kalimat anda dibawah ini ini yang membuktikan otak anda tidak ada :)
Edward PN <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kampungan amat sehhhh....
Kalo ada orang mengaku Kristen mah pasti mengikuti ajaran Alkitab, bukan
menggunakan teori Machiavelli segala... Penulisnya gak punya otak yah :D
sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pengantar Editor Gerakan Dakwah dan Missi
Dalam keberagaman agama dan kepentingan agama, kerukunan hidup antarumat
beragama yang harmonis adalah syarat mutlak yang diperlukan untuk tercapainya
masyarakat madani yang adil makmur sentosa, gemah ripah loh jinawi kerto
tentrem raharjo
Tetapi, menciptakan iklim kerukunan hidup antarumat beragama tidak semudah
menyusun teori toleransi dalam sebuah seminar atau di atas mimbar ceramah.
Dibandingkan agama-agama lainnya, Islam dan Kristen memiliki potensi paling
kuat untuk melahirkan konflik antaragama. Konflik ini terjadi karena adanya
gesekan Dakwah Islamiyah dan Missi Kristenisasi. Untuk mengatasi gesekan kedua
agama tersebut, bukan Dakwah dan Missi yang harus dilarang dan dihilangkan.
Sebab membela dan menyebarkan keyakinan agama adalah hak asasi manusia.
Di sini, kedua agama dituntut untuk berbesar jiwa dan berlapang dada untuk
sama-sama tidak mengganggu hak agama orang lain. Nampaknya, pihak Kristen tidak
bisa menyepakati statemen ini. Mereka lebih suka menempuh teori Machiavelli,
menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
Teori Machiavelli sangat berbahaya. Karena untuk tujuan kesejahteraan ekonomi
caranya boleh merampok, untuk kemakmuran boleh menipu, untuk hidup boleh
membunuh, untuk membenarkan keyakinan boleh mencaci maki, mencela dan
melecehkan keyakinan agama lain.
Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa cara inilah yang sering kali dipakai
para missionaris untuk menyebarkan Injil dan kekristenan.
Di desa Langensari, Lembang, Bandung , Yayasan Sekolah Tinggi Theologi (STT)
Doulos meyebarkan Kristen dengan cara merusak moral terlebih dahulu. Di sana ,
para pemuda usia 15 tahunan dicekoki minuman keras dan obat-obat terlarang
sampai kecanduan berat. Setelah kecanduan. para pemuda harapan bangsa itu
dimasukkan ke panti rehabilitasi Doulos untuk disembuhkan sambil dicekoki Injil
supaya murtad dari Islam. (Republika, 10 dan 12 April 1999).
Sementara di Jakarta, Drs. H. Amos, seorang murtadin, menulis buku berwajah
Islam, "Upacara Ibadah Haji" yang isinya memutarbalikkan ayat-ayat Al-Qur'an
dan Hadits, untuk mendangkalkan akidah dan penginjilan. Dipermainkannya
ayat-ayat ilahi untuk melecehkan Islam demi untuk menjunjung tinggi
kekristenan.
Membaca buku-buku tersebut, umat Islam pasti akan terpancing emosinya. Sebab
dikatakan bahwa Tuhan yang disembah setiap hari adalah berhala batu hitam,
Islam adalah agama Bangsa Arab, Nabi Muhammad pernah memperkosa Siti Aisyah dan
lain-lain penghujatan yang pedas.
Apabila dibiarkan tanpa ada tindakan antisipasi, maka peredaran buku-buku
tersebut bisa menganggu hubungan Islam dan Kristen, bahkan bisa memicu tindak
kekerasan dari pihak Islam yang imannya diserang terlebih dahulu. Secara
otomatis, Drs. H. Amos telah merusak kerukunan hidup antar umat beragama di
Indonesia .
Buku yang ada di tangan pembaca ini disusun oleh H. Insan L.S. Mokoginta
(muhtadin mantan Katolik), bukan untuk menghasut, memprovokasi atau mengagitasi
umat Islam agar bangkit melakukan perlawanan fisik dalam melampiaskan reaksi
atas kekurangajaran H. Amos. Sebaliknya, buku ini disajikan untuk meluruskan
dan meralat semua hujatan Kristen, dalam rangka meredam amarah dan mengobati
luka-luka umat Islam.
Semoga melalui buku ini pembaca dapat memperolah hidayah Allah. Amien.
Bersambung.
---------------------------------
Sumber: H. Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus) , PENDETA MENGHUJAT MUALLAF
MERALAT . Penerbit: Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (FAKTA) .Cetakan 1,
Juni 1999
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]