Berikut ini saya intisarikan pendapat dari para ulama-ulama dan ormas Islam 
Indonesia, yang intinya menolak sistem Khilafah Islam yang di dengungkan oleh 
Hizbut Tahrir Indonesia. Adapun referensi dari mana berita itu diambil kami 
tulis di bawahnya. Selamat membaca!

DA'I
Musthafa Ya'qub (ahli Hadits
* Khilafah hanya 30 tahun
Pelita

DPR - KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Dedy Djamaluddin 
Malik
* Gagasan khilafah memang sulit diterapkan di Indonesia yang berdasarkan 
konstitusi Undang-Undang Dasar 1945.
Antara, 13/8/07

DPR - KOMISI I
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, Sutan Bathoegana
* Khilafah tidak cocok di Indonesia. "Saya kira kita sudah final dengan NKRI 
dan Pancasila sebagai landasan kita berbangsa dan bernegara"
Antara, 13/8/07

DPR - KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Damai Sejahtera, Jeffrey Massie
* Indonesia sebagai bangsa pengusung ideologi Pancasila dan mendasarkan 
konstitusinya pada Undang-Undang Dasar 1945 sepertinya telah menjadi pusat 
pergerakan dari 'the re-establishment Islamic caliphate worldwide'
* "Menurut saya, 'in the name of democracy, freedom of expression' dan 
lain-lain, mungkin sah-sah saja untuk mewacanakan terbentuknya Khilafah 
Islamiyah Dunia dengan Indonesia sebagai pusat pergerakan itu (or so it seems), 
walau sebetulnya, menurut saya, wacana tersebut jelas-jelas berseberangan 
dengan konstitusi kita,"
* Karena pemerintah tidak mengambil tindakan apa-apa, yah 'wis' mungkin-mungkin 
di mata pemerintah hal tersebut tidak apa-apa,". "Pula (pemerintah) harus 
bersikap sama jika ada pihak yang merasa secara geografis politis tidak 'sreg' 
atau tak 'pas' lagi menjadi bagian dari NKRI yang ternyata fondasi negaranya 
dan dasar konstitusinya dengan mudah digoyang ke sana ke mari,"

Intelektual Muda NU (Zuhaeri Misrawi)
* Khilafah justru menumbuhkan otorianisme dan korupsi (kasus Muawiyah)
* Khilafah hanya justivikasi kepentingan politik
* Kedaulatan Tuhan bagus tapi isinya dapat batil
Media Indonesia 24/8/07

Cendikiawan Islam (M. Hasibullah Sastrawi)

* Khilafah bukanlah 'sistem pemerintahan jadi': dalam sistem pemilihan, 
khilafah mana dan prosedur mana
* Pemerintahan awal Islam demokratis, tapi nolak demokrasi àà khawarij baru
Media Indonesia, 24/8/07

Cendikiawan Islam (Abdullah.A Naim)
* Saya pikir konsep khilafah adalah sebuah khayalan yang sangat berbahaya. Itu 
tidak benar menurut sejarah Islam. Apa yang disebut orang sebagai khilafah saat 
ini tak lebih sekadar pemerintahan monarki dan otoriter. Sistem khilafah sama 
sekali tidak mencerminkan ajaran Islam.
Vhr. Media 3/8/07

MUHAMMADIYAH
Din Syamsuddin, Ketua Umum Muhammadiyah
* Khilafah harus dalam NKRI dan tidak hilangkan pluralisme
* Khilafah dalam politik keagamaan ada beda pendapat; Khilafah berarti pemimpin 
dalam dirinya sendiri.
* Esensi Khilafah adalah persatuan umat
* Semua pihak diimbau untuk tidak perlu khawatir dengan wacana khilafah sebagai 
bagian dari proses demokrasi dan pluralisme.
Detik.com, 12/8/07
Kompas, 13/8/07
Menkokesra.go.id, 13/8/07,
Waspada online, 14/8/07

Syafi'i Ma'arif, Muhammadiyah
* Khilafah ada dalam sejarah. Hanya orang buta saja yang tidak dapat melihat 
fakta keras ini. Tidak ada pijakan logika Qur'ani.
* Khilafah sampai Ali, sisanya kerajaan
* Demokrasi lebih dekat ke syura
Muhammdiyah.or.id, 24/8/07

MUI-PARTAI
Sekjen Majelis Ulama Indonesia, Moch Ichwan Syam
* gagasan Khilafah Islamiyah untuk diterapkan di Indonesia sangat diragukan, 
bahkan tidak cocok untuk pemeluk agama yang beragam ini.
* Resistensi terhadap penerapan Khilafah Islamiyah akan sangat terbuka lebar 
apabila gagasan tersebut sangat dipaksakan kepada masyarakat yang mempunyai 
tingkatan pemahaman soal agama
* Indonesia terdiri dari beraneka macam kelompok, agama dan memiliki keberagaman
* wacana Khilafah Islamiyah yang digagas oleh HTI tidak perlu ditolak dan 
dibubarkan, akan tetapi biarkan saja hadir di Indonesia sebagai perkaya wawasan 
dan kajian
* MUI telah mengkaji berbagai macam paham transnasional yang masuk ke Indonesia 
seperti Hizbut Tahrir Indonesia dengan gagasan Khilafah Islamiyahnya. Kalau 
mempunyai kesamaan berpikir dengan MUI akan diterima dan mungkin bisa 
berkembang dan begitu juga sebaliknya.

NU
KH Muzadi (PBNU)
* Menolak konsep khilafah
* Bertentangan dengan semangat NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45
GP-Anshor.org, 14/8/07

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH Khoiruddin Tamhid.
* Konferensi Khilafah Internasional yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia di 
Jakarta, pada 12 Agustus lalu, semakin mempertegas upaya pendirian Khilafah 
Islamiyah di Indonesia. Hal itu, katanya, jelas sangat berbahaya karena 
mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
* Sistem khilafah itu hanya terbatas sampai pada Khulafaur Rasyidin (Khalifah 
Empat), tidak perlu dilanjutkan lagi.
* Sistem khilafah yang akan menggugat keabsahan konstitusi
* Mengingatkan kepada pemerintah sebagai penyelenggara negara dan penjaga 
keutuhan NKRI, seharusnya bersikap lebih tegas
NU online 20/8/07

ORMAS - PARTAI
Ketua Umum Baitul Muslimin (BAMUSI) Indonesia Hamka Haq yang didirikan PDI-P
* menilai bentuk khilafah yang dikembangkan saat ini tidak akan sama, dengan 
zaman sesudah Nabi Muhammad SAW mempercayakan para sahabat untuk menjadi 
khalifah.
* Khilafah monarki absolut
* konsep khilafah ini hanya cocok digunakan kegiatan keagamaan dan yang 
dilakukan pada masa lalum tidak cocok untuk politik
* NKRI harus menjadi bagian khilafah, tentunya pemerintah harus bubar dan 
konstitusi harus dibubarkan, itu berarti ancaman bagi NKRI
* masyarakat untuk tidak terpancing pada isu-isu kekhilafahan
Situs resmi baitul muslimin indonesia 16/8/07;
Sindo, 24/8/07

PARTAI
KH. Agus Miftach
* Jika yang dimaksud syari'ah dan khilafah adalah semata-mata pemerintahan 
agama yang teokratik-dogmatis, ini akan sangat berbahaya, karena akan 
menimbulkan konflik dan perpecahan dan antiklimaks nihilisme seperti yang 
dialami Syaikh Said Nursi di Turki. Tetapi jika syari'ah dan khilafah berupa 
solusi rasional dengan agregat ekonomi, politik dan sosial budaya, terutama 
nilai-nilai kebangsaan, maka kami percaya terdapat harapan di dalamnya.

PENGAMAT-INTL
Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam Umar Abduh
* tindakan Hizbut Tahrir telah memperdagangkan syariah dan Khilafah yang selama 
ini menjadi dasar perjuangnya
* Hizbut Tahrir dalam ranah politik sebagai bentuk kedangkangkalan pemahaman 
atas syariah dan Khilafah Islam yang sesungguhnya.
okezone, Minggu (12/8/2007).

PENGAMAT-UIN
Prof Dr Nur Syam MSi, guru besar Sosiologi IAIN Sunan Ampel
* Khilafah adalah sejarah
* Khilafah untuk kepentingan politik belaka
* Harus Pancasila
* Mendukung sikap NU
Sindo, 16/8/07


Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) dari UIN Jakarta, Arief Subhan
* bagian keprihatinan dan kekecewaan mereka teman-teman HTI untuk mengcaounter 
(memutus) sistem pemerintahan saat ini yang dinilai tidak sesuai dengan ajaran 
agama Islam dan tidak memberikan keadaan yang lebih baik bagi rakyat.
* Khilafah Islamiyah yang ditawarkan HTI tidak mempunyai referensi atau rujukan 
yang jelas
* tidak ada penjelasan yang tegas bentuk pemerintahan Islam yang di inginkan 
apakah seperti pemerintahan di zaman Abbasiyah, Muawiyah atau Usmaniyah
* gagasan HTI dengan Khilafah Islamiyahnya tidak usah ditolak akan tetapi 
biarkan berkembang dan dikaji lebih dalam, karena ini juga bagian sisi spirit 
(dorongan) untuk pemerintah agar memperbaiki kondisi bangsa dan rakyat menjadi 
lebih baik
Pelita, 24/8/07


Asisten Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati 
Bandung, DR Zaih Mubarak
* Kesultanan di Indonesia, kata Zaih, kemungkinan mempunyai hubungan baik 
dengan khilafah. Namun khilafah disini dalam artian perpanjangan kekuasaan 
Turki Utsmani
* Dalam konteks sejarah, khilafah itu ada pada zaman khulafaur rasyidin.
Republika online, 10/8/07

WARTAWAN
Mohammad Yazid, The writer is a staff member of The Jakarta Post's opinion desk
* add fuel to the existing controversies and then resistance will not come from 
Muslims alone but also from non-Muslims.
* may instead further encourage separatism
* If later this concept leans toward the establishment of an Islamic state, 
non-Muslims will certainly see it not as part of the Indonesian struggle.
The Jakarta Post, 24/8/07

Salam, Aris

Email: [EMAIL PROTECTED]
Blog : http://arismlg.blogspot.com/




mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke