Untuk memberikan kommentar terhadap tulisan sFe - didalam persoalan siapakan 
Messiah atau Al-Masih sulit untuk di-uraikan dalam satu email ini adalah suatu 
study tersendiri dan juga harus dibicarakan oleh bukan satu yg berpendapat dia 
yg betul. Didunia banyak sekali ahli2 agama dan pendapatnya bisa sangat 
berlainan sekali dgn pendapat dibawah ini.
   
  Yg dibicarakan dibawah adalah pemandangan atau pendapat dari mereka yg 
beragama islam dan terutama disini yg dari aliran Sunni - dan mungkin ada 
sedikit aliran wahabinya didalam presoalan Al Masih. 
   
  Jadi phylosophy yg dipakai hanya dari satu aliran dan aliran ini menentukan 
pendapat dari aliran lain in general tanpa memperhatikan pendapat basic 
pemikirannya.aliran2 agama lain.
  Boleh dikata pendapat dibawah ini agak pincang dan tanpa logica. Jaman 
sekarang - jaman internet dan jaman pendidikan college dan praegraduate,  
technik logica thematic yg dipakai oleh ahli agama yg menulis adalah super one 
sided dan bukan openmind diskussion - jadi dogmatic.
   
  Oleh karena persoalan atau thematic yg dibicarakan disini adalah persoalan 
probability dan bukan reality mengenai sesuatu dimasa lampau dan dimasa 
sekarang dan dimasa yg akan datang berdasarkan imagination setiap aliran 
agama.--  diskussi mengenai tulisan ini semua adalah lamunan tanpa fundament. 
Setiap pendapat yg diutarakan mungkin betul tetapi mungkin juga tidak betul dgn 
kemungkinan ketidak betulannya jauh lebih banyak. 
   
  Siapakah diantara kalian akan mengetahui dgn 100% bahwa Esa adalah Al-Masih 
atau Messiah. Messiah artinya jikalau diterjemahkan kedalm bah. ingeris adalah 
the annointed one - dia yg dipermandikan dgn minyak. Istilah Christus asal dari 
bah. Greek dan artinya sama diannointed.  
  Sebagian dari aliran islam percaya bahwa AlMasih akan kembali setelah Al 
Mahdi berkuasa dan menghancurkan dajjael2. Sejarah islam didalam 1850'an ada yg 
menyebut dirinya Al Mahdi - Mohammed Ahmad yg mulai menyebar jihad dan wahabi 
islam diSudan - tetapi dia dikalahkan didalam penghancuran dajjaelnya oleh 
orang nasrani dari Ingeris. - Menurut yg percaya ini Al Masih akan kembali 
setelah Al Mahdi dan setelah peperangan melawan Dajjael berachir dgn kemenangan 
mutlak dari agama islam. Ataukah mereka percaya Al Mahdi adalah Osama Ben 
Laden. 
  Umat Shiya tidak menerimanya dan Ahmadiyah di Pakistan tidak menerimanya dan 
apakah islam Kejawen menerimanya ? Bagaimana dgn islam yg tinggal disilk road 
mereka juga tidak sama pemandangannya.
   
  Karena itu menurut pendapat saya pribadi persoalan yg dibicarakan dibawah ini 
adalah pincang dan tidak berbasis yg kuat. Semua adalah pendapat perseorangan 
dgn pemakaian titulatur yg super mewah sehingga yg tidak mengetahui keadaan 
dapat terbawa.  
   "Karena itu sebelum menerima sesuatu sebagai mutlak pelajari pendapat2 dari 
lain ahli."
   
  Techniek yg dipakai didalam analisa dibawah ini adalah sama dan analog dgn 
teckniek mempelajari theory communist yg oleh setiap suku didunia 
di-interpretasi berlainan. Pengetahuan mengenai sesuatu yg abstract seperti 
filosofy agama atau penghidupan, kita harus pelajari dgn open mind dan jangan 
kesusu dianggap The Truth and nothing  but the Truth. Setiap ajaran ada 
kebaikannya dan keburukannya - dan hanya pengalaman penghidupan dapat menyaring 
yg kebaikannya.
   
  Andreas
  

sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Kamis, 15 November 2007 - 08:15:22, Penulis : Al-Ustadz Qomar ZA, Lc 
Kategori : Kajian Utama Al-Masih Versi Yahudi dan Nasrani
[Print View] [kirim ke Teman]

Keyakinan akan munculnya Al-Masih di akhir zaman juga diakui Yahudi dan 
Nasrani. Namun tentu saja keyakinan mereka menyimpang dari kebenaran (Islam) 
yang kemudian mewujud menjadi kekufuran terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Yahudi
Di antara aqidah Yahudi, mereka meyakini kemunculan seseorang yang diklaim 
bakal mengembalikan kejayaan mereka. Mereka menyebutnya “Al-Masih Al-Muntazhar” 
yakni Al-Masih yang dinanti. Dalam keyakinan mereka, orang tersebut berasal 
dari keluarga Nabi Dawud, yang nantinya akan menundukkan umat, memperbudak 
mereka, dan mengembalikan kejayaan Yahudi. Serta berbagai keyakinan dan harapan 
yang dibumbui bermacam-macam kedustaan sebagaimana tertera dalam kitab Talmud 
mereka. Aqidah ini terus mereka yakini hingga saat ini, terbukti dengan 
tercantumnya hal itu dalam Protokolat Yahudi Zionis. (Dirasat fil Adyan, hal. 
265, Badzlul Majhud, 1/227)

Nasrani
Orang-orang Nasrani juga meyakini akan munculnya Al-Masih di akhir zaman 
meskipun mereka telah meyakini kematiannya. “Injil-injil” mereka menyebut, Isa 
disalib pada Jum’at dini hari lalu meninggal pada sore harinya setelah menyeru: 
“Tuhanku, Tuhanku, mengapa engkau biarkan aku?”1 Selanjutnya pada malam itu, 
diturunkan dari salib dan dimasukkan ke liang kubur malam itu juga serta terus 
di dalam kubur hingga malam Ahad. Esoknya, pada hari Ahad, ketika orang-orang 
datang ke kuburannya ternyata kuburnya telah kosong. Dikatakan kepada mereka 
bahwa ia bangkit dari kuburnya, lantas tinggal bersama mereka selama 40 hari 
lalu ia terangkat ke langit sementara mereka melihatnya.

Demikian –secara ringkas– “injil-injil” mereka menyebut. Sebuah keyakinan yang 
pasti bahwa injil-injil mereka telah mereka selewengkan sehingga cerita semacam 
ini tidak bisa kita percayai. Terlebih yang jelas bertentangan dengan 
Al-Qur`an, yaitu penyebutan kematian Isa, penyaliban Isa, dan pembunuhan 
terhadapya.

Dari kisah tadi mereka meyakini akan kembalinya Isa di mana nantinya ia akan 
menghisab/menghitung amal manusia, membalas mereka, serta mengumpulkan kembali 
orang-orang Nasrani. (Dirasat fil Adyan hal. 264, 283)

Ibnu Taimiyyah rahimahullahu menjelaskan: Tiga umat menyepakati berita akan 
munculnya Al-Masih pembawa petunjuk dari keluarga Dawud dan Al-Masih pembawa 
kesesatan. Dan mereka sepakat bahwa Al-Masih pembawa kesesatan belum muncul, 
tapi akan muncul. Mereka juga sepakat bahwa Al-Masih pembawa petunjuk akan 
datang. 

Lalu muslimin dan Nasrani sepakat bahwa Al-Masih pembawa petunjuk adalah Isa 
bin Maryam, sementara Yahudi mengingkarinya, dengan pengakuan mereka bahwa 
Al-Masih itu memang dari keturunan Dawud. (Dalam pengingkaran ini, -pent.) 
mereka beralasan bahwa Al-Masih yang dijanjikan adalah yang seluruh manusia 
beriman kepadanya. Mereka beranggapan, Al-Masih Isa diutus dengan agama Nasrani 
padahal itu agama yang jelas salah. 

Karena itu, ketika muncul Al-Masih Ad-Dajjal mereka pun mengikutinya. Maka 
keluarlah mengikutinya 70.000 Yahudi Ashbahan2 yang memakai jubah hijau.” 
(Al-Jawab Ash-Shahih Liman Baddala Dinal Masih, 3/324 dinukil dari kitab 
Badzlul Majhud, 1/262)

Dari keterangan Ibnu Taimiyyah rahimahullahu di atas, kita bisa mengambil suatu 
bantahan terhadap sikap Yahudi, di mana yang mereka sebut Al-Masih Al-Muntazhar 
itu sejatinya adalah Nabi Isa bin Maryam ‘alaihimassalam. Namun sejak 
diutusnya, mereka sudah mengingkarinya, bahkan melontarkan tuduhan-tuduhan keji 
serta tuduhan kekafiran kepada Isa dan kepada ibunya sebagaimana termaktub 
dalam kitab Talmud mereka3. 

Sehingga mereka, ketika turunnya Isa nanti di akhir zaman, akan menjadi 
musuh-musuh utama Nabi Isa. Maka terjadilah peristiwa terbunuhnya Al-Masih 
Ad-Dajjal pembawa kesesatan oleh Al-Masih Ibnu Maryam, pembawa hidayah. 
Sebagaimana terjadi pula peperangan antara pengikut masing-masing Al-Masih.

Lantas, Al-Masih apa yang dinanti Yahudi dengan segala harapan dan ‘kesabaran’ 
mereka? Ternyata dia adalah Al-Masih Ad-Dajjal, sang pembawa kesesatan, yang 
ternyata juga seorang Yahudi.

Adapun keyakinan Nasrani, walaupun mereka sepakat dengan muslimin bahwa yang 
dimaksud adalah Isa bin Maryam, namun pada perincian keyakinan mereka sangat 
jauh berbeda dan sangat bertolak belakang. Karena orang Nasrani meyakini Isa 
sebagai Tuhan dan nanti akan menghisab/menghitung amalan manusia serta 
membalasi amal mereka. 

Adapun muslimin meyakini bahwa Isa naik sebagai manusia, demikian pula turun 
sebagai manusia sebagaimana perincian yang telah lewat.

Atas dasar keyakinan mereka itu, mereka sejatinya lebih dekat kepada Al-Masih 
Ad-Dajjal, karena Dajjal nanti akan mengaku sebagai Tuhan dan akan membawa 
semacam surga dan neraka, menguji manusia dan membalas mereka. Sehingga bila 
seorang Nasrani tidak beriman akan kemanusiaan Al-Masih Ibnu Maryam, tentu ia 
akan menjadi pengikut Al-Masih Ad-Dajjal.

Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kami memohon keselamatan.

1 Dari kata-kata yang mereka kisahkan ini, kalau mereka jujur, mereka akan 
mengetahui bahwa Isa ‘alaihissalam sesungguhnya bukan Tuhan. Bahkan ia adalah 
seorang hamba yang butuh pertolongan Tuhannya.

Al-Masih Versi Al-Qiyadah Al-Islamiyah

Adalah salah satu kelompok yang memanfaatkan keyakinan akan munculnya Al-Masih. 
Pencetus aliran ini mengaku bahwa dirinya telah mendapat wahyu di gunung 
Bunder, Bogor, dan menjadi Al-Masih, atau yang diistilahkan Mesias yang 
dijanjikan sebagai penyelamat. Dia sebut dirinya sebagai Al-Masih Al-Maw’ud, 
artinya Al-Masih yang dijanjikan.

Disayangkan, kawanan Al-Masih Palsu ini telah berhasil merekrut demikian banyak 
pengikut dari kalangan mahasiswa dan pelajar di berbagai penjuru tanah air. 
Cara yang mereka lakukan adalah dengan mengelabui pelajar muslim untuk 
mempelajari Al-Qur`an, namun mereka tafsirkan sesuai dengan misi mereka. Lantas 
mereka kait-kaitkan dengan ajaran Yesus yang ujung-ujungnya mencampur-adukkan 
antara ajaran Islam dan Kristen. Nampak dari luar Islam tapi dalamnya Kristen.

Mereka sendiri tidak melaksanakan syariat Islam, termasuk yang terpentingnya 
yaitu shalat lima waktu. Mereka menganggap orang yang shalat sebagai orang 
musyrik, dan bercita-cita memerangi orang-orang yang shalat. 

Syahadatnya pun sudah berbeda, bukan lagi “Asyhadu anna Muhammadarrasulullah” 
tapi “Asyhadu Anna Al-Masih Al-Maw’ud Rasulullah.” Ini adalah kekafiran yang 
nyata!!! Namun tetap saja mereka mengelak ketika ditanya tentang syahadat 
mereka.

Dan pelbagai keyakinan Al-Qiyadah Al-Islamiyyah yang sangat menyimpang dari 
prinsip ajaran Islam yang murni masih banyak. Apakah demikian Al-Masih yang 
dijanjikan?! Kalau dia tetap sebut dirinya Al-Masih maka dia Al-Masih Ad-Dajjal 
cilik, artinya Al-Masih pendusta/pemalsu kecil. 

Maka waspadalah wahai kaum muslimin, gerak mereka masih senyap, belum 
terang-terangan. Lebih jauh tentang Al-Qiyadah Islamiyyah ini dapat dikaji di 
bagian lain majalah kita ini.

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



                         


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke