"The Idea of Change!"

Oleh: Gadis Arivia

Hingga larut malam, mata masyarakat Amerika melekat ke tv mereka. Di sebuah
ruangan keluarga di Maryland, keluarga Smith menyimak baik-baik hasil dari
pemilihan di Iowa. Mereka keluarga kulit putih biasa dari kalangan menengah
yang sibuk sejak pukul 7 malam berdebat di ruangan keluarga. Keluarga yang
terdiri dari tiga orang ini masing-masing memiliki jagoannya. Sang ayah
memilih John Edwards yang memperoleh suara 30%, sang ibu memilih Hillary
Clinton dengan 29% suara sedangkan sang anak yang masih berumur 12 tahun
memilih Barack Obama dan berjingkrak-jingkrak karena idolanya menang 38%.


Masing-masing mengemukakan pendapatnya tentang pilihan mereka. Sang ayah
merasa pemimpin masa depan Amerika haruslah seorang populis yang berada di
belakang rakyat miskin sedangkan sang ibu memilih Hillary Clinton karena
merasa pengalaman dan kerja keras merupakan nilai-nilai bangsa Amerika
sedangkan sang anak mengharapkan masa depan Amerika yang "cool", dipimpin
oleh orang muda dari kalangan campur karena Amerika pada dasarnya masyarakat
"melting pot". Semua mengajukan perbedaan pendapat masing-masing namun
semua sepakat bahwa perubahan di Amerika hanya dapat diperoleh lewat partai
Demokrat.

Partai Demokrat merepresentasikan perubahan, kandidat-kandidat mereka
mencerminkan hal itu. Hillary Clinton bila terpilih akan menjadi presiden
perempuan pertama sedangkan Barack Obama bila terpilih akan menjadi presiden
keturunan Afrika-Amerika pertama di Amerika. Pemilihan di Iowa memang
proses pemilihan awal dan para kandidat ini harus berkampanye dan merebut
hati pemilih di 49 negara bagian lainnya. Namun, hasil pemilihan di Iowa
menunjukkan keiinginan yang kuat dari masyarakat Amerika untuk sebuah
pemerintahan yang berbeda, Hillary di dalam pidatonya di Iowa
menyatakan:"We're sending a clear message that we are going to have change
and that change will be a Democratic president in the White House in 2009".


Ada sebuah keletihan di masyarakat AS menghadapi politikus-politikus dari
partai Republik. Isu-isu yang diusung partai Republik mempersoalkan imigran
ilegal, pembelaan perang Irak, terorisme, anti aborsi dan pajak membuat
masyarakat lelah dan bosan. Mereka lebih mengiginkan isu penghentian perang
Irak, kesehatan, ekonomi dan pendidikan, isu-isu yang diusung politikus
partai Demokrat.

"The idea of change" menjadi magnet bagi publik Amerika tinggal bagaimana
"change" itu akan diperoleh. Apakah "change" akan diperoleh dengan
inspirasi (Obama), atau "change" dibuktikan dengan kerja keras (Hillary)
ataukah dengan "harapan" (Edwards)? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang
penting bagi publik Amerika.

Bagi Hillary, kerja keras merupakan bagian dari etika masyarakat Amerika.
Etika kerja ini ia dapatkan dari latar belakang keluarganya. Keluarga
Hillary merupakan keluarga biasa, kelas menengah, ayahnya memiliki bisnis
kecil dan ibunya anak seorang pemadam kebakaran. Ibunya berasal dari
keluarga susah yang ketika berumur 8 tahun bersama dengan adiknya, 3 tahun,
terpaksa naik kereta api selama empat hari, hanya berdua, mencari nenek
mereka untuk dapat tinggal dengan layak. Orang tua mereka karena keadaan
ekonomi tidak sanggup menjaga mereka. Cerita tentang masa susah ibunya saat
masih anak-anak membuat Hillary sepanjang hidupnya memperjuangkan hak-hak
anak. 



Setelah tamat dari Wellesly College ia kemudian meneruskan studinya
di Yale University bidang hukum. Selama kuliah, ia membantu pelayanan
hukum untuk keluarga dan anak-anak yang mengalami kekerasan. Setelah tamat
dari Yale University ia bekerja sebagai pengacara di Children's Defence
Fund. Ia sempat masuk dalam anggota yudikatif untuk mengadili "impeachment"
Richard Nixon, namun setelah itu, ia tidak ingin melanjutkan karier sebagai
pengacara papan atas, ia kembali berniat meneruskan pekerjaan hukum untuk
masalah-masalah sosial. Di Arkansas, ia kemudian mendirikan sebuah
pelayanan klinik hukum untuk keluarga dan anak-anak yang mengalami
kekerasan. Di usianya yang ke-30, ia diangkat oleh presiden Carter untuk
duduk sebagai ketua Dewan Pelayanan Hukum Amerika khusus menangani persoalan
hukum untuk rakyat miskin. Ia pun meraih penghargaan dua kali sebagai
pengacara terbaik di Amerika Serikat. Di Arkansas pula ia mengantarkan
suaminya meraih kemenangan menjadi gubernur Arkansas. Ketika Bill Clinton
menjadi presiden, Hillary sebagai ibu negara tidak duduk manis saja. Ia
bekerja keras berbicara di berbagai forum internasional untuk hak-hak anak
dan perempuan serta Hak Asasi Manusia. 

Ia sadar pengaruhnya sebagai ibu negara sehingga ia ingin memanfaatkan 
posisinya sebaik mungkin untuk kepentingan anak-anak dan perempuan di seluruh 
dunia. Ia yang menyuarakan
secara lantang di berbagai belahan dunia bahwa "hak-hak perempuan adalah hak
asasi manusia". Ia juga bekerja keras untuk mendorong terwujudnya Program
Asuransi Negara untuk Kesehatan Semua Anak, program ini menolong jutaan
anak-anak. Bukunya "It takes a village to raise a child" menjadi buku
terlaris dan seluruh keuntungan satu juta dollar ia sumbangkan untuk
kemajuan dan hak-hak anak. Ia memang gagal memperjuangkan program kesehatan
universal namun dari kegagalan tersebut ia belajar untuk dapat
memperjuangkan kembali program kesehatan yang lebih baik dan dapat
diimplementasikan. Kesehatan untuk semua merupakan perjuangan Hillary yang
tiada habisnya.

Pada tahun 2000 Hillary memulai kariernya di Parlemen merepresentasikan New
York. Ia berhasil memperjuangkan berbagai kebijakan seperti pemotongan
pajak untuk kelas menengah, menaikkan upah minimum, investasi untuk
menciptakan lapangan kerja, akses internet yang luas penting untuk
peningkatan ekonomi masyarakat di pedesaan, komitmen AS untuk melawang
HIV/AIDS secara global, dsb. Pada tahun 2006 karena hasil pekerjaannya yang
cemerlang ia dipilih lagi menjadi anggota Parlemen mewakili New York untuk
kedua kalinya.

Hillary menekankan pengalamannya selama 35 tahun bekerja untuk publik
Amerika, Hillary menekankan "experience" sebagai yang terpenting dalam
memimpin Amerika di abad ke 21. Di sinilah yang membuat Hillary berbeda
dengan Obama. Obama baru masuk parlemen pada tahun 2005, Karena belum lama
berkiprah di parlemen tidak banyak yang dapat dibuktikan dari kerja Obama.
Meskipun demikian, pekerjaan yang patut dicatat adalah perjuangannya
meloloskan kebijakan merekam setiap investigasi yang dilakukan oleh polisi.
Rekaman ini penting agar dapat melindungi korban dari kesewenang-wenangan
yang dapat dilakukan oleh aparat. Kebijakan lain yang berhasil adalah
membantu keluarga miskin. Memang keberhasilan perjuangan kebijakan-kebijakan
Obama lebih banyak sebatas di tingkat negara bagian Illinois dan bukan
secara nasional. Kelebihan Obama adalah ia mampu menjual "inspirasi" ke
publik Amerika. Publik Amerika kini bertanya-tanya lagi "do we need
experience or do we need inspiration?" dalam menghadapi persoalan isu
domestik dan global.

Bagi saya kandidat-kandidat dari partai Demokrat sangat dinamis, berwawasan
luas dan jelas dalam program-programnya. Kandidat-kandidat presiden seperti
ini jarang ditemukan di Indonesia. Ada yang membandingkan Hillary dengan
Megawati, menurut saya perbandingan ini sangat jauh. Track record Hillary
tentu lebih solid dan karier politiknya dicapai bukan karena suaminya
(apalagi ayahnya) tapi karena kerja keras bertahun-tahun lamanya malang
melintang di dunia politik dengan hasil yang dapat dibuktikan. Publik
Indonesia juga ada yang membandingkan Obama dengan SBY, ini tentu tidak
sepandan sama sekali. SBY tidak memberikan inspirasi apapun kepada
masyarakat Indonesia.

Yang membuat saya takjub dengan "the idea of change" dari partai Demokrat
adalah bahwa baik Hillary maupun Obama merupakan kandidat yang
merepresentasikan bukan saja perubahan akan tetapi "posibilitas". Bagi
generasi muda, posibilitas ini penting karena apakah perempuan yang nantinya
menjadi presiden di negara nomor satu ini ataukah seorang kulit hitam,
keduanya telah mendobrak dinding mayoritas kulit putih dan laki-laki, bila
dinding tersebut dapat didobrak, maka bisa saja seorang homoseksual,
lesbian dan etnis atau agama minoritas lainnya dapat menjadi pemimpin
besar. "There is no limit to possibilities..."



mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke