Serambi Indonesia.                        
                        
                 
            Selasa, 08 Jan 2008 | 22:36:17 WIB    

Aksi penculikan kembali terjadi.                      
                           
                             
                              a.. 08/01/2008 08:41 WIB

                              Penculik Geuchik belum Terungkap

                              * MPU: Penculikan Bertentangan dengan 
Islam

                        


                              LHOKSEUMAWE - Pihak Polres Lhokseumawe 
masih terus mengusut kasus penculikan Geuchik Desa Glumpang Sulu 
Barat, Anwar Sanusi (38) yang terjadi Minggu (6/1) sore, sekitar 
pukul 18.30 WIB di lintasan Banda Aceh-Medan, perbatasan Desa Paloh 
Lada dan Ulee Pulo.


                              Kapolres Lhokseumawe, AKBP Zulkifli 
didampingi Kasat Reskrim, AKP Bambang Eko Subandono, Senin (7/1) 
mengatakan, setelah menerima laporan penculikan itu, malam itu juga 
pihaknya menurunkan petugas polisi ke lokasi dan telah mengambil 
sidik jari di mobil korban. 

                              Menurut AKP Bambang, saat kejadian 
itu, memang ada seorang saksi namun karena saksi itu bisu sehingga 
tidak banyak keterangan yang berhasil didapat polisi, kecuali jumlah 
pelaku sebanyak empat orang. Saat mendengar ada ribut-ribut, saksi 
sempat datang ke lokasi. Tetapi saksi itu dipukul oleh pelaku 
sehingga langsung pergi. Meski demikian, kami masih terus memintai 
keterangannya, ujar Bambang. 

                              Menurut Kasat Reskrim, hingga kemarin 
motif penculikan tersebut belum jelas. Pihaknya akan segera memintai 
keterangan dari keluarga korban apakah selama ini ada perselisihan-
perselisihan dengan orang-orang tertentu, sehingga menjadi acuan 
dalam mengungkap kasus ini. Untuk sementara ini kasus penculikan ini 
belum jelas karena kita sedang bekerja, ujarnya. Barang bukti yang 
sudah diamankan adalah satu unit HP dan mobil korban, Nissan Terano. 

                              Bertentangan 

                              Dihubungi terpisah, Ketua Majelis 
Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara, Tgk H Mustafa Ahmad Paloh 
Gadeng berharap tidak ada lagi kekerasan, penculikan atau kejehatan 
lain yang membuat masyarakat resah. 

                              Menurutnya, nikmat kedamaian yang 
telah diperoleh supaya dijaga secara baik sehingga masyarakat tidak 
terbawa ke pusaran konflik seperti dulu. 

                              Dia menilai, kalau rasa ketakutan atau 
penculikan masih saja terjadi tentu yang rugi adalah masyarakat dan 
berbagai pihak lainnya. Aktifitas publik yang selama ini sudah 
menggeliat juga akan terganggu. Hindari kekerasan karena masyarakat 
tak ingin kekerasan kembali terjadi, ujarnya. 

                              Kepada pihak yang melakukan penculikan 
atau menebar ketakutan agar segera insaf dan ikut menjaga 
perdamaian, persaudaraan dan Syariat Islam. Kembalikan ia (Anwar 
Sanusi) pada keluarganya, apalagi penculikan sebuah tindakan yang 
bertentangan dengan Syariat Islam, ujar Tgk H Mustafa. 

                              Simpati mengalir 

                              Simpati dan keprihatinan terhadap 
kasus penculikan yang menimpa Anwar Sanusi terus mengalir. 
Masyarakat Dewantara yang tergabung dalam wadah Formapeda berharap 
pihak penculik segera membebaskan korban. 

                              Anwar Sanusi diduga diculik oleh 
sekelompok orang yang menggunakan mobil Kijang. Setelah kejadian 
itu, mobil Nissan Terano yang digunakan Anwar terparkir di pinggir 
jalan. Tas dan HP milik korban tetap utuh di dalam mobil. 

                              Dalam satu pernyataannya kepada 
Serambi, Formapeda mengharapkan polisi mengusut tuntas kasus 
penculikan terhadap Anwar Sanusi. Menurut Formapeda, kasus yang 
menimpa Geuchik Glumpang Sulu Barat bisa memunculkan keresahan 
masyarakat dan berdampak pada terganggunya suasana damai. 

                              Istri Anwar Sanusi, Muslamah (29), 
menyatakan baru mengetahui suaminya diculik pada pukul 21.00 WIB 
malam itu. Namun Muslamah tidak mengetahui kenapa suaminya diculik. 
Ketika berangkat dari rumah, hanya mengatakan akan memperbaiki 
mobil, ujar Muslamah sambil menahan sedih. Matanya tampak sembab. 

                              Seperti diberitakan, aksi penculikan 
kembali terjadi di Aceh. Kali ini menimpa Anwar Sanusi (38), Geuchik 
Desa Glumpang Sulu Barat, Kemukiman Cot Murong, Kecamatan Dewantara, 
Kabupaten Aceh Utara. Pergerakan pelaku berlangsung sangat cepat, 
Minggu (6/1) sore, sekitar pukul 18.30 WIB di tengah keramaian 
warga. 

                              Informasi yang diperoleh Serambi, aksi 
penculikan Geuchik Glumpang Sulu Barat dilakukan sekelompok orang 
yang mengendarai mobil. Anwar diambil dari dalam mobilnya saat 
pulang dari arah Lhokseumawe. Sebuah informasi menyebutkan, ketika 
penculikan itu terjadi, Anwar sedang bersama warga se-desanya 
bernama Nurdin.



mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke