Juga anggauta staff saya dikantor di Austria, orang Iran, Palestina dan Mesir ikut merayakan Natal, baik di kantor maupun dirumah. Mereka adalah Muslim Sunnite dan Shhite.
Salam DH Humphrey Hawksley Warga Nasrani Irak rayakan Natal Warga Kristen Baghdad merayakan Natal tahun ini dalam suasana meriah karena situasi yang lebih aman. Pasar yang menjual hiasan Natal ramai dengan penjual dan pembeli, sementara umat Kristen pergi ke gereja tanpa ketakutan lagi. Pusat kota Baghdad yang tahun lalu merupakan kawasan perang yang suram, kini sudah menjadi pasar yang sibuk dengan kios-kios yang menjual hiasan emas dan perak dan boneka Sinter Klas. Pasar ini berada di kawasan warga Syiah, namun para pelanggan dari berbagai tempat dan penuh kejutan. Saya tanyakan kepada seorang ibu, apakah anda beragama Kristen. "Bukan, saya muslim! Tapi kami merayakan Tahun Barat seperti orang Kristen --- ini tradisi -- semacam tradisi," tutur si ibu. Sorson Keidr, yang berprofesi bankir, mengatakan, dia merayakan Tahun baru sebagai tradisi. Tahun lalu, dia tak berani datang ke pasar ini. Sorson Keidr mengatakan sekarang dia bisa pergi ke pasar di pusat kota Baghdad ini tanpa harus ketakutan lagi. "KIni saya bisa keluar berbelanja tanpa firasat mungkin akan ada bom di sini atau di sana...Ketika kami anak-anak, kami mengikuti tradisi ini seperti kalian warga Kristen," ujarnya. Di Baghdad, keluarga Adubi adalah penganut Kristen yang merayakan Natal dengan tradisi ala Irak. Memasang dekorasi di puncak pohon memang tradisi umum di seluruh dunia, tapi keluarga Adubi tidak makan kalkun seperti di negara- negara Barat yang merayakan Natal melainkan makanan tradisi Irak, yaitu kepala dan kaki domba. Tentu saja keluarga Adubi juga pergi ke gereja. Menurut Adubi sekarang sudah tidak ada masalah lagi untuk pergi ke gereja, tidak seperti keadaan dua atau tiga tahun lalu. Agaknya Baghdad sudah kembali lagi; banyak yang merasakan suasana yang lebih santai untuk merayakan Natal dan menyiapkan pesta Tahun Baru. Fri Dec 28, 2007 9:09 am

