Bukan diam saja, tetapi mayoritas bangsa ini hanya sibuk mengurusi surga dan
neraka, kian lekat beragama, kian sibuk beribadah, sibuk bangun mesjid, kalau
mungkin mem-buruk burukkan kaum seagama yang berpandangan lain, apalagi yang
lain agama. Inilah kesibukan utama rakyat NKRI. Soal keadilan sosial? siapa
perduli? Akherat, inilah tujuan satu satunya. tak percaya? menepuk dada,
kelompoknyalah yang akan masuk surga.
Bacalah milis ini baik baik
Anda tak mungkin mulai membangun, selama bangsa ini mabuk agama!
heri latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
maypren,
seperti apa itu keadilan sosial? jika kau lihat di porong rakyat diusir oleh
hitamnya lumpur lapindo, lalu kita bisa bikin apa? lihatlah, penguasa sekarang
nampang doang datang ke porong, tapi penyelesaian persoalan lumpur lapindo buat
rakyat tak pernah tuntas, cuma jadi pameran politik gombalnya rayuan.
kecurangan itu akan mendapat balasan. kerna rakyat makin terdidik untuk
menganalisa kecurangan secara tegas. inilah yang namanya proses belajar ilmu
anti penindasan. semua akibat dari kecurangan dalam sistim yang hanya
menguntungkan si kaya si pemodal.
bayangkan ajalah, ada segelintir orang yang punya uang bertrilyun rupiah, dan
puluhan juta rakyat kecil yang berpenghasilan di bawah 1 euro per hari, tempat
tinggalnya pun di daerah yang disebut "kumuh".
hati nurani kita pasti jujur mengatakan bahwa keadaan indonesia sangat tragis,
rakyat dari negara penghasil minyak bumi musti antri minyak tanah, barisan
pengangguran mulutnya ngiler nontonin pameran kekayaan, dan segepok penyakit
kemiskinan makin merajalela. apa ini bukan parodi rakyat lapar dan penguasa
yang kekenyangan uang hutang?
ah, kau gak mau tau rupanya? kerna hidupmu berkilauan bling-bling seperti
emas-berlian dalam brankas bankmu?
jika keadaan nganggur-lapar ini dibiarkan bisa berbahaya buat persatuan bangsa,
maklumlah banyak pemodal dari luar yang ngiler melihat obral kekayaan alam
kita. semoga para pemimpin negeri rayuan pulau kelapa ini mau turun ke bawah,
mendengar swara rakyat yang hidupnya ngos-ngosan makin melarat.
ongkos hidup yang layak tak bisa dicapai rakyat kecil, wong cilik itu lama2
juga ngerti bahwa pemerintah cuma mau mempertahankan kekuasan, persis seperti
janji pemilu dulu itu adalah rayuan palsu, terbukti dari hasil yang terjadi
pada saat ini.
setelah melihat semua kecuarangan itu, apa kau diam aja? tulislah,
bicarakanlah, diskusikanlah, bahwa indonesiamu masih seperti di jaman jendral
suharto, malahan sekarang namanya jadi "republik mimpi". jangan lupa bung,
hutang yang dibikin pemerintah itu bukan mimpi!
jangan lupa maypren, dunia internet memberikan kita ruang untuk "bicara", yang
mudah2an bisa bikin pencerahan, dan mau membaca soal ilmu anti penindasan.
kerna kita semua adalah pecinta indonesia yang setia pada nusa dan bangsa.
gitukan?!
salam, heri latief
amsterdam, 11 januari 2008
[EMAIL PROTECTED]
milisgrup opini alternatif
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
penerbit buku sejarah alternatif
http://progind.net/
kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan
http://herilatief.wordpress.com/
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
[Non-text portions of this message have been removed]