalamu'alaikum wr wb, > > >Sering kita marah-marah padahal >Nabi sangat melarang hal ini. Adakalanya kita berdalih dengan alasan kita >melakukannya karena agama. Padahal Allah mengutamakan kebaikan akhlak, >bukan kekasaran: > >“Maka disebabkan rahmat dari >Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu >bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari >sekelilingmu.†[Ali ‘Imran:159] > >Memang ada beberapa kondisi yang >mewajibkan kita marah bahkan berperang mengangkat senjata terhadap orang-orang >yang sangat zhalim tapi itu ada persyaratan khusus yang biasanya dibahas dalam >bab lain khususnya yang berkaitan dengan jihad. Di sini kita akan mempelajari >tentang marah. > >Abdullah bin Umar r.a. >mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Orang Islam itu adalah orang yang >orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya; dan orang yang >berhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh >Allah." [HR >Bukhari] > >Seorang mukmin bukanlah >pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk. (HR. Bukhari dan Al >Hakim) > >Dari hadits di atas jelaslah seorang >yang pemarah bukanlah orang Islam dan juga bukan orang beriman karena >orang-orang takut mendekat dan kena marah olehnya. > >Abu Musa r.a. berkata, "Mereka >(para sahabat) bertanya, Wahai Rasulullah, Islam manakah yang lebih utama?' >Beliau menjawab, 'Orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan >tangannya. "'[HR Bukhari] > >Ketika marah, kita harus bisa >menahan diri. > >Rasulullah Shallallaahu 'alaihi >wa Sallam bersabda: "Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, >tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah." >Muttafaq Alaihi. > >Orang yang suka marah/zhalim pada >orang lain niscaya akan merasa kegelapan pada hari kiamat. Ketika >listrik mati di malam hari dan gelap tak ada alat penerang kita tidak suka hal >itu. Nah >kegelapan hari kiamat jauh lebih buruk dari hal itu dan lebih lama: > >Dari Jabir Radliyallaahu 'anhu bahwa >Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Jauhilah kedholiman >karena >kedholiman ialah kegelapan pada hari kiamat, dan jauhilah kikir karena ia >telah >membinasakan orang sebelummu." Riwayat Muslim. > >Ketika seseorang minta nasehat, Nabi >menjawab “Jangan marah†berulangkali: > >Dari Abu Hurairah Radliyallaahu >'anhu bahwa ada seseorang berkata: Wahai Rasulullah, berilah aku nasehat. >Beliau bersabda: "Jangan marah." Lalu orang itu mengulangi beberapa >kali, dan beliau bersabda: "Jangan marah." Riwayat Bukhari. > >Orang yang paling baik akhlaknya >yang dekat dengan Nabi. Bukan orang yang pemarah: > >Paling dekat dengan aku kedudukannya >pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu >ialah yang paling baik terhadap keluarganya. (HR. Ar-Ridha) > >Orang yang marah karena diingatkan >untuk takwa kepada Allah berdosa besar: > >Cukup berdosa orang yang jika >diingatkan agar bertaqwa kepada Allah, dia marah. (HR. Ath-Thabrani) > >Salah satu penyebab yang paling >banyak membuat orang masuk neraka adalah mulut yang suka marah. Meski dia >rajin >sholat, puasa, zakat dan haji tapi jika suka marah tetap masuk neraka: > >Rasulullah Saw ditanya tentang >sebab-sebab paling banyak yang memasukkan manusia ke surga. Beliau menjawab, >"Ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang baik." Beliau ditanya lagi, >"Apa penyebab banyaknya manusia masuk neraka?" Rasulullah Saw >menjawab, "Mulut dan kemaluan." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban) > >Kebanyakan dosa anak Adam karena >lidahnya. (HR. >Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi) > >Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih >mengetahui." Beliau bersabda, "Menyebut-nyebut sesuatu tentang >saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai."(HR. Muslim) > >Sulaiman bin Shurad ra., ia berkata: >Dua orang pemuda saling mencaci di hadapan Rasulullah saw. lalu mulailah mata >salah seorang dari mereka memerah dan urat lehernya membesar. Rasulullah saw. >bersabda: Sesungguhnya aku tahu suatu kalimat yang apabila diucapkan, maka >akan >hilanglah kemarahan yang didapati yaitu "Aku berlindung kepada Allah dari >godaan setan yang terkutuk". Lelaki itu berkata: Apakah engkau menyangka >aku orang gila?. (Shahih Muslim No.4725) > >Sering orang marah kepada >pembantunya / bawahannya karena dia merasa lebih tinggi sementara >pembantunya / >bawahannya lebih rendah dan selalu takut kepadanya. Padahal menurut Anas >seorang pembantu Nabi, selama 10 tahun dia bekerja dengan Nabi, tak pernah >sekalipun Nabi memarahinya meski dia ada salah. > >Seorang sahabat berkata kepada >Rasulullah Saw, "Pelayan (pembantu rumah tangga) saya berbuat keburukan >dan kezaliman." Nabi Saw menjawab, "Kamu harus memaafkannya setiap >hari tujuh puluh kali." (HR. Al-Baihaqi) > >Biasanya orang marah terhadap >pembantu / bawahan karena pekerjaan “kurang/tidak beresâ€. Padahal Nabi >memerintahkan untuk memberi pekerjaan hanya sesuai kemampuan mereka dan jika >perlu kita harus membantu mereka jika mereka kesulitan. Allah memberi ganjaran >pahala untuk itu: > >Apa yang kamu ringankan dari >pekerjaan pembantumu bagimu pahala di neraca timbanganmu. (HR. Ibnu Hibban) > >Bagi seorang budak jaminan >pangan dan sandangnya. Dia tidak boleh dipaksa melakukan pekerjaan yang tidak >mampu dilakukannya. (HR. Muslim) > >Pelayan-pelayanmu >adalah saudara-saudaramu. Allah menjadikan mereka bernaung di >bawah kekuasaanmu. Barangsiapa saudaranya yang berada di bawah naungan >kekuasaannya hendaklah mereka diberi makan serupa dengan yang dia makan dan >diberi pakaian serupa dengan yang dia pakai. Janganlah membebani mereka dengan >pekerjaan yang tidak dapat mereka tunaikan. Jika kamu memaksakan suatu >pekerjaan hendaklah kamu ikut membantu mereka. (HR. Bukhari) > >Allah melarang kita untuk banyak >bicara. Apalagi banyak marah. Karena akan menyebabkan kita masuk neraka: > >Sesungguhnya Allah melarang kamu >banyak omong, yang diomongkan, dan menyia-nyiakan harta serta banyak >bertanya. (HR. Asysyihaab) > >Barangsiapa banyak bicara maka >banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula >dosanya, dan >barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya. (HR. >Ath-Thabrani) > >Jika marah, diamlah. Kebanyakan >penyebab retaknya rumah tangga / keluarga adalah ketika suami/istri marah, >mereka tidak diam. Justru melontarkan perkataan yang menyakitkan hati >pasangannya. Padahal dengan diam pun pasangan kita tahu kita sedang marah >tanpa >membuat dia sakit hati karena perkataan kita: > >Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah >diam. (HR. Ahmad) > >Jika kita marah, maka pahala >kita akan diberikan kepada orang yang kita marahi. Jika pahala kita habis, >maka >dosa orang yang kita marahi dipindahkan Allah ke kita. Inilah orang yang >muflis/bangkrut di akhirat. Dia mengira akan masuk surga karena rajin >beribadah, tapi dia juga rajin menzhalimi/memarahi orang lain hingga akhirnya >masuk neraka: > >Apabila ada orang yang >mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu >mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya >untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami) > >Tahukah kamu siapa orang yang >bangkrut? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih >mengetahui." Nabi Saw lalu berkata, " Sesungguhnya orang yang >bangkrut dari umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa >amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan >menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu. Di akhirat >orang-orang yang disakitinya menuntut dan mengambil pahalanya sebagai >tebusan. Bila >pahalanya habis sebelum selesai ganti rugi atas dosa-dosanya maka dosa >orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan >ke api neraka." (HR. Muslim) > >Jika kita berbuat salah kepada >Allah, begitu kita tobat dan minta ampun kepada Allah, niscaya Allah >memaafkan. >Tetapi jika kita berbuat salah terhadap manusia, misalnya memarahinya, dosa >kita tidak akan diampuni kecuali orang yang kita meminta maaf kepada orang >yang >kita zhalimi. > >Ada satu kisah seorang ayah >menyuruh anaknya yang pemarah untuk memaku beberapa paku ke pagar. Meski >paku-paku itu dicabut, namun lubang bekas paku itu tetap ada. Begitulah jika >kita memarahi orang. Meski kita sudah minta maaf, namun bekas luka di hati >orang >yang kita marahi akan tetap ada. > >Kita harus yakin bahwa Allah >Maha Melihat dan Maha Mendengar. Sehingga Allah mengetahui jika kita sedang >menzhalimi seseorang. Kita juga harus yakin bahwa segala ucapan dan tindakan >kita selalu dicatat oleh dua malaikat, yaitu Roqib dan ‘Atid dan akan >dihitung >di hari Kiamat nanti. Oleh sebab itu hindarilah segala ucapan dan perbuatan >yang buruk. > >Jangan mencaci/menghina orang >lain dengan sebutan yang anda sendiri tidak suka: > >“Hai orang-orang yang beriman, >janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh >jadi >yang ditertawakan itu lebih baik. Dan jangan pula sekumpulan perempuan >merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan >janganlah suka mencela dirimu sendiri (maksudnya saudaramu) dan jangan >memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan...†[Al Hujuraat:11] > >Tips agar >tidak marah: > >· >Baca ta’awudz (a’udzubillahi minasy syaithoonir rojiim) >sebab setan membisikkan manusia untuk berbuat dosa termasuk marah. >Berlindunglah >terhadap Allah. > >· >Bersabarlah. Tahan kemarahan anda > >· >Diamlah > >· >Jika anda berdiri, duduklah. > >· >Jika masih marah, berwudlu-lah > >· >Jika terpaksa bicara, beritahu cara yang benar. Misalnya: >Kalau melakukan ini caranya begini sambil memperagakannya. Jangan >panjang-panjang >cukup 2x. Kalau kesalahan masih terulang, ulangi lagi nasehat tersebut. >Hindari >menggelari orang dengan sebutan yang anda sendiri tidak suka seperti >bodoh, dan >sebagainya. > >Wa'alaikum salam wr wb > >=== >Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS >Cara berlangganan: >REG SI kirim ke 3252 >Tarif Rp.1000 ,- + PPN >content akan dikirim tiap hari > >Untuk berhenti ketik: >UNREG SI kirim ke 3252 > >Sementara ini hanya bisa diakses provider selular Telkomsel > >Dapatkan tulisan-tulisan tentang Islam di: ><http://www.media-islam.or.id>http://www.media-islam.or.id > >__________________________________________________________ >Be a better friend, newshound, and >know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. ><http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ> http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ > > > [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

