Pengamat: Heli AU Dipake Pengusaha, Ngobyek Namanya
Ramdhan Muhaimin - detikcom


Jakarta - Terungkapnya keberadaan penumpang sipil dalam pesawat helikopter Twin 
Pack yang jatuh di Pekanbaru, Senin 7 Januari 2008 kemarin menimbulkan tanda 
tanya. Apalagi diketahui penumpang sipil yang menjadi korban adalah salah 
seorang pengusaha papan atas di Singapura.

Pengamat militer dan pertahanan dari UI Kusnanto Anggoro mengatakan, kasus 
tersebut membuktikan adanya bisnis yang dilakukan TNI.

"Kalau dipakai sama pengusaha, itu namanya ngobyek. Alutsista seperti heli 
hanya bisa diperbantukan untuk pemerintahan sipil, bukan swasta," tutur 
Kusnanto saat dihubungi detikcom, Selasa (8/1/2008).

Kusnanto mencontohkan, penggunaan heli TNI AU untuk diperbantukan pemerintahan 
sipil seperti keperluan emergensi pemberian bantuan dan penanggulangan korban 
bencana alam. Bahkan untuk kepentingan ini, pemerintah daerah pun dapat 
menggunakan heli TNI AU.

Karena itu, Kusnanto mengusulkan agar TNI membuat rancangan strategis jangka 
panjang dengan menginvetarisir alustsista. 

"Saya sering mengusulkan rekuisisi dan requirement alutsista. Sehingga bisa 
dijadwal, apa yang harus digrounded, dimaentenance dan dibeli,"pungkasnya. 

Kusnanto juga kaget mempertanyakan heli tua tersebut yang masih digunakan TNI 
AU. Apalagi dikomersialisasikan untuk kepentingan sipil.

"Kalau betul heli itu eks perang Vietnam berarti sudah sangat tua. Seharusnya 
di-grounded saja semua heli itu," ujar pengamat militer dan pertahanan dari UI, 
Kusnanto Anggoro, saat dihubungi detikcom, Selasa (8/1/2008).

Menurut Kusnanto, meskipun heli tersebut merupakan hibah dari Amerika Serikat, 
kerusakan mesin dapat diantisipasi melalui perawatan dan maintenance yang 
teratur. Tapi syaratnya, anggaran perawatan pesawat-pesawat tua seperti heli 
Twin Pack, lanjutnya, harus besar.

"Cuma persoalannya semua orang tahu negara kita tidak punya duit. Jangankan 
untuk beli yang baru, untuk perawatan saja tidak ada. Jadi sebaiknya 
di-grounded. Ini kenapa masih digunakan," cetusnya. 

Mengenai ketentuan penggunaan alutista untuk kepentingan sipil, Kusnanto 
mengatakan, tidak ada aturan tertentu yang mengatur di internal TNI. Namun 
secara prinsip, fasilitas alutsista tidak dapat dikomersialisasikan dan 
dipergunakan untuk kepentingan di luar fungsi militer.

TNI AU memiliki 8 unit pesawat Twin Pack. Tapi kini tinggal 3 unit termasuk 
yang jatuh di Pekanbaru. Pesawat ini sudah tidak didanai dan kekurangan suku 
cadang. Bahkan penggunaan pesawat ini sebenarnya telah dihentikan dan 
digantikan oleh jenis Puma.

( rmd / fay )

http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/09/time/001035/idnews/876685/idkanal/10
mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke