OPHELIA & HAMLET - DARI PILRES AS KE PANGGUNG TEATER DI TIM
Caatan singkat Ikranagara


Isu pembaharuan yang mencuat sebagai isu dalam pilpres di AS 
sekarang ini boleh dikata isu tentang kebosanan masyarakat AS, tapi 
bukan sekedar hanya kebosanan terhadap kebijakan politiknya Bush, , 
tetapi lebih luas dari itu: kebosanan terhadap
polah tingkah politik a la Washington DC. Dan polah tingkah itu
dicerminkan oleh apa yang dikerjakan para lobyist di K Street.
Numpang ucapan Hamletnya Shakespeare: "Ada yang busuk datangnya
dari... K Street!" Tapi juga, dibandingkan dengan Hamlet, maka Obama
bukan sekedar perenung yang kaya wacana, dan mengesankan dia sebagai 
tokoh yang penuh keraguan, tetapi Obama justeru lebih tangkas dan
cekatan dibandingkan Hamlet, dia adalah Robinhood yang tidak peragu. 
Perkawinan antara talk & action.

Bagaimana tentang Hillary? Dia pasrah diperlakukan apa saja oleh 
lelaki yang berstatus sebagai suaminya, 
mirip Ophelia pacarnya Hamlet yang akhirnya bunuh diri karena 
patah hati. Tapi Ophelia di dalam karya drama terbaru saya "Ophelia 
tidak mati" nanti dia akan tampil tidak selemah itu.

Ophelia saya saya itu adalah seorang pemain drama yang
terpilih untuk memerankan tokoh Ophelia, tapi pada adegan seharusnya 
dia bunjuh diri, dia justeru menolak melakukan bunuh diri itu.

Dia membongkar seluruh plot kisah "Hamlet" karya Shakespeare itu dan
sampai kepada kesimpulan bahwa semuanya itu hanyalah kisah hayalan
seorang lelaki bernama Hamlet yang mewakili Shakespeare yang sebagai
pengarang dan sekali gus pemikir adalah tergolong yang menerima
bahwa wanita sudah kodratnya untuk lebih rendah dari pria.

Di akhir karya saya itu muncul Mahatma Gandhi. Tokoh anti kekerasan, 
Ahimsa, ini menghujat Hamlet/Shakespeare itu sebagai manusia yang
merupakan hasil konstruksi kultural dan historis yang berawal dari 
zaman purbakala manusia yang berbudaya macho mendewakan ksatria
gila perang, gila kekerasan, gila kekuasaan dan gila pujian yang
menggenggam senjata berlumur darah sesamanya dalam perjalanannya
menjadi yang dipertuan di muka bumi ini.

"Ophelia tidak mati" versi short play ini nanti akan didampingi 
dengan satu lagi short play saya lainnya "Malam saat D.O.T. dapat 
hadiah." Kedua drama itu akan saya tampilkan di panggung TIM sebagai
penampilan pertama saya kembali setelah lama berada di AS.


Jakarta 6 Januari 2008



Kirim email ke