Caraka Langit

Close Encounter of The Third Kind

Membahas soal kehadiran ET dan penampakan UFO di Alkitab tentu tidak bisa 
melewatkan pengalaman Yehezkiel (Ezekiel). Di dalam Al Quran, Yehezkiel ini 
sering ditafsirkan sama dengan Dzulkifli (baca QS 21:85-86). Banyak penulis 
barat telah menunjuk pada peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Yehezkiel ada 
persamaannya dengan penyaksian modern UFO masa kini. Yehezkiel telah 
menyaksikan "jentera-jentera" yang berapi, dan ini adalah sebuah contoh yang 
amat populer. Diperkirakan nabi Yehezkiel hidup pada kurang lebih 600 tahun 
sebelum masehi. Peristiwa yang dialaminya itu tercatat pada kitab Yehezkiel 
terutama pada permulaan dari kitab tersebut.

Pada pasal 1 ayat 4-5 (lihat Alkitab): "Lalu aku melihat sungguh angin badai 
bertiup dari utara dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang 
berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi dengan sinar; di dalam; di 
tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasana mengkilat. Dan di tengah-tengah 
itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup."

Pada pasal 1 ayat 10 tertulis: "Keempatnya mempunyai muka manusia didepan, 
singa disebelah kanan, muka lembu disebelah kiri dan muka, rajawali dibelakang. 
Dilanjutkan dengan pasal 1 ayat 13-14: Ditengah makhluk hidup itu kelihatan 
seperti api yang menyala. Makhluk-makhluk hidup itu terbang kesana kemari 
seperti kilat".



Keseluruhan dari bab pertama tentang Yehezkiel mungkin berisikan gambaran yang 
sangat menakjubkan dan baik dalam kitab Injil tentang penerbangan dan 
pendaratan pesawat ruang angkasa. Kejadian itu berlangsung di tanah Kaldean 
dengan sungai Chebar.

Pada kitab Yehezkiel itu, nabi Yehezkiel menjelaskan dengan cermat sekali 
bentuk pesawat ruang angkasa itu, sehingga seorang ahli tekhnik NASA (National 
Aeronautics and Space administration) yang bernama Josef F. Blumrich berhasil 
dalam merekonstruksikan pesawat ruang angkasa yang diterangkan oleh nabi 
Yehezkiel dengan petunjuk apa adanya.

 

Dituliskan dalam Alkitab bahwa Yehezkiel dibawa oleh pesawat ruang angkasa itu 
kesuatu tempat, dengan keterangan: "Dalam tahun keduapuluh lima sesudah 
pembuangan kami, yaitu pada permulaan tahun, pada tanggal sepuluh bulan itu, 
dalam tahun keempat belas sesudah kota itu ditaklukkan, pada hari itu juga 
kekuasaan Tuhan meliputi aku (Yehezkiel) dan dibawaNya aku dalam 
penglihatan-penglihatan Illahi ke tanah Israel dan menempatkan aku di atas 
sebuah gunung yang tinggi sekali. Di atas itu dihadapanku ada yang menyerupai 
bentuk kota. Kesanalah aku dibawanya. Dan lihat, ada orang yang kelihatan 
seperti tembaga dan ditangannya ada tali lenan beserta tongkat pengukur; dan ia 
berdiri di pintu gerbang. Orang itu berbicara kepadaku:"Hai anak manusia, 
lihatlah dengan teliti dan dengarlah dengan sungguh-sungguh dan perhatikanlah 
baik-baik segala sesuatu yang akan kuperlihatkan kepadamu, karena untuk itulah 
kau dibawa kemari supaya aku memperlihatkan semua itu kepadamu.."(Yehezkiel 
40:1-4)"

Dalam bukunya yang terkenal, yang dalam edisi bahasa Indonesianya berjudul: 
Asal Usul Kecerdasan Manusia, Erich von Däniken memberi komentar lebih 
lanjut:"Kemana Yehezkiel di bawa?" Blumrich juga telah bertanya:"Dimanakah 
Yehezkiel?"

Yehezkiel memberikan ukuran yang tepat tentang empat pintu gerbang utama pada 
sebuah gereja, memberikan arah kompas mengenai letak gerbang-gerbang itu dan 
akhirnya menyebuktan adanya sebuah sungai kecil yang ada di sisi gereja dan 
menjadi sungai besar di sebuah lembah luas. Juga ditekankan bahwa Yehezkiel 
dibawa ke sebuah gunung yang sangat tinggi.

 Erich von Däniken 

Dengan bukti sedikit ini, Erich von Däniken berusaha keras menemukan dimana 
lokasi dan peninggalan gereja itu. Yang pasti Yehezkiel tidak mengetahui nama 
gunung itu. Tak mungkin ia dibawa ke Yerusalem atau Babilonia karena ia pernah 
tinggal lama di daerah-daerah itu.

Mungkinkah Yehezkiel dibawa ke kuil Inca di Amerika Selatan? Jawaban ini 
dibantah karena kuil Inca tidak mempunyai empat pintu utama, tiang-tiang maupun 
halaman depan. Ataukah ia dibawa ke piramid, ke sebuah kuil di Amerika Tengah? 
Namun di sana tidak terdapat gunung yang amat tinggi.

Akhirnya seorang pembaca dari buku-buku Erich von Däniken menulis surat 
kepadanya. Seorang pembaca Jerman yang bernama Marier itu memberitahu penulisan 
tentang kuil-kuil di Srinagar di Tanah Kashmir. Anehnya salah satu kuil iu 
dinamakan Kuil Yahudi dan kuil ini mempunyai empat pintu dan sebuah halaman 
depan dan segala sesuatu yang seharusnya dipunyai oleh Kuil Yahudi. Pembaca 
yang baik hati itu juga menyelipkan denah kuil itu di dekat Martand, tiga puluh 
kilometer dari Srinagar. Suatu hal yang sangat cocok bahwa didekat kuil itu ada 
sebuah sungai kecil yang akhirnya menjadi aungai di tanah Kashmir. Pegunungan 
yang amat tinggi, yakni Himalaya menghiasi latar belakangnya.

Memang kuil Yahudi di Srinagar itu disebut juga "Kuil Matahari" (Sun temple) 
dan merupakan reruntuhan kuil paling besar di Kashmir. Ketika Erich von Däniken 
mengadakan suatu ekspedisi pada tahun 1976 kesana, mereka melihat halaman depan 
dengan pintu utama, tujuan tangga dan ruang suci di dalamnya. Dan memanglah 
terdapat sebuah sungai kecil di dekat reruntuhan yang memantulkan pegunungan 
Himalaya. Suatu perkiraan bahwa Yehezkiel pasti diangkut dengan pesawat ruang 
angkasa dan mendarat di halaman depan itu: "Lalu dibawanya aku ke pintu gerbang 
yang menghadap ke sebelah Timur. Aungguh, kemuliaan Allah Israel datang dari 
sebelah timur dan terdengarlah suara seperti air terjun yang menderu dan bumi 
bersinar karena kemuliaanNya. Yang kelihatan kepadaku itu adalah seperti yang 
kelihatan kepadaku ketika Ia datang untuk memusnahkan kota itu dan seperti yang 
kelihatan kepadaku di tepi sungai Kebar, maka aku sembah sujud. Sedang 
kemuliaan Tuhan masuk di dalam bait Suci melalui pintu gerbang yang menghadap 
kesebelah Timur."(Yehezkiel 43:1-4).

Bandingkan denah Temple of Martand (gambar di atas) dengan denah bait suci 
(kuil) yang digambarkan oleh Nabi Yehezkiel. Lihat: Denah Ezekiel Temple.

Dalam teks di atas secara jelas telah disebutkan bahwa pesawat ruang angkasa 
itu memasuki kuil. Apakah mungkin ada jejak yang dapat dilacak di daerah itu? 
Selama dua hari penuh mereka berjalan mengelilingi daerah itu dengan alat 
pengukur radiasi (Geiger counter). Namun tak terjadi apa-apa, hingga pada 
sebuah jalur yang muncul pada pintu utama, jarum jarum bergetar dengan hebat 
disertai suara gemertak keras mengganggu telinga melalui earphone selama 
beberapa detik.

Jalur yang mengandung radiasi itu membuat medan radiasi radioaktif selebar 1,50 
meter. Berapakah panjangnya? Perlahan lahan Erich berjalan dari ujung sebelah 
kanan menuju kekiri. Detakan di telinga terus terdengar tapi tidak merata. 
Mereka menggunakan monitor elektronik portable, type TMB2. 1, dibuat oleh 
perusahaan Munich Munchner Apparatebau. Alat ini biasa dipakai untuk mengukur 
serta mengontrol radiasi alpha, beta gamma dan neutron.

Pada tempat-tempat tertentu jarum menunjuk pada akhir skala, sehingga timbul 
pertanyaan: Apakah kita berjalan diatas sebuah jaringan uranium jauh dibawah 
tanah? ataukah ada tambang radioktif di dalam tanah?

Di tempat suci (Bait Suci) dari kuil yang telah runtuh itu terdapat batu 
persegi yang padat dan tampak seperti sebongkah beton buatan dengan sisi 
sepanjang 2.80 meter. Tinggi tak dapat diukur karena dasarnya tenggelam ke 
dalam tanah. Alat detektor mereka menunjukkan bahwa mungkin lempengan batu itu 
mempunyai inti bahan bahan metal.

Keesokan harinya teman teman dari Erich von Daniken yang merupakan ahli 
arkeologi bernama Profesor Hassnain dan Kohl membawa mereka ke reruntuhan 
Pashaspur, yang juga cukup dekat dengan Shrinagar. Mereka menunjukkan tiga kuil 
yang berbeda tetapi masing-masing memiliki batu batu persegi yang amat padat, 
seperti yang dijumpai sebelumnya. Sekali lagi teks dalam Yehezkiel membuat kita 
semua keheranan:

"Hai anak manusia, inilah tempat tahtaKu dan inilah tempat tapak kakiKu, di 
sinilah Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel selama-lamanya."(Yehezkiel 
43:7).

Apakah Tuhan meninggalkan jejak di lantai Bait Suci yang memberi suatu tanda 
bahwa adanya sebuah deposit atau pesan yang amat penting sekali? Ataukah 
pengunjung dari luar bumi itu meninggalkan "sesuatu" yang diperuntukkan bagi 
kita dalam blok batu misterius itu yang masih menunjukkan kehadiran mereka 
walaupun telah berabad-abad lamanya.

"Saya ingin membujuk kaum ilmuwan India agar mau memecah batu itu untuk 
menyelidiki badian dalamnya, hingga tahu apa sebabnya terdapat radiasi" 
demikian kata Erich von Däniken mengakhiri analisanya terhadap kitab Yehezkiel 
yang berhasil dengan gemilang. Sedang apa yang terjadi sesungguhnya pada tahun 
600 sebelum masehi itu kita hanya dapat mengira-ngira bahwa Tuhan telah 
menunjukkan istanaNya di bumi pada manusia yang bernama Yehezkiel. Benarkah 
"kuil Yahudi" atau "Kuil Matahari" itu istana Tuhan di Bumi?


Kuil Matahari (Sun Temple) di Martand, Kashmir

[bersambung]


mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke