Dari milis detikinet:

Mana janji Telkom akan menurunkan tarif Speedy di 2008 sekitar 20%-30% dari 
tarif yang dikenakan di 2007? Ini berita betulan atau asal ngecap doang??? Apa 
tidak malu seorang Dirut Telkom tidak menepati janji apa yang sudah dikatakan 
sendiri. Seperti menjilat ludahnya sendiri.


http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/26/time/091559/idnews/746851/idkanal/450

Senin , 26/02/2007 09:15 WIB

Apricot Cocktail
Speedy Akan Semurah Tetangga
Ni Ketut Susrini - detikInet


Arwin Rasyid (dbu/inet)

Nusa Dua, Bali, Kembali Telkom berjanji akan menurunkan biaya akses Speedy.
Bahkan, tarifnya diharapkan bakal semurah tarif akses Internet broadband di 
negara tetangga.

Hal tersebut disampaikan Dirut PT Telkom Tbk Arwin Rasyid, di hadapan peserta 
forum APRICOT 2007 di Denpasar, Bali. Ia mengatakan, Telkom menurunkan sekitar 
30% tarif Speedy di 2007. Kemudian di 2008, tarif tersebut dijanjikan bakal 
turun lagi sekitar 20%-30% dari tarif yang dikenakan di 2007.

"Di tahun 2008, diharapkan biaya akses internet Speedy sudah akan setara dengan 
tarif operator lain di kawasan regional," ujar Arwin dalam keterangan tertulis 
yang diterima detikINET, Senin (26/2/2007).

Ia memaparkan pengguna Internet di Indonesia saat ini telah mencapai 25 juta 
dan pelanggan akses internet broadband sekitar 125 ribu pelanggan. Pada 2010, 
angka pengguna Internet itu diproyeksi melonjak menjadi 80,2 juta dan Internet 
broadband 2,5 juta pengguna.

"Akses internet yang murah akan memberikan banyak dampak positif dan kontribusi 
besar terhadap perekonomian, pendidikan maupun bidang kehidupan lain," Arwin 
menandaskan.

(rou/dbu)


http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/26/time/105059/idnews/746911/idkanal/450

Senin , 26/02/2007 10:50 WIB
Apricot Cocktail
Speedy Murah, ISP Terpukul
Donny B.U. - detikInet

Kemal Stamboel (dbu/inet)

Nusa Dua, Bali, Strategi membuat tarif Internet menjadi murah adalah salah satu 
faktor yang dapat membantu Indonesia dalam mengejar berbagai ketertinggalan 
dengan negara tetangga. Murahnya tarif Speedy akan memikul ISP.

Hal tersebut disampaikan oleh Kemal Stamboel, Wakil Ketua Harian Dewan 
Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DeTIKNas) kepada detikINET, Senin 
(26/2/2007) disela-sela acara forum APRICOT 2007 di Nusa Dua, Bali.

"Strategi (Telkom) untuk membuat tarif Internet (Speedy) menjadi murah 
sangatlah baik," ujar Kemal. "Karena dengan demikian, maka pertumbuhan pengguna 
Internet di Indonesia akan bisa semakin meningkat signifikan," tambahnya.

Meskipun demikian, Kemal tidak menampik bahwa dengan murahnya akses Speedy 
tersebut, sedikit banyak akan memukul beberapa Internet Service Provider (ISP). 
"Tetapi pasti, dengan akses (Speedy) yang lebih murah, akan ada beberapa ISP 
yang terkena dampaknya," ujar Kemal.

Bagaimana jika dampak tersebut hingga membuat sejumlah ISP gulung tikar? "Saya 
pikir, tetap ini adalah masalah bisnis. Tinggal bagaimana para ISP dapat 
melakukan efisiensi. Karena tetap, kepentingan konsumen adalah yang utama," 
tegasnya.

Kemal pun menyinggung soal daya beli masyarakat Indonesia yang tentu juga harus 
menjadi perhatian para penyelenggara telekomunikasi di Indonesia.

"Selain itu, tentu saja ketersediaan konten lokal juga perlu ditingkatkan. 
Jangan sampai nanti penetrasi (pengguna Internet) sudah tinggi, tetapi konten 
yang diakses mayoritas masih dari luar negeri," tandasnya.(dbu/dbu)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke