Dear All

Muslimin Nasution saya sarankan mundur saja dari Ketua Dewan Pengawas Perum 
Perhutani. Hal ini terkait dengan kepengurusan Muslimin dalam Yayasan, 
Lembaga/Organisasi/LSM kehutanan yang dipimpinnya, salah satunya NECTAR 
Indonesia. Bila Muslimin tetap menjadi ketua Dewas Perhutani maka akan terjadi 
bias kepentingan. Bisa saja kepentingan yayasannya lebih diutamakan dari 
kepentingan Perum Perhutani sendiri. 

Oleh karena itu kerjasama yang sudah terjadi antara yayasan dimana Muslimin 
menjadi pengurusnya dengan Perhutani harus segera diselidiki. Bisa saja konflik 
antara Dewas Perhutani yang dipimpin Muslimin dengan direksi yang dipimpin 
Transtoto Handadhari terjadi karena Direksi tidak mengakomodasi berbagai 
kepentingan Muslimin dan yayasannya. 

Juga ada isu yang beredar bahwa Muslimin sering mengintervensi terlalu jauh 
kebijakan direksi. Lembaga  Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang sudah berjalan 
baik pun akan segera diganti Muslimin dengan koperasi. Persis seperti yang 
dilakukannya sewaktu Menhut dulu. Padahal, waktu era muslimin menjabat menhut, 
dibelakang koperasi yang mendapat ijin pengelolaan hutan darinya diduga adalah 
orang-orang 'bermata sipit' , bukan rakyat kebanyakan.

Bila Muslimin tidak mau mundur, langkah terbaik adalah Menneg BUMN  mengkaji 
kembali keberadaan muslimin Nasution sebagai Ketua dewas Perhutani. 
jangan-jangan keberadaannya lebih banyak merugikan?????


Salam

Marison Guciano

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke