Salam Doa Wartawan Tua

Oleh ROSIHAN ANWAR

BERKAITAN dengan telah tiba saatnya kita memasuki Tahun Baru 2008, terimalah 
salam hormat dari seorang wartawan tua beserta doa.

Saya doakan wartawan Indonesia, baik yang sudah memenuhi standardisasi 
profesional dan kompetensi, maupun yang belum memperolehnya, baik yang sudah 
mantap maupun yang masih susah agar tetap bekerja sesuai dengan tradisi pers 
pergerakan nasional pada awal abad ke-20 yaitu melindungi golongan yang lemah 
dan terjajah, membela rakyat yang dizalimi oleh penguasa, atau dalam bahasa 
kaum muda sosdem (sosial demokrasi) sekarang agar memihak kaum miskin atau 
pro-poor. Dengan begitu, wartawan Indonesia tetap jujur pada dirinya, berbuat 
benar menaati jati diri dan idealismenya.

Kepada sesama anak bangsa, saya sampaikan salam silaturahmi disertai doa semoga 
kita semua mampu menjaga agar Indonesia tetap jujur terhadap dirinya, mampu 
menegakkan martabat dan harga dirinya, tidak terombang-ambing di tengah 
pergolakan globalisasi dunia dan tersihir oleh pengaruh neokapitalisme dan 
neoliberalisme yang tidak berperikemanusiaan.

Betapa pun sulitnya dirasakan beban tekanan ekonomi dalam kehidupan 
sehari-hari, betapa pun suramnya masa depan, betapa besarnya kekecewaan akibat 
ketertingggalan Indonesia dari negeri-negeri lain di kawasan Asia Tenggara, 
namun janganlah lupa berterima kasih tiap hari kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jika 
di negara lain di benua lain terdapat peperangan, pengeboman, pembunuhan, kita 
di Indonesia relatif masih aman. Oleh karena itu, marilah kita bersyukur tiap 
kali bangun pagi kepada Tuhan Yang Maha Pelindung.

Banyak generasi muda, kendati telah menyelesaikan studi dan meraih gelar 
kesarjanaan, amat sulit memperoleh pekerjaan. Banyak rakyat kita mengalami 
pengangguran, menghadapi kesukaran di bidang pendidikan, kesehatan dan mereka 
tidak bisa keluar dari keterpurukan karena pemimpin yang tanpa visi dan tanpa 
peduli, karena elite dan oligarki politik dan bisnis lebih sibuk dengan 
kepentingan dan kekuasaannya sendiri ketimbang menolong rakyat yang mayoritas.

Dalam keadaan sulit demikian, kita makin terdorong mendoakan dan mengharapkan 
supaya anak bangsa mengubah kehidupannya, mentransformasi sikap dan wataknya. 
Mereka yang terimpit dalam kesakitan agar berusaha bangkit berdiri menjadi 
insan yang kreatif dan bekerja walaupun di bidang terbatas dan 
sekecil-kecilnya. Namun, mereka yang di atas memegang kekuasaan berubah menjadi 
insan yang menaruh welas-asih dan memberikan perhatian kepada keadilan dan 
kesejahteraan sosial bagi rakyat ini yang telah begitu lama menderita.

Saya doakan agar kita semua punya sikap membantu orang-orang lain. Jangan lupa 
memuliakan kaum ibu kita, usahakan memberdayakan kaum perempuan supaya mereka 
lebih tangguh berfungsi sebagai pendidik anak bangsa. Ingat selalu ibu-ibu kita 
yang selama sembilan bulan mengandung anak mereka, kemudian membesarkan dan 
mengasuh anak dengan kasih sayang. Kita berutang budi pada mereka. Bantulah 
mereka.

Saya doakan agar dalam keadaan bagaimanapun juga kita tetap bersikap positif. 
Tidak terus mengomel dan mengkritik. Berusaha mengurangi kesenjangan sosial dan 
melenyapkan kecemburuan sosial. Berusaha bersama-sama mencari cahaya terang di 
ujung terowongan gelap. Berusaha memperbaiki lingkungan hidup.

Tidak ada yang orisinal, tidak ada yang luar biasa dalam salam dan doa di atas 
tadi. Saya hanya mengutip filsafat Oprah Winfrey, tokoh media televisi ternama 
di Amerika, seorang Afro-Amerika, talkshow hostess yang berpengaruh dan 
berwibawa. Filsafat Oprah dirumuskan dalam kata-katanya sendiri adalah (1) Be 
true yourself, (2) Be grateful every day, (3) Transform your life, (4) Help 
others, (5) Stay positive.

Mungkin biasa-biasa saja kedengarannya, tetapi bagi saya cukup mengesankan 
justru karena biasa-biasa itu, namun mengandung suatu kebenaran yang mendalam. 
Dengan pengharapan agar bangsa Indonesia dalam tahun 2008 akan lebih baik 
keadaannya, sekali lagi bersama ini terimalah salam dan doa akhir tahun dari 
seorang wartawan tua. Semoga Tuhan memberkati kita semua.***

Penulis, wartawan senior.

 

PIKIRAN RAKYAT
Sabtu, 05 Januari 2008




mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke