Babi Wariskan Gen 'Menyala dalam Gelap'
/Home/Sains/Biologi
China Daily
Seorang peneliti memegang dua ekor bayi babi yang berpendar hijau di
bawah pancaran cahay ultraviolet.
Jumat, 11 januari 2008 | 09:44 WIB
BEIJING, JUMAT - Seekor babi hasil rekayasa genetika yang tubuhnya
menyala hijau di kegelapan melahirkan keturunan dengan sifat yang sama. Hal
tersebut menunjukkan bahwa, gen 'menyala dalam gelap' ini dapat diwariskan.
"Setelah kawin dengan bayi biasa, dua dari sebelas anak babi mewarisi
sifat tersebut," ungkap Liu Zhonghua, seorang profesor di Northeast
Agricultural University di Harbin, kota paling utara di China.
Tubuh kedua babi muda berpendar hijau jika disinari cahaya redup
ultraviolet. Tidak semua tubuhnya berpendar, hanya di sekitar mulut, kaki, dan
lidahnya.
Hal tersebut mengejutkan para ilmuwan karena baru kali ini dilaporkan
bahwa sifat genetika hasil rekayasa dapat diturunkan. Induk babi merupakan
salah satu dari tiga babi yang lahir Desember 2006 setelah protein pemendar
hijau atau GFP (green fluorescent protein) disuntikkan ke dalam embrio babi.
Para ilmuwan di China menggunakan teknik yang juga dilakukan AS, Jepang,
dan Taiwan untuk menghasilkan babi yang berpendar hijau dalam kegelapan itu.
Namun, kini China memimpin sebagai negara pertama yang mengembangbiakkna babi
transgenik 'menyala dalam gelap'
Ini menunjukkan bahwa teknologi mengembangbiakan babi transgenik dengan
teknik transfer nukleus (inti sel) sudah dapat diandalkan. Keberhasilan
menurunkan sifat genetika hewan hasil rekayasa merupakan pijakan awal untuk
mengembangkan aplikasi, di bidang kedokteran misalnya.
Teknologi ini menjanjikan pengembangbiakan babi-babi transgenik terbaik.
China juga berupaya mengembangkan teknik agar organ-organ babi dapat dipakai
sebagai organ transplantasi pada manusia.
http://www.kompas.com/index.php
mediacare
http://www.mediacare.biz
[Non-text portions of this message have been removed]