Medan, January 9, 2008 Salam Untuk Wartawan Tua, ROSIHAN ANWAR Agar tergerak juga hati untuk menelorkan gagasan ini pada saat membaca tulisan Wartawan Tua ROSIHAN ANWAR memasuki tahun 2008.
Tapi satu yang kurang bisa saya terima adalah banyaknya ucapan DOA. Seolah-olah dengan doa, seluruh permasalahan Nation State bangsa Indonesia bisa terpecahkan, demikian pula persolan young Generetaion yang disebutkan hampir menjadi generasi Mandul, nirkreatif dan tanpa adanya gagasan spektakuler yang berkontribusi nyata bagi bangsa Indonesia Saat ini. Jika ditelusuri, kenyataannya memang demikian. Sampai disitu saya setuju melihat kondisi The Young Generation Bangsa Indonesia yang nirkreatif dan gagasan yang hampa. Tapi penting dicatat disini bahwa persolan tersebut bukan hanya ditemui oleh kalangan generasi muda tetapi juga pada semua lapisan masyarakat. Ambil saja contoh seperti produk negeri kita yang hampir seluruhnya replika atau mitasi buatan luar negeri, demikian pula negara kita yang morat- marit dengan persoalan Korupsi. Kolusi dan Nepotisme. kiranya persoalan ini merembet hingga ke seluruh sendi kehidupan masyarakat Indonesia sampai kepada tatanan berbangsa dan bernegara. Misalnya, Hukum yang mandul, penyimpangan terhadap konstitusi negara, Abuse of Power, Bias gender ataupun belum tertatanya penyelenggaran hukum serta HAM. demikian pula terhadap dunia jurnalistik kita yang masih jauh dari norma-norma jurnalisme. Katakanlah bahwa dunia Parada Harahap telah hilang, atau juga Ani Idrus dan juga "sang Pemulan'nya Pramudya Ananta Toer. Jurnalis kita tak ubahnya mengejar target berita dengan cara menghampiri objek dan mengemis. Dengan cara itu, ia mendapat percikan dengan imbalan pemuatan berita bagi si objek. Ironis jika bukan Dilematis. saya setuju dengan SOSDEM, bahkan lebih jauh dari itu. karena kondisi kita hingga saat ini tidak lagi demokrasi yang seutuhnya tetapi lebih menjurus pada kepentingan segelintir orang. Jadi, harus ada perubahan pada segi demokrasi kita yang sedikit menitikberatkan sosialisme. mungkin ini menjadi gagasan yang sangat penting untuk kita renungkan. Jika tidak, kita akan melihat hasil akhir negara ini akan semakin terlena dengan kondisi dan keadaan yang hampa. Tentu saja kita tidak menginginkan lenyapnya sebuah negara seperti bangsa Indonesia yang kita cintai ini. selain itu, Gagasan Serikat, mungkin akan bisa menopang semua itu. artinya, terdapat penghargaan bagi putra dan putri daerahnya yang jauh dari gagasan selama ini yang mengutamakan Jawasentris dan keutamaan terhadap orang Jawa. demikian masukan terhadap Wartawan Tua Rosihan Anwar Salam kebebasan berekspresi dan berpendapat Rony D.Nick --- In [email protected], "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Salam Doa Wartawan Tua > > Oleh ROSIHAN ANWAR > > BERKAITAN dengan telah tiba saatnya kita memasuki Tahun Baru 2008, terimalah salam hormat dari seorang wartawan tua beserta doa. > > Saya doakan wartawan Indonesia, baik yang sudah memenuhi standardisasi profesional dan kompetensi, maupun yang belum memperolehnya, baik yang sudah mantap maupun yang masih susah agar tetap bekerja sesuai dengan tradisi pers pergerakan nasional pada awal abad ke-20 yaitu melindungi golongan yang lemah dan terjajah, membela rakyat yang dizalimi oleh penguasa, atau dalam bahasa kaum muda sosdem (sosial demokrasi) sekarang agar memihak kaum miskin atau pro-poor. Dengan begitu, wartawan Indonesia tetap jujur pada dirinya, berbuat benar menaati jati diri dan idealismenya. > > Kepada sesama anak bangsa, saya sampaikan salam silaturahmi disertai doa semoga kita semua mampu menjaga agar Indonesia tetap jujur terhadap dirinya, mampu menegakkan martabat dan harga dirinya, tidak terombang-ambing di tengah pergolakan globalisasi dunia dan tersihir oleh pengaruh neokapitalisme dan neoliberalisme yang tidak berperikemanusiaan. > > Betapa pun sulitnya dirasakan beban tekanan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari, betapa pun suramnya masa depan, betapa besarnya kekecewaan akibat ketertingggalan Indonesia dari negeri- negeri lain di kawasan Asia Tenggara, namun janganlah lupa berterima kasih tiap hari kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jika di negara lain di benua lain terdapat peperangan, pengeboman, pembunuhan, kita di Indonesia relatif masih aman. Oleh karena itu, marilah kita bersyukur tiap kali bangun pagi kepada Tuhan Yang Maha Pelindung. > > Banyak generasi muda, kendati telah menyelesaikan studi dan meraih gelar kesarjanaan, amat sulit memperoleh pekerjaan. Banyak rakyat kita mengalami pengangguran, menghadapi kesukaran di bidang pendidikan, kesehatan dan mereka tidak bisa keluar dari keterpurukan karena pemimpin yang tanpa visi dan tanpa peduli, karena elite dan oligarki politik dan bisnis lebih sibuk dengan kepentingan dan kekuasaannya sendiri ketimbang menolong rakyat yang mayoritas. > > Dalam keadaan sulit demikian, kita makin terdorong mendoakan dan mengharapkan supaya anak bangsa mengubah kehidupannya, mentransformasi sikap dan wataknya. Mereka yang terimpit dalam kesakitan agar berusaha bangkit berdiri menjadi insan yang kreatif dan bekerja walaupun di bidang terbatas dan sekecil-kecilnya. Namun, mereka yang di atas memegang kekuasaan berubah menjadi insan yang menaruh welas-asih dan memberikan perhatian kepada keadilan dan kesejahteraan sosial bagi rakyat ini yang telah begitu lama menderita. > > Saya doakan agar kita semua punya sikap membantu orang-orang lain. Jangan lupa memuliakan kaum ibu kita, usahakan memberdayakan kaum perempuan supaya mereka lebih tangguh berfungsi sebagai pendidik anak bangsa. Ingat selalu ibu-ibu kita yang selama sembilan bulan mengandung anak mereka, kemudian membesarkan dan mengasuh anak dengan kasih sayang. Kita berutang budi pada mereka. Bantulah mereka. > > Saya doakan agar dalam keadaan bagaimanapun juga kita tetap bersikap positif. Tidak terus mengomel dan mengkritik. Berusaha mengurangi kesenjangan sosial dan melenyapkan kecemburuan sosial. Berusaha bersama-sama mencari cahaya terang di ujung terowongan gelap. Berusaha memperbaiki lingkungan hidup. > > Tidak ada yang orisinal, tidak ada yang luar biasa dalam salam dan doa di atas tadi. Saya hanya mengutip filsafat Oprah Winfrey, tokoh media televisi ternama di Amerika, seorang Afro-Amerika, talkshow hostess yang berpengaruh dan berwibawa. Filsafat Oprah dirumuskan dalam kata-katanya sendiri adalah (1) Be true yourself, (2) Be grateful every day, (3) Transform your life, (4) Help others, (5) Stay positive. > > Mungkin biasa-biasa saja kedengarannya, tetapi bagi saya cukup mengesankan justru karena biasa-biasa itu, namun mengandung suatu kebenaran yang mendalam. Dengan pengharapan agar bangsa Indonesia dalam tahun 2008 akan lebih baik keadaannya, sekali lagi bersama ini terimalah salam dan doa akhir tahun dari seorang wartawan tua. Semoga Tuhan memberkati kita semua.*** > > Penulis, wartawan senior. > > > > PIKIRAN RAKYAT > Sabtu, 05 Januari 2008 > > > > > mediacare > http://www.mediacare.biz > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

