Rukun Iman ke 3 : Percaya kepada Bibel yg diterjemahkan & masuk Qur'an      
Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia) 

Percaya kepada Wahyu yang diturunkan Allah 
  Umat Islam mengakui ada 4 kitab yang diwahyukan yaitu Taurat, Zabur, Injil 
dan Al-Qur'an. Oleh sebab itu penganut agama bangsa Arab harus percaya kepada 
empat kitab suci tersebut. 

Mengapa Taurat, Zabur dan Injil harus diimani oleh penganut agama bangsa Arab? 
Hal ini disebabkan sebahagian dari ayat-ayat Taurat, Zabur (Mazmur) dan Injil 
yaitu kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang disebut Alkitab 
telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan dimasukkan ke dalam ayat-ayat Al 
Qur'an. Hal ini dikonfirmasikan pada ayat-ayat Al-Qur'an sebagai berikut: 

"Dan sesungguhnya Al-Qur'an dalam induk Alkitab di sisi Kami adalah tinggi dan 
penuh hikmat." (Az Zukhruf 43:4). (hal. 6-7). 
    
---------------------------------
  
  
Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus) 

Tuduhan murahan seperti itu sudah sejak lama dan terlalu sering dilontarkan 
pihak Kristen untuk mengguncang kemuliaan Al-Qur'an. Kuno!! Karena mereka 
kurang memahami isi kandungan Alkitab/Bibel dan buta akan Al Qur'an, ditambah 
lagi dengan kebencian dan antipati terhadap Islam dalam hati dan pikiran 
mereka. 

Kalaupun dikatakan bahwa Al-Qur'an mengandung unsur Taurat, Zabur dan Injil, 
itu bukan masalah. Tetapi itu bukan berarti bahwa Nabi Muhammad saw yang 
memasukkan unsur-unsur tersebut dalam Al Qur'an, sama sekali bukan. Yang 
memasukkan unsur-unsur Taurat, Zabur dan Injil kedalam Al Qur'an adalah Allah 
Swt. sendiri melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw. 

Adanya persamaan ayat antara Al Qur'an dengan ketiga kitab tersebut, tentu saja 
bukan berarti Al Qur'an menjiplak dari ketiga kitab itu. Tapi karena memang 
sumbernya sama, yaitu sama-sama dari Allah Swt. Tentu saja yang masuk ke dalam 
Al Qur'an itu adalah firman-Nya yang benar dan belum diubah oleh umat Yahudi 
dalam ketiga kitab sebelumnya. Sebab ayat-ayat tersebut merupakan wahyu yang 
diwahyukan kembali oleh Allah Swt. kepada baginda Muhammad saw. 

Oleh sebab itu semua keterangan tentang kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya 
itu telah tercakup dalam satu kitab saja yaitu Al Qur'an. 

Tentu saja yang dimaksud dengan Taurat, Zabur dan Injil di sini bukan 
Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama dalam Bibel milik umat Kristen seperti 
sekarang ini. Kitab yang ada sekarang ini sudah tidak asli lagi, melainkan 
sudah dikotori oleh tangan-tangan jahil manusia. 

Terhadap kitab Taurat, Zaburdan Injil yang ada sekarang ini, Rasulullah 
berpesan agar jangan percaya keseluruhannya dan jangan pula ditolak 
keseluruhannya. Itu berarti di dalamnya masih mengandung kebenaran, walau 
sedikit. 

Ayat-ayat yang masih benar dan asli itu misalnya dalam Kitab Ulangan 6:4 
tentang keesaan Tuhan, ini tidak bertentangan dengan Al Qur'an dan bisa 
diterima. Sedangkan kitab Roma 10: 9 yang menyatakan bahwa Allah telah 
membangkitkan Yesus sebagai Tuhan, ini jelas ditolak umat Islam karena 
bertentangan dengan Al Qur'an. 

Tentang mana ayat yang benar, mana ayat yang tidak benar, mana yang ditambah, 
dikurangi, dirobah dan lain-lain, itulah tugasnya para Kristolog dalam rangka 
membuktikan kebenaran Al Qur'an. Sebab dengan banyak menemukan kesalahan, 
pertentangan, kekeliruan, penambahan, pengurangan dan lain-lain dalam 
Alkitab/Bibel, hal ini justru menambah keyakinan akan kebenaran Al Qur'an 
sebagai wahyu Allah. 

Korelasi Al Qur'an dengan Taurat, Zabur dan Injil 

Antara Al Qur'an dengan kitab-kitab wahyu sebelumnya (Taurat, Zabur dan Injil), 
masih ada korelasi, antara lain: 

1. Kitab-kitab terdahulu sudah tidak orsinil karena dirobah oleh tangan-tangan 
jahil manusia yang tidak bertanggung jawab. 

"Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan 
mereka sendiri, lalu dikatakannya, "Ini dari Allah", karena mereka hendak 
memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu" (Qs. Al Baqarah 79). 

Maka Al Qur'an sebagai kitab penggantinya, dijamin keotentikannya sepanjang 
zaman oleh Allah Swt. 

"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur'an dan sesungguhnya Kami pula yang 
benar-benar memeliharanya." (Qs. Al Hijr 9). 

Dalam hal ini, Al Qur'an berfungsi sebagai kitab pengganti untuk menguji 
ayat-ayat yang telah dirubah tersebut. 

"Sesungguhnya Al Qur'an ini menjelaskan kepada Bani Israel sebagian besar dari 
(perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya." (Qs. An Naml 76). 

Maka tak heran apabila terdapat persamaan antara Al Qur'an dengan Taurat dan 
Injil. Sebab sisa-sisa kebenaran dalam Taurat, Zabur dan Injil, diwahyukan 
kembali oleh Allah Swt. ke dalam Al Qur'an melalui malaikat Jibril kepada Nabi 
Muhammad saw. 

2. Kitab-kitab suci sebelumnya banyak yang disembunyikan kebenarannya. 

"Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya tatkala 
mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia". 
Katakanlah, "Siapa yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai 
cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran 
kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan 
sebagian besarnya. Padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan 
bapak-bapak kamu tidak mengetahui ?" (Qs. Al An'aam 91). 
  
Maka Nabi Muhammad diutus Allah untuk menjelaskan isi Alkitab yang 
disembunyikan tersebut. 

"Hai Ahli Kitab, sungguh telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan 
kepada kamu banyak dari isi Alkitab yang kamu sembunyikan dan (pula yang) 
dibiarkannya. Sungguh telah datang kepada kamu cahaya dari Allah dan Kitab yang 
terang." (Qs. Al Maa-idah 15). 

3. Nabi Musa as. dengan Tauratnya dan Nabi Isa as. dengan Injilnya adalah 
khusus untuk Bani Israel saja. 

"Dan Kami jadikan Al Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil." (Qs. As 
Sajdah 23). 

"Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat 
(kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk 
Bani Israil." ( Qs. Az Zukhruf 59). 

Maka Al Qur'an sebagai kitab suci pamungkas diturunkan Allah kepada Nabi 
Muhammad, untuk seluruh alam semesta, termasuk orang-orang sebelumnya (pengikut 
Nabi Isa as). 

"Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya ? Katakanlah. 
"Datangkanlah keterangan-keterangan kamu. Al Qur'an ini adalah pengajaran bagi 
orang-orang yang bersamaku dan pengajaran bagi orang-orang sebelumku". Tetapi 
kebanyakan mereka tidak mengetahui kebenaran, karena itu mereka berpaling." (Al 
Anbiyaa' 24). 

"Dan tiadalah ia (Al Qur'an) melainkan pengajaran untuk semesta alam." (Al 
Qalam 52 dan At Takwiir 27). 

"Dan Al Qur'an ini diwahyukan kepadaku (Muhammad), supaya dengannya (Al Qur'an 
itu) aku memberi peringatan kepada kamu dan kepada orang-orang yang sampai (Al 
Qur'an) kepadanya." (Al An'aam 19). 
    
---------------------------------
  
  Sumber: H. Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus) , PENDETA MENGHUJAT MUALLAF 
MERALAT . Penerbit: Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (FAKTA) .Cetakan 1, 
Juni 1999

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke