Satu Tahun Bulgaria dan Rumania dalam Uni Eropa

Oleh: Christoph Heinzle dari Berlin 

Situasi gembira ketika Bulgaria dan Rumania tahun lalu memasuki Uni Eropa 1 
Januari 2007. Kini satu tahun telah berselang, bagaimana situasi di dua anggota 
muda Uni Eropa tersebut.

Di Bulgaria terjadi perkembangan, bukan hanya sejak masuknya negara itu menjadi 
anggota Uni Eropa awal tahun lalu. Perkembangan yang lolos dari perhatian 
media, yang lebih suka memberitakan korupsi, kriminalitas dan krisis 
pemerintahan. Sejak memasuki abad ke-21 di Bulgaria berkembang perekonomian 
swasta yang tidak hanya inovatif tapi juga mampu bersaing. Yang tidak hanya 
membuka lapangan kerja tapi juga menawarkan upah cukup tinggi di sejumlah 
sektor. 

Perkembangan ekonomi tahun ini diperkirakan berkisar  6 hingga 7 persen. Ketika 
bulan Oktober lalu sekitar 100 ribu guru melakukan demonstrasi pertama kalinya, 
sejak berakhirnya perang dingin, permintaan mereka untuk reformasi pendidikan 
dan kenaikan gaji dari 150 Euro menjadi dua kali lipatnya dikabulkan enam pekan 
kemudian. 

Perubahan di Bulgaria benar-benar terasa dan terlihat. Jumlah mobil selama satu 
dekade terakhir naik empat kali lipat, bukan lagi mobil-mobil bekas tapi 
mobil-mobil baru yang memenuhi jalan-jalan Bulgaria yang disubsidi Uni Eropa. 
Hal ini cukup mengejutkan kelompok perwakilan media massa Jerman yang melakukan 
studi banding ke Bulgaria, antara lain Daniel Kraft 

 
"Dari Rumania kami berkunjung ke Bulgaria, dan mendapat kesan luar biasa di 
sini di Sofia. Sebelumnya kami di Bukarest, di mana di Bukarest lalu lintasnya 
kacau, benar-benar chaos. Dan ketika kemudian tiba di Sofia kami merasa seperti 
tiba di tempat peristirahatan. Suasananya yang enak dilihat, yang menurut 
perspektif kami sangat tertata. Banyak sekali yang dilakukan di sini di Sofia. 
Semuanya menjadi lebih penuh warna. Saya sendiri sudah pernah kemari awal tahun 
90-an, hampir tidak bisa mengenalinya, banyak yang terjadi di sini, banyak 
bangunan baru, banyak yang direnovasi, orang melihat banyak warna. Meskipun 
demikian kesan saya, banyak hal-hal lama yang secara positif tetap 
dipertahankan.“
 
Sebagai wakil menteri urusan Uni Eropa Antoanetta Primatarova sudah ambil 
bagian sejak awal, yakni sejak tahun 1983 dalam proses keanggotaan Bulgaria. Ia 
memperhatikan bagaimana ketatnya monitoring yang dilakukan pihak Komisi Eropa 
terhadap proses transformasi Bulgaria ke dalam Uni Eropa berpengaruh terhadap 
negara itu

 
“Masalah terbesar Bulgaria saat ini terletak pada bidang-bidang dimana tidak 
ada persyaratan tertulis Uni Eropa. Berdasarkan hal ini sebagian bidang-bidang 
tersebut  terbengkalai. Sebagian memang ada kesadaran bahwa bidang-bidang itu 
memerlukan reformasi, tapi di situ jauh lebih sulit meraih kesepakatan, 
bagaimana sebaiknya hal itu dilaksanakan, dan karenanya cenderung tidak 
dilakukan sesuatu.”
 
Sebelumnya juga sudah cukup sulit untuk melakukan reformasi yang diperlukan  di 
bidang-bidang yang ditetapkan. Tentangan yang dihadapi mula-mula tidak hanya 
datang dari lingkungan kriminalitas yang terorganisir yang tidak ingin ada 
pengaruh internasional maupun terciptanya negara hukum, tapi juga dari 
masyarakat biasa yang sangat miskin, dimana setiap upaya mengatasi struktur 
yang kurang tertata, pertama-tama membentur mereka secara keras. 
 
Namun yang mengejutkan adalah hasil studi Institut Alpha Research, yang sejak 
10 tahun terakhir melakukan jajak pendapat setiap enam bulan sekali. Tingkat 
persetujuan memasuki Uni Eropa di antara warga Bulgaria terus meningkat yakni 
di atas 80 persen.. Ini bukan hanya disebabkan harapan perbaikan ekonomi, tapi 
juga harapan meningkatnya keamanan dalam negeri, perlindungan terhadap hak 
warga yang menjadi landasan untuk demokratisasi di Bulgaria. 
 
Situasi Rumania Satu Tahun Setelah Masuk UE
 
Sementara itu di Rumania satu tahun setelah masuknya negara itu ke dalam Uni 
Eropa, tingkat kemiskinan hampir tidak mengalami perubahan bahkan jurang antara 
kaya dan miskin semakin besar. Sementara gaji tenaga kerja ahli mencapai hampir 
dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, para tenaga kerja yang kurang 
berpendidikan semakin rendah penghasilannya, dengan upah minimum sekitar 130 
Euro atau sekitar 1 setengah juta rupiah per bulan.
 
Demikian juga reformasi sektor peradilan yang berulang kali mendapat peringatan 
dari Komisi Eropa mengalami stagnasi, dimana Komisi Eropa sekarang mengancam 
menarik konsekuensi secara finansial. 80 persen warga Rumania tetap percaya 
korupsi di bidang pekerjaan dan sektor swasta adalah penting. Seringkali orang 
mengeluarkan biaya ekstra yang sebetulnya tidak perlu. Dalam kunjungan ke 
dokter misalnya. Juga sistim pendidikan masih sangat lemah. Guru-guru masih 
dibayar di bawah tarif.
 
Menurut jajak pendapat, sepertiga warga Rumania berpendapat kondisi 5 tahun 
lalu lebih baik dari sekarang. Meskipun demikian hanya sepertujuh warga Rumania 
yang menganggap kondisi kehidupan di masa depan akan lebih buruk. Pengamat 
Cristian Parvulescu mengemukakan 
 
"Itu adalah masalah dari sudut mana orang memandang. Jika kami memandangnya 
dalam konteks Uni Eropa, warga Rumania tetap optimis. Tapi jika kami 
memandangnya dari sudut perkembangan di Rumania, orang cenderung pesimis. Ini 
terletak pada ketegangan dalam negeri antara presiden, pemerintah dan perdana 
menteri. Juga pelaksanaan referendum yang silih berganti tampaknya melelahkan 
masyarakat, suatu perasaan yang menyebabkan penolakan terhadap berbagai 
kejadian politik.“
 
Rasa pesimis ini menurut penilaian Parvulescu juga dapat berpengaruh terhadap 
Uni Eropa, dimana warga Rumania masih menganggap Uni Eropa sebagai institusi 
yang dapat mempengaruhi sikap politisi Rumania. Jika ketegangan situasi dan 
politik di Rumania terus berlanjut, diperkirakan tingkat aktivitas warganya 
dalam kejadian politik akan semakin rendah. Hal itu juga tampak dengan 
rendahnya tingkat peserta dalam pemilihan parlemen Eropa tanggal 25 November 
lalu, dimana tingkat pemilih tidak sampai sepertiganya. Pengamat Christian 
Parvulescu berpendapat
 
“Pemilihan itu adalah kasus istimewa, karena dalam pemilihan Eropa sekaligus 
dilaksanakan referendum. Dan referendum yang dilakukan oleh Presiden Traian 
Basescu inilah yang menyebabkan demotivasi banyak warga Rumania.“
 
Setahun setelah keanggotaannya dalam Uni Eropa, warga Rumania merasa kecewa. 
Mereka tidak puas dengan kondisi saat ini.


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke