Sambutan KH. Abdullah Wasia'an    
  Berbagai macam cara ditempuh oleh pihak Wa lan Tardho untuk mendangkalkan 
akidah umat Islam, agar beralih kepada agama Kristen yang mereka yakini sebagai 
satu-satunya jalan kebenaran hidup. 

Murtadin Drs. A. Poernama Winangun alias H. Amos menyusun buku-buku gaya Islam 
dengan mengutip, menyelewengkan dan mengomentari terjemah Al-Qur'an dan Hadits 
tanpa mengutip ayat Bibel sama sekali. Tujuannya untuk memurtadkan umat Islam. 
Gerakan pemurtadan model ini sangat berbahaya, ibarat serigala berbulu domba. 

Ketika membaca buku-buku karya H. Amos, kami teringat kepada satu dialog yang 
sangat menarik antara H. Cahyono - pelawak nasional mantan Katolik - dengan 
teman lamanya yang masih beragama Kristen. 

Kata orang Kristen, "Cahyono, kamu kok nekad amat, berani pindah agama ke 
Islam. Bagaimana seandainya nanti pada Hari Penghakiman ternyata Kristen yang 
benar?" 

Dengan bijaksana Cahyono menjawab, "Andaikata nanti Kristen yang benar, saya 
tidak akan rugi karena saya tidak akan disiksa oleh Tuhan. Sebab saya tidak 
pernah menyakiti, menghina dan melecehkan Yesus. Islam sangat menghormati Yesus 
sebagai nabi dan rasul Allah dengan ucapan alaihis salam (semoga selamat 
sejahtera terlimpah atas beliau). Tetapi, jika kelak terbukti bahwa Islam yang 
benar, maka orang Kristen akan disiksa di neraka. Sebab orang Kristen tidak 
menghormati Nabi Muhammad, bahkan menghujat beliau." 

Semua ungkapan tokoh Kristen tentang Islam begitu menyakitkan. Maka sangat 
pantas apabila almarhum Khomeini, pemimpin Iran menjatuhkan vonis hukuman mati 
kepada Salman Rushdie yang menghujat Nabi Muhammad dan Islam dalam bukunya 'The 
Satanic Verses'. 

Berbeda dengan Khomeini, dalam menyikapi serangan missionaris yang 
mendiskreditkan Islam, H. Insan L.S. Mokoginta - muhtadin mantan Kristen – 
justru menyusun buku jawaban balik 'Pendeta Menghujat Muallaf Meralat'. 
Tindakan ini sangat tepat, benar dan Islami. 

Setelah membandingkan buku hujatan Islam karya Drs. A. Poernama Winangun (H. 
Amos) dan buku jawaban H. Insan L.S. Mokoginta ini, maka kami menghimbau kepada 
H. Amos dan pendeta lainnya yang tergabung dalam Christian Centre Nehemia 
Jakarta, agar sebelum mengungkapkan Islam kepada orang lain, terlebih dahulu 
belajar serius secara mendalam. Sebab jika tidak, justru akan merugikan pihak 
Kristen sendiri. 

Sebagai buktinya, dapat dikemukakan tentang apa yang telah dilakukan oleh H. 
Amos. Melalui pendidikan evangelis, buku-buku maupun ceramah-ceramah, dia 
mengajarkan kepada umat Kristen bahwa umat Islam menyembah Hajar Aswad. 

Tanpa disadari, hal ini justru akan mempermalukan dan merugikan umat Kristen 
sendiri. Suatu ketika apabila kader Kristen terlibat dialog dengan kader Islam, 
maka anggapan bahwa Allah adalah Hajar Aswad tersebut akan dicibir, 
ditertawakan dan dianggap sebagai orang yang picik ilmu oleh pihak Islam. Sebab 
umat Islam mencium Hajar Aswad bukan untuk menyembah. Melainkan semata-mata 
sebagai rangkaian ibadah haji yang bersifat ritual. 

Segala aturan ibadah dalam Islam berdasarkan dalil Al-Qur'an dan Hadits Nabi 
yang sifatnya tauqifiy (statis) dan tidak bisa diganggu gugat. 

Dalam Kristen, aturan ritual ibadah dan iman juga tidak bisa diganggu gugat 
(dogmatis). Narnun perlu diketahui bahwa dogma iman dan ibadah dalam Kristen 
tidak berdasarkan pada ajaran Yesus dalam Injjl. 
   
  Dogma Kristiani semata-mata berasal dari aturan para pemimpin agama yang 
bersumber kepada ajaran Paulus. Hal ini tersebut dalam surat Paulus kepada 
jemaat Roma 7:6, yaitu cara ibadah baru (cara rohani) bukan dengan rukun-rukun 
sebagaimana ajaran Taurat bahwa ibadah dengan wudhu, sujud, dan lain 
sebagainya. 

Terhadap ungkapan emosional para pendeta dan missionaris bahwa Islam dan Nabi 
Muhammad adalah nabi khusus untuk Bangsa Arab, perlu ditunjukkan berikut ini 
komentar sarjana terkemuka Eropa tentang kemuliaan Islam. 

Sir Charles Edward Archibald Watkin Hamilton [*] dalam buku "Mohammedanism" 
halaman 47 mengatakan: "Thus Islam, although a religion physically centred on 
Mecca , is not an Arabian religion" (Jadi, Islam adalah agama yang dilahirkan 
di kota Mekkah, namun bukan Agama Bangsa Arab). 

George Bernard Shaw, budayawan dan kritikus kaliber internasional dari Inggris 
mengatakan: "Er musz viel mehr geradezu des Heiland der Menschklichkeit genant 
werden". Artinya: Seharusnya Muhammad disebut sebagai Juruselamat untuk seluruh 
manusia. 

Memang, para tokoh Kristen memiliki satu kecenderungan untuk mengungkapkan 
Islam kepada orang lain, tanpa mempelajari Islam secara mendalam terlebih 
dahulu. Dan ini justru akan merugikan pihak Kristen sendiri. 

Seperti yang dilakukan oleh Pendeta dr. Suradi, Pendeta Matius, Penginjil 
Jansen Litik, dan lain-lainnya. Mereka mempermasalahkan kalimat "Allah adalah 
Zat Yang Maha Kuasa" dalam Islam. Anggapan mereka, kalau demikian berarti 
Tuhannya umat Islam itu ujudnya zat (benda). 
   
  Zat ada tiga macam, yaitu zat cair, gas dan padat. Mustahil kalau Tuhannya 
umat Islam itu zat cair mirip Aqua atau zat gas yang mirip elpiji. Satu-satunya 
yang mungkin, Tuhan umat Islam adalah zat padat. Sebab umat Islam menyembah 
Allah dalam shalat selalu menghadap Ka'bah di Mekkah. 

Anggapan keliru ini mereka ajarkan di gereja-gereja tanpa menanyakan lebih 
dahulu kepada umat Islam. Sekali lagi, ini justru sangat merugikan dan 
menjatuhkan gengsi umat Kristen. 

Suatu ketika apabila kader gereja berdialog dengan kader muslim, maka pihak 
Kristen akan dikatakan sebagai orang yang tolol dan kerdil nalarnya. Sebab 
tidak mengetahui apa beda antara zat dan sifat. 

Zat adalah lawan daripada sifat. Misalnya, seekor gajah sirkus. Gajah itu 
memiliki sifat: halus, tidak beringas dan lucu. Adapun zatnya (ujudnya) adalah 
berbadan besar, memiliki belalai, matanya sipit, telinganya lebar, dan 
lain-lain. 

Sedangkan dalam Islam diajarkan bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Kuasa, ini 
berarti: Allah memiliki sifat Maha Kuasa. Bagaimana dengan Zat-Nya (Ujud-Nya) ? 
Al-Qur'an mengatakan "Laysa kamitslihi syay-un", artinya: tidak ada sesuatu 
apapun yang menyerupai Allah. 

Sebaliknya, jika kader muslim tersebut mengerti Kristologi, maka dia akan 
menyerang balik dengan mengatakan bahwa Tuhan dalam ajaran Kristen itu 
bertingkah aneh-aneh dan tidak masuk akal. Dalam kitab Kejadian 32:28 Tuhan 
turun ke bumi menjelma menjadi manusia, lalu duel dengan NabiYakub sampai 
kalah. Tuhan kok, kalah? Dalam Injil Yohanes 1: 32 Tuhan menjelma menjadi 
seekor burung merpati. Datam Injil Yohanes 1: 14 Tuhan menjelma menjadi manusia 
Yesus yang akhirnya menurut Kristen, Tuhan Yesus disiksa sampai mati tragis di 
atas gantungan tiang salib. 

Sampai disini, maka pemuda Kristen jemaat gereja terdiam seribu bahasa tak 
berkutik dalam dialog alias terpukul knock out. Apa ini tidak memalukan dan 
merugikan pihak Kristen? 

Saya percaya, sewaktu membaca jawaban balik H. Insan L.S. Mokoginta ini, Drs. 
A. Poernama Winangun (H. Amos) dan para pendeta atau missionaris lainnya tidak 
bergeming pendiriannya dalam Kristen karena gengsi. Namun yang penting, para 
pembaca Kristen lain yang memakai nalar dapat mengetahui dan membandingkan 
kebenaran Islam dengan ajaran Kristen. 

Terlebih penting lagi, buku ini dapat membentengi umat Islam dari usaha 
pendangkalan akidah, sehingga semakin teguh tak tergoyahkan imannya oleh 
berbagai tulisan, rayuan dan serangan iman dari umat Kristen. Bahkah semakin 
mantap dalam keyakinan bahwa Innaddiina ‘indallohil islam. 

Tulisan H. Insan L.S. Mokoginta ini adalah amar ma'ruf nahi munkar yang jauh 
dari sifat sentimen terhadap Kristen. Bahkan sangat sesuai dengan kitab suci 
umat Kristen: 

"Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat dan ia tidak berbalik dari 
kejahatan dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya. Tetapi 
engkau telah menyelamatkan nyawamu" (Yehezkiel 3:19). 

Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah-Nya kepada pembaca buku ini. 

Sidoarjo, 9 Juni 1999 

(K.H. Abdullah Wasi'an) 

[*] Tokoh negarawan dan bangsawan Inggris terkemuka, masuk Islam pada tanggal 
20 Desember 1923 dengan nama Islam Sir Abdullah Archibald Hamilton. 
  
---------------------------------
    Sumber: H. Insan L.
   
  Bersambung.

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke